6 Tips Menjaga Kebersihan Kelamin Bayi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Tips Menjaga Kebersihan Kelamin Bayi

Halodoc, Jakarta - Menyambut kelahiran bayi tentu sangat menyenangkan dan membahagiakan bagi orangtua. Meski begitu, mungkin beberapa orangtua masih bingung bagaimana cara merawat kebersihan bayi, terutama cara menjaga kebersihan area genital atau kelamin bayi.

Memang bagian ini perlu mendapatkan perhatian khusus dalam membersihkannya.  Karena jika tidak, masalah kesehatan bisa saja muncul. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah jangan kasar saat membersihkan area kelamin, baik itu caranya maupun juga alat pembersihnya. Berikut tips untuk membersihkan kelamin bayi yang bisa ibu lakukan:

  1. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok.

  2. Periksa popok bayi sesering mungkin, dan gantilah segera setelah basah atau kotor.

  3. Gunakan air biasa untuk membersihkan kelamin. Saat ibu harus membersihkan kotoran di area kelamin, gunakan pembersih ringan.

  4. Tepuk-tepuk dengan lembut area kelamin hingga kering, hindari menggosoknya. Pasalnya, menggosok area kelamin bisa menyebabkan iritasi.

  5. Jika kamu menggunakan tisu, pilihlah jenis yang ringan. Hindari menggunakan tisu yang mengandung parfum atau alkohol. Akan lebih baik juga jika menggunakan waslap yang bersih dan lembut.

  6. Pastikan area kelamin benar-benar bersih dan kering sebelum mengenakan popok yang baru. 

Baca juga: Inilah Kesalahan Saat Membersihkan Pantat Bayi

Lebih Teliti Membersihkan Kelamin Bayi Perempuan

Tips membersihkan kelamin yang sebelumnya telah dijelaskan merupakan cara yang umum dilakukan. Namun, jika bayi berjenis kelamin perempuan, ibu harus lebih teliti lagi. Selalu bersihkan kelamin Si Kecil dari depan ke belakang, karena hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi. 

Setelah dibersihkan dengan tisu, pastikan ibu juga membersihkan area kelamin dengan air hangat. Namun, jika bayi perempuan sudah terlanjur mengalami infeksi pada area kelamin, sebaiknya segera periksakan di rumah sakit terdekat yang bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc

Cairan pembersih yang digunakan juga dapat diperiksa terlebih dahulu, apakah cairan tersebut cukup sensitif bagi bayi. Cobalah mengujinya di area kecil kulitnya terlebih dulu. Pastikan cairkan pembersih dengan air terlebih dulu, begitu pun saat ibu menggunakannya untuk memandikan bayi. 

Saat mengganti popok, gunakan sedikit popok bersih untuk menghapus kotoran apapun. Saat mengganti popok bayi perempuan, selalu bersihkan area dari depan ke belakang, jauh dari vaginanya dan uretra. Dengan menyeka dari depan ke belakang akan membantu mencegah bakteri berpindah dari pantat bayi ke vagina atau uretra, karena dapat menyebabkan infeksi. 

Baca juga: 3 Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Jika popok bayi perempuan sangat kotor dan kotorannya mengenai bibir vagina (labia), maka lakukan hal berikut:

  • Dengan jari yang bersih, pisahkan dengan lembut bibir vagina bayi.

  • Gunakan alas katun lembap, kain bersih lembap, atau lap bayi bebas pewangi untuk membersihkan area dari depan ke belakang.

  • Bersihkan setiap sisi dalam labia dengan kain lembap segar, kapas, atau lap bayi bebas pewangi. 

  • Hindari menggunakan produk bayi yang dibuat dengan sabun dan tisu bayi yang mengandung alkohol atau parfum, karena hal ini dapat mengganggu keseimbangan alami kulit bayi. Tisu bayi yang bebas parfum sama aman dan efektifnya dengan air yang digunakan untuk mencuci kulit bayi yang baru lahir. 

  • Jika popok bayi kotor sebelum dimandikan, bersihkan alat kelamin dan pantatnya sebelum kamu memandikannya. 

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Your Baby’s Diaper Rash. 
Baby Centre. Diakses pada 2019. How Should I Care for My Baby Girl’s Genital?