24 August 2018

6 Masalah Seks yang Sering Dihadapi Ibu Hamil

masalah seks pada ibu hamil

Halodoc, Jakarta – Sejak hamil, kebanyakan wanita jadi enggan melakukan hubungan intim dengan pasangan. Selain karena khawatir kegiatan tersebut dapat membahayakan janin, ada beberapa ibu hamil yang juga menjadi kurang percaya diri karena bentuk badan yang sudah berubah. Berhubungan intim juga dirasakan tidak lagi menyenangkan seperti sebelum hamil, karena ada berbagai masalah yang dialami ibu hamil saat berhubungan intim. Berikut masalah seks yang sering dialami ibu hamil beserta solusinya.

1. Miss V Mengeluarkan Lebih Banyak Cairan

Petra Boyton, pakar seks M&B UK mengungkapkan bahwa saat hamil, wanita akan memproduksi cairan pelumas lebih banyak dan memiliki aroma yang kuat. Suami ibu mungkin akan merasakan “perbedaan” ini ketika berhubungan intim.

Solusi: Nah, ibu bisa memberitahukan pada suami tentang perubahan ini sebelum berhubungan intim, agar suami lebih memahami apa yang ibu rasakan. Namun, bila muncul bau yang kurang sedap dan menyengat selama berhubungan seks, segera bicarakan hal ini pada dokter. Dengan menggunakan aplikasi Halodoc, ibu bisa berdiskusi dan minta saran kesehatan pada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat.  

2. Gairah Seksual Menurun

Kondisi fisik ibu saat hamil berbeda dengan masa sebelum hamil dulu. Perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh ibu akan menyebabkan ibu hamil mudah lelah dan suasana hati seringkali naik-turun. Hal-hal inilah yang kadang membuat ibu hamil tidak bergairah untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Solusi: Bila ibu hamil merasa lelah atau tidak nyaman untuk berhubungan intim, sebaiknya jangan memaksakan diri. Berilah pengertian pada pasangan bahwa ibu tidak bisa memenuhi “keinginannya” untuk sementara waktu. Minta suami untuk bersabar dan menunggu sampai ibu benar-benar merasa nyaman kembali.

Baca juga: Pasangan Kehilangan Gairah Seks, Apa Solusinya?

3. Khawatir Keguguran Saat Orgasme

Banyak ibu yang sedang hamil muda khawatir bila saat ia mencapai orgasme, hal itu dapat membahayakan janin bahkan menyebabkan keguguran.

Solusi: Selama tetap memerhatikan aturan-aturan amannya, berhubungan intim tidak berbahaya bagi kondisi janin. Ibu hamil baru berisiko mengalami keguguran bila ibu pernah memiliki riwayat keguguran sebelumnya atau kehamilan mengalami masalah. Bila ibu masih ragu,  bicarakan saja dengan dokter tentang kemungkinan orgasme dapat membahayakan janin dalam kandungan.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Muda Melakukan Hubungan Intim Setiap Hari?

4. Payudara Bocor Saat Orgasme

Memasuki trimester akhir, rangsangan seksual memang bisa membuat payudara ibu mengeluarkan air susu yang dikenal juga dengan sebutan kolostrum. Hal ini sangat wajar terjadi, jadi ibu enggak perlu panik.

Solusi: Namun, bila bocornya payudara membuat ibu merasa tidak nyaman, jangan memaksakan diri untuk berhubungan intim untuk sementara waktu.

5. Merasa Bersalah pada Bayi

Beberapa ibu hamil bahkan sampai memikirkan tentang apakah sang calon bayi dapat menyadari apa yang sedang ibunya lakukan di luar sana, termasuk ketika sedang berhubungan intim. Hal ini akhirnya membuat beberapa ibu jadi merasa bersalah bila berhubungan intim saat sedang hamil.  

Solusi:  Ibu perlu ingat bahwa hubungan intim saat hamil adalah kegiatan yang normal dan wajar untuk dilakukan. Bahkan berhubungan intim bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur, mood dan menghilangkan nyeri. Jadi, enggak perlu merasa bersalah pada Si Kecil, ya.

Baca juga: 7 Manfaat Melakukan Hubungan Intim Saat Hamil

6. Bayi Bergerak-gerak Saat Sedang Bercinta

Beberapa bayi memang bisa bergerak-gerak selama orangtua mereka melakukan hubungan intim. Hal ini terjadi karena bayi di dalam kandungan bisa merasakan gerakan dan suara desahan ibu saat sedang bercinta.

Solusi: Hal tersebut normal terjadi dan bayi tidak akan memiliki respons emosional terhadap kegiatan yang sedang orangtuanya lakukan, jadi ibu tidak perlu merasa khawatir atau merasa bersalah. Setelah orgasme, ibu mungkin akan merasa Si Kecil tidak bergerak untuk beberapa saat. Hal ini mungkin disebabkan karena kontraksi dalam rahim ketika ibu mencapai orgasme. Karena itu, hindarilah penetrasi yang terlalu dalam.

Nah, jadi ibu tidak perlu khawatir lagi ya berhubungan intim saat hamil. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play untuk menjaga kesehatan ibu selama kehamilan.