7 Faktor Risiko yang Bisa Sebabkan Pneumonia Aspirasi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
7 Faktor Risiko yang Bisa Sebabkan Pneumonia Aspirasi

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit paru-paru, pneumonia aspirasi merupakan salah satu kondisi yang mesti diwaspadai. Karena, kondisi ini adalah lanjutan dari komplikasi aspirasi paru.

Pneumonia aspirasi ini merupakan peradangan pada paru-paru (pneumonia) yang disebabkan karena masuknya benda asing ke dalam paru-paru, biasanya benda asing ini berupa makanan, minuman, ataupun hal lain yang ditelan.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang tersedak saat makan, dan makanan menjadi masuk ke dalam rongga paru bukan rongga pencernaan. Bakteri dan zat asing lain yang dibawa makanan dapat menyebabkan infeksi pada paru-paru.

Lalu, apa sih faktor risiko yang bisa meningkatkan seseorang terserang pneumonia aspirasi?

Baca juga: Yang Terjadi Ketika Tubuh Terkena Pneumonia

Ditandai Sederet Gejala

Seseorang yang mengidap pneumonia aspirasi tak hanya merasakan satu-dua gejala sajal. Pasalnya, pneumonia aspirasi bisa menimbulkan berbagai gejala pada pengidapnya. Nah, berikut ini beberapa gejala yang bisa muncul. 

  • Nyeri dada.

  • Mengi.

  • Batuk dengan riak berwarna kehijauan, riak berdarah, ataupun berbau busuk.

  • Sesak napas.

  • Keringat berlebih.

  • Kebiruan pada kulit.

  • Kelelahan.

  • Kesulitan menelan.

  • Bau napas.

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Biang keladi utama dari pneumonia aspirasi adalah terganggunya kemampuan pertahanan paru-paru karena bakteri berbahaya dalam jumlah banyak. Bakteri ini biasanya masuk bersama benda asing, seperti makanan, minuman, ataupun air liur yang masuk ke dalam saluran pernapasan.

Umumnya, hal ini disebabkan karena tersedang. Namun, ada pula beberapa kondisi medis lain yang menyebabkan  terjadinya pneumonia aspirasi. Misalnya: 

  • Kelainan neurologis, terutama pada saraf yang mengatur daerah kerongkongan untuk memasukkan makanan ke dalam lambung.

  • Kanker esofagus, sehingga terjadi sumbatan pada esofagus dan makanan tidak dapat masuk ke dalam lambung.

  • Penyakit parkinson.

  • Dalam pengaruh anestesi sedatif, sehingga tidak dapat mengendalikan otot esofagus.

  • Sistem imun yang lemah. 

  • Masalah pada daerah sekitar gigi dan mulut, sehingga mengganggu proses menelan.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengobati Pneumonia

Selain kondisi di atas, ada pula beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan terjadinya pneumonia aspirasi. Misalnya: 

  1. Gangguan kesadaran.

  2. Penyakit paru obstruktif kronis.

  3. Kondisi kejang berulang.

  4. Mengidap stroke.

  5. Setelah mendapatkan terapi radiasi di daerah kepala dan leher.

  6. Penggunaan nasogastric tubuh, selang yang dipasang hidung untuk pemberian makanan. 

  7. Kelainan saraf, seperti multiple sclerosis atau parkinson. 

Berbeda dengan Pneumonia

Lain pneumonia lain pula pneumonia aspirasi. Meski sama-sama bisa menginfeksi paru-paru, tapi penyebab kedua penyakit ini berbeda. Pneumonia sering disederhanakan sebagai infeksi saluran paru-paru. Biang keladinya adalah bakteri yang bisa beragam, tapi yang paling sering ditemui di Indonesia adalah Streptococcus pneumoniae.

Berdasarkan organisme dan tempat penyebarannya, pneumonia dibedakan menjadi dua, yaitu pneumonia komunitas yang penyebarannya terjadi di komunitas (lingkungan umum) dan pneumonia yang ditularkan di rumah sakit. 

Organisme yang menyebabkan pneumonia ditularkan di lingkungan umum berbeda dengan yang ditularkan di rumah sakit. Di samping itu, biasanya organisme yang menyebabkan pneumonia yang ditularkan di rumah sakit lebih sulit untuk diobati.

Contoh organisme yang menyebabkan pneumonia yang ditularkan tempat umum, seperti: 

  • Bakteri, yang paling sering adalah Streptococcus pneumoniae.

  • Organisme yang menyerupai bakteri, Mycoplasma pneumonia.

  • Jamur, biasanya jamur akan menyerang orang dengan gangguan sistem imun.

  • Virus.

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?