7 Faktor yang Tingkatkan Risiko Terjadinya Melena

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
7 Faktor yang Tingkatkan Risiko Terjadinya Melena

Halodoc, Jakarta – Melena atau perdarahan gastrointestinal yang menyebabkan feses berwarna hitam. Kondisi ini disebabkan karena tinja telah bercampur dengan darah ataupun keluar secara terpisah.  Melena bukan kondisi medis, namun ini merupakan sebuah gejala yang menandai kondisi tertentu.

Baca Juga: Mengidap Melena, Kapan Operasi Diperlukan?

Banyak kondisi yang menyebabkan jenis perdarahan saat BAB. Beberapa dari kondisi ini serius atau tidak. Oleh sebab itu, penting untuk segera menindaklanjuti dengan dokter jika melihat darah di tinja.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Melena

Melena ditandai dengan tinja berwarna hitam dan lembap. Darah biasanya hitam pekat, mirip dengan tinta dari pulpen hitam. Tinja mungkin terlihat atau terasa lengket. Warna gelap disebabkan karena darah harus melakukan perjalanan lebih jauh ke saluran pencernaan. Setelah mencapai anus, darah sudah dideoksigenasi, sehingga menghilangkan warna merah terang. 

Ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang rentan mengalami kondisi ini. Berikut sejumlah penyakit yang bisa memicu terjadinya melena, yaitu:

  • Divertikulitis;

  • Penyakit radang usus, seperti irritable bowel syndrome, penyakit Crohn, dan kolitis ulseratif;

  • Diare parah;

  • Angiodysplasia.

Bagaimana Cara Mengobati Melena?

Pengobatan melena tergantung pada penyakit apa yang mendasarinya. Ini jenis pengobatan yang bisa dipilih berdasarkan penyebab melena, yaitu:

  • Bila melena disebabkan karena maag, obat-obatan untuk mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung mungkin diperlukan.

  • Pengidap mungkin juga memerlukan obat untuk mencegah aliran darah ke bagian luka atau sobekan.

  • Ubah konsumsi obat-obatan yang dicurigai dapat menyebabkan melena. Obat-obatan yang sering memicu kondisi ini, termasuk NSAID dan pengencer darah. 

  • Endoskopi digunakan untuk mengobati penyebab perdarahan.

  • Transfusi darah mungkin diperlukan jika pengidap kehilangan banyak darah.

  • Pembedahan mungkin diperlukan jika pengidap mengalami pendarahan hebat atau perawatan lain tidak berhasil. Pembedahan dapat memperbaiki robekan pada lapisan perut atau usus.

Baca Juga: Cegah Melena dengan Menghindari 3 Makanan dan Minuman Ini 

Tips untuk Mengelola dan Mencegah Timbulnya Melena

  • Pertimbangkan NSAID atau aspirin. Obat-obatan ini menyebabkan perdarahan gastrointestinal. Sebelum mengonsumsinya, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter terkait risikonya. Kalau kamu ingin tahu seputar risiko obat-obatan yang sedang diminum, tanyakan kepada dokter lewat aplikasi Halodoc. Hubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

  • Jangan merokok. Nikotin merusak pembuluh darah. Rokok elektronik maupun tembakau tanpa asap masih mengandung nikotin. 

  • Jangan minum alkohol atau kafein. Alkohol dan kafein mampu mengiritasi perut. Lapisan perut atau usus juga bisa rusak saat kamu terlalu sering mengonsumsi alkohol atau kafein.

  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi. Contoh makanan sehat yang wajib dikonsumsi yaitu buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan seperti lentil. Makanan sehat dapat membantu menyembuhkan penyakit dan meningkatkan energi.

  • Minumlah cairan ekstra sesuai petunjuk. Tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan berapa banyak cairan untuk diminum setiap hari dan jenis cairan mana yang terbaik.

Baca Juga: Makanan Sehat yang Ampuh Mencegah Melena

Itulah sejumlah informasi terkait melena yang kamu ketahui. Jangan lupa untuk penuhi asupan serat harian agar BAB tetap lancar.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What’s the Difference Between Hematochezia and Melena?.
Drugs. Diakses pada 2019. Melena.