• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Cara Efektif untuk Mencegah Peradangan Kornea

7 Cara Efektif untuk Mencegah Peradangan Kornea

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Peradangan pada kornea mata dikenal dengan istilah keratitis. Penyebab utamanya adalah cedera mata atau infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Saat gejala keratitis yang muncul diabaikan dan tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut akan berkembang menjadi semakin parah, dan memicu timbulnya berbagai komplikasi berbahaya. Lantas, adakah langkah mencegah peradangan kornea? Berikut penjelasan selengkapnya mengenai hal tersebut.

Baca juga: Penurunan Fokus dalam Melihat Bisa Jadi Gejala Keratitis

Cara Efektif Mencegah Peradangan Kornea

Gejala keratitis akan ditandai dengan mata memerah. Gejala tersebut kemudian disertai dengan gejala lain berupa mata terasa nyeri, pembengkakan pada mata, iritasi mata, sensitif terhadap cahaya, air mata yang terus-menerus keluar, tidak bisa membuka mata, penurunan penglihatan, serta sensasi adanya benda kecil atau pasir yang mengganjal dalam mata.

Peradangan kornea mata termasuk dalam penyakit yang bisa dihindari. Dengan melakukan langkah-langkah sederhana berikut, kamu sudah melakukan hal yang benar dalam mencegah peradangan kornea!

  1. Melepas lensa kontak sebelum tidur atau berenang.
  2. Merawat lensa kontak secara rutin.
  3. Mencuci tangan sebelum membersihkan lensa kontak.
  4. Menggunakan produk pembersih steril khusus lensa kontak.
  5. Jangan membersihkan lensa kontak dengan cairan yang sudah dipakai.
  6. Mengganti lensa kontak sesuai batas waktunya.
  7. Hindari penggunaan obat tetes mata kortikosteroid.

Hal paling penting yang harus dilakukan adalah, jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum menyentuh mata atau area sekitar mata. Terutama jika kamu tengah mengidap infeksi virus herpes. Jika kamu tengah mengidap infeksi tersebut, penularannya akan terjadi secara cepat jika kamu menyentuh mata dengan tangan yang kotor.

Selain sejumlah komplikasi yang telah disebutkan, komplikasi parah lainnya adalah peradangan seluruh bola mata (endoftalmitis), dan berisiko kehilangan bola mata. Jadi selalu berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan tangan sendiri, ya! Jika menemukan sejumlah gejalanya, segera temui dokter di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan sejumlah langkah penanganan yang tepat!

Baca juga: Trauma pada Mata Bisa Sebabkan Keratitis

Langkah Mendiagnosis Peradangan Kornea

Setelah serangkaian gejala keratitis tampak, dokter spesialis mata akan mendiagnosis dengan melakukan tanya jawab seputar gejala dan riwayat kesehatan pengidap. Pemeriksaan diikuti dengan serangkaian pemeriksaan fisik berupa kondisi penglihatan dan struktur bola mata. Pemeriksaan struktur mata akan membantu dokter mengetahui luasnya infeksi pada kornea mata, serta pengaruhnya terhadap bagian bola mata lainnya.

Pengambilan sampel cairan yang keluar dari mata juga diperlukan guna mengetahui penyebab pasti dari peradangan kornea. Jika diperlukan, tes darah juga dianjurkan untuk mengetahui adanya penyakit lain yang mendasari peradangan pada kornea mata. Setelah diketahui pasti adanya keratitis pada pengidap, langkah pengobatan yang diberikan akan berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan, penyebab, serta kondisi kesehatan pengidap secara keseluruhan.

Baca juga: Kenali Gejala dari Keratitis yang Mengganggu Kesehatan Mata

Jika keratitis termasuk dalam penyakit non-infeksi, kondisi tersebut biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika terlalu mengganggu, dokter akan memberikan obat dan memakaikan penutup mata sampai kondisi membaik. Jika peradangan kornea disebabkan oleh infeksi, berikut obat yang akan diberikan:

  • Obat antivirus, yang digunakan untuk mengatasi keratitis akibat herpes simplex atau herpes zoster.
  • Obat antibiotik, yang digunakan untuk mengatasi keratitis akibat infeksi bakteri.
  • Obat antijamur, yang digunakan untuk mengatasi keratitis akibat infeksi jamur.

Sebagian besar obat yang diberikan dokter adalah berbentuk tetes mata. Jika diperlukan, dokter akan memberikan obat dalam bentuk tablet untuk mengatasi infeksi akibat bakteri, jamur, atau virus.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Keratitis?
Healthline. Diakses pada 2020. What is Keratitis?
MedicineNet. Diakses pada 2020. Keratitis.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. What Is Keratitis?