6 Jenis Pemeriksaan untuk Deteksi Perikarditis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
deteksi perikarditis, menjaga jantung agar tidak berpindah posisi, radang perikardium

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah penyakit perikarditis yang terjadi pada jantung? Perikarditis merupakan peradangan yang terjadi pada perikardium, yaitu organ yang berfungsi untuk menjaga jantung agar tidak berpindah posisi. Selain itu, perikardium juga berperan dalam melindungi jantung dari gesekan atau penyebaran infeksi dari organ lain di sekitarnya.

Penyakit yang satu ini bisa saja menjadi penyakit kronis atau akut, serta dapat menyebabkan komplikasi pada jantung seperti berkurangnya aliran darah menuju jantung. Untuk mendeteksi adanya penyakit ini, berikut jenis pemeriksaan yang dibutuhkan. Dengan melakukan serangkaian pemeriksaan ini, perikarditis yang kamu alami dapat ditangani dengan tepat dan kamu akan terhindar dari komplikasi berbahaya.

Baca juga: Kenali Lebih Dalam tentang Peradangan pada Perikardium

Beberapa Jenis Pemeriksaan untuk Deteksi Perikarditis

Pengidap perikarditis akan mengikuti serangkaian pemeriksaan ini untuk memastikan jika sakit pada dada yang dialami disebabkan oleh peradangan pada perikardium. Pemeriksaan didasari pada gejala, hasil pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya perikarditis pada seseorang, antara lain:

1. Tes Darah

Tes darah merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel darah menggunakan jarum pada bagian tubuh tertentu. Pemeriksaan ini dilakukan guna mendeteksi adanya infeksi pada bagian tubuh tertentu.

2. Rontgen Dada

Pemeriksaan ini merupakan untuk melihat kondisi pada bagian dalam tubuh, seperti jantung, paru-paru, saluran pernapasan, pembuluh darah, dan nodus limfa. Pada pengidap perikarditis, jantung akan tampak membesar ketika di rontgen.

3. Echo Jantung

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan gambaran jantung yang sedang berdenyut. Alat ini akan merekam gambar dengan sempurna, sehingga cairan yang berada dalam ruang perikardium akan tampak terlihat.

4. Elektrokardiogram (EKG)

Pemeriksaan ini dilakukan dengan merekam aktivitas kelistrikan jantung. Pada pengidap perikarditis, aktivitas kelistrikan jantung bisa saja berubah.

Baca juga: Perikarditis Dapat Sebabkan Tamponade Jantung

5. CT Scan

Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan mesin pemindai besar yang berbentuk lingkaran. Peserta pemeriksaan ini akan masuk ke dalam mesin dengan posisi berbaring. Mesin ini berfungsi untuk melihat gambaran jantung dengan lebih detail dan nyata.

6. MRI

Pemeriksaan ini dilakukan dengan media gelombang magnet untuk mendapat gambaran jantung secara detail. Pada pemeriksaan ini, jantung pengidap perikarditis akan tampak menebal atau mengalami peradangan.

Sebelum terjadinya hal ini, lakukan gaya hidup yang dapat membantu mengatasi perikarditis, seperti istirahat dengan cukup, serta hindari aktivitas berat yang dapat menimbulkan gejala. Jika kamu ingin melakukan serangkaian pemeriksaan tersebut, kamu bisa diskusikan langsung dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc mengenai hal-hal apa yang harus dipersiapkan.

Baca juga: Ketahui Pencegahan Perikarditis Sejak Dini

Kenali Gejalanya untuk Menghindari Komplikasi Perikarditis

Nyeri dada yang terasa sangat sakit merupakan gejala umum yang terjadi pada pengidap perikarditis. Gejala bahkan dapat menyebar ke bagian leher dan pundak. Pada beberapa pengidap, rasa sakit dapat bertambah parah ketika mereka menarik napas dalam atau mengubah posisi tubuh. Rasa sakit yang dirasakan pengidap dapat membaik ketika mereka berada dalam posisi duduk tegak.

Karena gejala perikarditis hampir mirip dengan penyakit lain yang terjadi pada jantung dan paru-paru, lebih baik ikuti serangkaian tes tersebut untuk mendiagnosis secara pasti adanya perikarditis pada dirimu. Segera temui dokter jika nyeri yang kamu alami terasa seperti ditusuk-tusuk, serta gejala menjadi semakin parah setiap harinya. 

Referensi:
American Heart Association (Diakses pada 2019). What is Pericarditis?
NHS (Diakses pada 2019). Pericarditis.