• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 Juli 2021
7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

"Saat seorang wanita mengalami menstruasi, ia akan mengalami berbagai gejala. Gejalanya bisa ringan seperti nyeri dan bisa segera hilang dengan istirahat. Namun ada juga tanda haid yang tidak normal yang bisa dialami wanita. Jika gejala ini terjadi, sangat oentung untuk memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat."


Halodoc, Jakarta - Setiap wanita akan memiliki periode menstruasi yang berbeda. Ada yang mengalami menstruasi selama tiga hari saja sementara yang lain mungkin mengalaminya selama seminggu penuh. Selain itu, intensitas darah yang keluar juga berbeda-beda, ada yang ringan hingga berat sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. Akibat gejala yang berat, tidak jarang juga wanita memutuskan untuk tidak beraktivitas pada hari pertama menstruasi.

Sebetulnya, selama periode menstruasi tetap konsisten, seorang wanita sebetulnya tidak perlu merasa khawatir. Namun, ia harus tetap waspada jika mengalami perubahan pada siklus menstruasi bulanan karena kondisi ini mungkin memerlukan penanganan khusus.

Baca juga: Telat Menstruasi Belum Tentu Hamil, Jangan Panik Dulu!

Tanda Haid Tidak Normal

Berikut ini adalah beberapa tanda haid tidak normal yang perlu segera kamu periksakan ke dokter, di antaranya:

Telat Menstruasi

Ini adalah tanda haid yang tidak normal pertama. Beberapa wanita bisa saja memiliki menstruasi yang lebih teratur daripada yang lain, tetapi sebagian besar mendapatkan menstruasi sekitar sekali setiap 28 hari. Jika haid tiba-tiba berhenti, mungkin ada beberapa alasannya, salah satu kemungkinan adalah kehamilan, dan tes kehamilan dapat dengan cepat dan mudah menentukan jawabannya.

Namun jika kehamilan bukan penyebabnya, terdapat beberapa hal yang bisa sebabkan menstruasi datang terlambat, seperti olahraga yang terlalu intens, kenaikan berat badan, penggunaan pil KB berkelanjutan, sindrom ovarium polikistik (PCOS), stres berat, atau perimenopause.

Perdarahan Berat

Volume darah periode bisa bervariasi tiap wanita. Jika kamu membutuhkan satu atau lebih banyak pembalut selama waktu singkat, ini bisa jadi gejala dari menorrhagia. Parahnya lagi, kondisi ini bisa terjadi bersamaan dengan tanda-tanda anemia, seperti kelelahan atau sesak napas. Jika kamu mengalami kondisi ini, sangat disarankan untuk menemui dokter spesialis kandungan di rumah sakit. Supaya lebih praktis, segera buat janji dengan dokter di rumah sakit menggunakan aplikasi Halodoc

Menstruasi Terlalu Sebentar atau Terlalu Lama 

Periode normal menstruasi dapat berlangsung antara dua hingga tujuh hari. Penggunaan kontrasepsi hormonal juga dapat mempersingkat siklus. Periode menuju menopause juga bisa mengganggu siklus normal. Namun, ketika haid tiba-tiba menjadi jauh lebih singkat, ini bisa saja menjadi tanda dari beberapa penyakit, misalnya ketidakseimbangan hormon, fibroid, atau polip.

Baca juga:  Ini Manfaat Berolahraga saat Haid

Kram yang Cukup Intens

Tanda haid yang tidak normal selanjutnya adalah kram yang cukup intens. Kondisi ini disebabkan oleh kontraksi uterus yang mendorong keluar lapisan uterus. Kram biasanya dimulai satu atau dua hari sebelum haid dimulai, dan berlangsung selama dua hingga empat hari. Bagi beberapa wanita, kram ringan dan tidak mengganggu. Sementara wanita lain memiliki kram yang lebih parah, yang disebut dismenore. Kemungkinan penyebab lain kram menyakitkan termasuk fibroid, penggunaan IUD, endometriosis, adenomyosis, penyakit radang panggul (PID), dan penyakit menular seksual (PMS). 

Perdarahan di antara Periode Menstruasi

Ada beberapa alasan mengapa seorang wanita mengalami kemunculan flek atau perdarahan di sela-sela periode menstruasi. Beberapa penyebab tersebut adalah perubahan dalam kontrol kelahiran, dan yang lainnya memerlukan perawatan oleh dokter. Penyebab perdarahan di antara periode menstruasi ini bisa terjadi akibat melewatkan atau mengubah pil KB, PMS seperti klamidia atau gonore, PCOS, cedera pada vagina (seperti saat berhubungan seksual), polip atau fibroid uterus, kehamilan, kehamilan ektopik atau keguguran, perimenopause, kanker serviks, ovarium, atau rahim.

Nyeri Payudara

Payudara mungkin terasa sedikit lunak selama menstruasi, ini karena terjadi fluktuasi kadar hormon. Terkadang ada rasa sakit tepat di ketiak di mana ada beberapa jaringan payudara yang disebut Tail of Spence. Jika payudara sakit atau sakit tidak seperti siklus bulanan, kamu harus mewaspadainya. Meskipun nyeri payudara biasanya bukan karena kanker, tetapi itu bisa merupakan gejala penyakit yang serius. 

Diare atau Muntah

Tanda haid yang tidak normal selanjutnya adalah sakit perut saat menstruasi. Setidaknya 73 persen wanita melaporkan mengalami sakit perut, diare, atau keduanya sekitar waktu menstruasi mereka. Jika gejala-gejala ini tampak tidak normal, ini bisa mengindikasikan kondisi medis yang serius. Diare atau muntah yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi, maka pemeriksaan di rumah sakit perlu segera dilakukan. 

Baca juga: Sering Terlambat, Adakah Cara agar Menstruasi Lancar?

Itulah gejala tidak normal selama menstruasi yang perlu diwaspadai. Segera lakukan pemeriksaan dengan dokter jika kamu mengalami satu atau beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas.

Ingat, penanganan yang dilakukan sejak awal akan membantu terhindar dari risiko penyakit yang tidak diinginkan. Selain itu, hampir semua jenis penyakit yang mendapat perawatan sejak awal biasanya bisa lebih mudah untuk disembuhkan. 

Referensi:
Better Health Channel. Diakses pada 2021. Menstruation - Abnormal Bleeding.
Cleveland Clinic. DIakses pada 2019. Abnormal Menstruation.
Healthline. Diakses pada 2019. 7 Period Symptoms No Woman Should Ignore.