7 Gangguan Psikologi yang Bisa Muncul dalam Masa Pertumbuhan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
7 Gangguan Psikologi yang Bisa Muncul dalam Masa Pertumbuhan

Halodoc, Jakarta – Dalam masa pertumbuhannya, anak-anak dan remaja akan mengalami perubahan, baik dari sisi fisik maupun emosional. Namun dari semua perubahan tersebut, bagaimana orang tua bisa mengetahui perubahan mana yang normal dan mana yang merupakan gangguan

Faktanya, menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Here to Help, penyakit mental sangat umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Penyakit mental dapat memengaruhi kinerja anak-anak di sekolah dan bagaimana mereka membentuk hubungan dengan anak-anak dan orang dewasa lainnya. Baca lebih lanjut mengenai gangguan psikologi dalam masa pertumbuhan di sini!

Gangguan Psikologi pada Anak dan Remaja

Penyakit mental jika tidak ditangani sejak dini dapat cukup mengganggu perkembangan normal anak, sehingga dapat memengaruhi selama sisa hidupnya. Berikut ini beberapa penyakit mental umum yang menyerang anak-anak dan remaja:

Baca juga: 5 Gangguan Mental yang Kerap Dialami Anak Milenial

  1. Gangguan Kecemasan 

Gangguan Ini adalah jenis penyakit paling umum yang menyerang anak-anak dan remaja. Sekitar 6 persen anak-anak mengalami gangguan kecemasan di beberapa titik. Gangguan kecemasan dapat menyebabkan anak-anak menjadi sangat takut pada hal-hal atau situasi sampai-sampai mengganggu kehidupan sehari-hari.

  1. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) 

Mempengaruhi hampir di bawah 5  anak-anak pada waktu tertentu. ADHD mempersulit anak-anak untuk memusatkan perhatian mereka. Seorang anak dengan ADHD juga lebih impulsif dan lebih sulit untuk tenang daripada anak-anak lain.

Gangguan jenis ini bisa menyebabkan anak-anak menjadi sangat agresif dan destruktif terhadap orang lain, hewan peliharaan, atau barang di sekitarnya. Mereka mungkin juga tampak seperti mereka tidak peduli tentang aturan-aturan penting, tetapi mendasar, misalnya bolos sekolah secara teratur atau melarikan diri dari rumah.

  1. Depresi 

Ini gangguan mood yang muncul paling sering selama masa remaja. Sekitar 3,5 persen anak muda mengalami depresi yang dapat memengaruhi sikap dan emosi anak atau remaja. Gangguan ini dapat membuat anak merasa sedih atau kesal luar biasa dalam kurun waktu tertentu. 

  1. Gangguan Bipolar 

Biasanya gangguan bipolar dimulai selama masa remaja. Gangguan bipolar dapat menyebabkan suasana hati orang muda berubah-ubah antara suasana hati yang sangat tinggi, yang disebut mania dan suasana hati yang sangat rendah yang disebut depresi.

  1. Gangguan Makan

Sangat jarang terjadi pada anak-anak kecil, tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Anoreksia menyerang hingga 1 persen remaja pria dan wanita berusia 15–24 tahun, dan bulimia menyerang hingga 3 persen.

Baca juga: Hubungan Asmara Juga Butuh Ilmu Psikologi

Gangguan makan melibatkan citra tubuh yang terdistorsi bersama dengan perilaku berbahaya yang serius untuk mengatur makanan dan berat badan, membuatnya sulit untuk menyehatkan diri sendiri dengan baik.

  1. Skizofrenia 

Gangguan ini muncul antara usia 15 dan 25 tahun. Skizofrenia menyulitkan orang untuk berpikir dan berbicara dengan cara yang terorganisir. Ini juga dapat menyebabkan orang kehilangan kontak dengan kenyataan.

  1. Bunuh Diri 

Sering kali terjadi bersamaan dengan penyakit mental. Bunuh diri menjadi penyebab utama kematian kedua di antara 15 hingga 24 tahun di seluruh dunia. 

Bagaimana kesehatan mental bisa memengaruhi gangguan pertumbuhan? Ada beberapa situasi yang meningkatkan risiko anak mengalami gangguan psikologi, yaitu memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mental, berada di lingkungan baru, dan pernah mengalami atau menghadapi trauma termasuk pelecehan.

Kalau orangtua butuh informasi lebih jelas mengenai hal ini, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orang tua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor pasangan bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Here to help. Diakses pada 2019. Mental Illnesses in Children and Youth.
World Health Organization. Diakses pada 2019. Adolescent mental health.