Mengidap Melena, Kapan Operasi Diperlukan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mengidap Melena, Kapan Operasi Diperlukan?

Halodoc, Jakarta - Saat buang air besar, kita dapat menilai kondisi kesehatan melalui warna feses. Pada kondisi yang sehat, feses memiliki warna kuning pucat atau kehijau-hijauan. Teksturnya agak padat dan tidak cair. Namun, warna feses pun mungkin berbeda dari biasanya, misalnya berwarna hitam. Dalam istilah medis, kondisi ini dikaitkan dengan penyakit melena. 

Melena atau feses yang menghitam terjadi karena perdarahan pada saluran cerna, yang biasanya adalah bagian atas seperti kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari. Ini bukan kondisi yang bisa disepelekan, apalagi jika kondisi perdarahan terjadi secara tiba-tiba dalam jumlah banyak, hingga menimbulkan syok.

Baca juga: 5 Penyakit Ini Bisa Dideteksi Melalui Cek Feses

Perlukah Operasi Dilakukan untuk Atasi Melena?

Operasi sebenarnya bukan satu-satunya pengobatan yang bisa dilakukan. Namun, ia baru bisa dilakukan jika melena yang terjadi tidak ditemukan sumber perdarahannya. Atau pada saat upaya penanganan lain tidak berhasil mengatasinya. Operasi bisa dilakukan untuk mengangkat serta memperbaiki dinding lambung atau usus 12 jari yang robek, sehingga perdarahan bisa dihentikan. Untuk informasi lebih lengkap mengenai pengobatan melena, kamu bisa menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter berpengalaman akan berusaha memberikan informasi lengkap yang kamu butuhkan.

Apa Saja Gejala yang Akan Terjadi Saat Alami Melena?

Tidak hanya feses yang berubah menjadi hitam, melena bisa menyebabkan beberapa gejala lain yang wajib diwaspadai. Feses yang dikeluarkan tidak hanya hitam, mereka juga bisa jadi lebih lengket atau kental, serta memiliki aroma yang lebih busuk.  Beberapa gejala lain yang bisa dirasakan pengidapnya antara lain: 

  • Muntah yang terlihat seperti warna kopi (muntah darah);

  • Nyeri pada area perut.

Kapan Pengidapnya Harus Dibawa Ke Dokter?

Saat kamu melihat feses berubah hitam atau gelap dengan diiringi rasa tidak nyaman pada perut, maka harus segera memeriksakan diri ke dokter. Perubahan warna feses ini bisa jadi menandakan perdarahan saluran pencernaan, sehingga dokter perlu melakukan pemeriksaan guna mengetahui asal perdarahan sehingga langkah pengobatan bisa segera dilakukan. 

Tidak hanya itu, perdarahan juga bisa menyebabkan pengidapnya alami syok, gejalanya bisa meliputi: 

  • Pusing;

  • Berkunang-kunang;

  • Keringat dingin;

  • Urine menjadi sedikit;

  • Jantung berdebar;

  • Sesak napas;

  • Tidak sadarkan diri.

Kondisi ini termasuk kondisi gawat darurat, sehingga pengidapnya perlu mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

Baca juga: Pemeriksaan Kesehatan untuk Mendiagnosis Melena

Lantas, Hal Apa Saja yang Bisa Sebabkan Melena Terjadi?

Melena muncul akibat adanya perdarahan saluran pencernaan bagian atas. Sementara itu, beberapa penyebab dari perdarahan saluran atas banyak jenisnya, antara lain: 

  • Tukak lambung dan ulkus duodenum. Tukak lambung adalah luka yang terjadi pada dinding lambung, sementara ulkus duodenum merupakan luka pada usus 12 jari. Kedua jenis luka ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori atau konsumsi obat antiinflamasi non-steroid dalam jangka waktu yang lama.

  • Robekan pada dinding kerongkongan. Kondisi ini dikenal dengan sindrom Mallory-Weis, yang terjadi pada mereka yang kecanduan alkohol. Akibat kondisi ini, robekan bisa menyebabkan perdarahan yang hebat.

  • Pecah varises pada kerongkongan. Kondisi saat varises esofagus bisa sebabkan melena.  Varises adalah pelebaran pembuluh darah vena yang rentan mengalami robekan dan perdarahan pada area saluran cerna atas.

  • Peradangan Kerongkongan (esophagitis). Peradangan di kerongkongan bisa dialami oleh pengidap penyakit refluks asam lambung (GERD). Asam lambung yang naik ke kerongkongan mengakibatkan peradangan dan merusak jaringan di kerongkongan yang sebabkan perdarahan. 

Baca juga: Makanan Sehat yang Ampuh Mencegah Melena

Tidak hanya itu, kondisi melena bisa dipicu akibat kanker esofagus atau kanker lambung. Tindakan  medis, seperti endoskopi atau radioterapi, juga bisa mengakibatkan perdarahan saluran pencernaan bagian atas, sehingga menyebabkan feses yang keluar berwarna hitam pekat. 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Gastrointestinal Bleeding
Drugs. Diakses pada 2019. Melena