• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Tips Mencegah Tubuh Dehidrasi Saat Puasa Ramadan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Tips Mencegah Tubuh Dehidrasi Saat Puasa Ramadan

7 Tips Mencegah Tubuh Dehidrasi Saat Puasa Ramadan

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 12 April 2022

“Tubuh rentan mengalami dehidrasi saat puasa karena tidak mendapatkan asupan cairan selama 12 jam. Karena itu, penting untuk menyiasati waktu sahur dan buka puasa demi memenuhi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.”

7 Tips Mencegah Tubuh Dehidrasi Saat Puasa Ramadan

Halodoc, Jakarta – Kamu tidak minum selama kurang lebih 12 jam saat puasa, sehingga otomatis cairan tubuh pun berkurang. Ditambah lagi jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan, maka kamu berisiko mengalami dehidrasi. 

Meskipun dehidrasi yang terjadi saat puasa biasanya ringan dan tidak menimbulkan dampak serius, tapi tetap saja kondisi tersebut tidak boleh disepelekan. Pasalnya, dehidrasi bisa menimbulkan gejala seperti pusing, sakit kepala dan lemas. Hal itu tentu akan mengganggu kamu untuk beraktivitas dengan maksimal. Karena itu, simak tips mencegah tubuh dehidrasi saat puasa di sini.

Tips Mencegah Dehidrasi Saat Puasa

70 persen tubuh manusia terdiri dari cairan. Itulah sebabnya menjaga kadar cairan sangat penting agar fungsi tubuh dapat berjalan normal. Saat puasa, kamu perlu menyiasati agar kebutuhan cairan ini tetap terpenuhi. Berikut tips-tips yang bisa kamu lakukan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama puasa:

1. Usahakan Tetap Minum Air Sesuai Kebutuhan

Sebenarnya kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh, usia, jenis kelamin, suhu lingkungan, jenis makanan yang dikonsumsi, dan jenis aktivitasnya. Namun, memang rata-rata orang dewasa membutuhkan setidaknya dua liter air perhari yang bisa dibagi menjadi 8 gelas air. 

Nah, saat puasa, kamu bisa tetap memenuhi kebutuhan cairan ini dengan menerapkan aturan 2-4-2. Artinya 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat berbuka puasa, dan 2 gelas sebelum tidur atau menjelang sahur. 

2. Perbanyak Minum Menjelang Sahur

Kalau kamu takut kembung karena kebanyakan minum saat makan sahur, kamu bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan minum sesaat sebelum tidur di malam hari. Bahkan jika kamu terbangun di malam hari, usahakan juga untuk minum air sebelum kamu kembali tidur. Hal ini agar kebutuhan cairanmu dalam sehari dapat terpenuhi.

3. Selalu Usahakan Minum Air Putih

Menghilangkan dahaga sehabis puasa memang bisa dengan mengonsumsi minuman apa saja. Namun, sumber cairan terbaik dan paling sehat tetaplah air putih. Selain mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh, minum air putih tidak akan memberi dampak buruk untuk kesehatanmu. Malah kamu akan terhindar dari risiko terkena berbagai gangguan penyakit dengan rajin minum air putih. 

Hindari juga mengonsumsi minuman berkafein atau memiliki kandungan gula tinggi, terutama saat sahur, untuk mencegah dehidrasi saat puasa. Hal itu karena minuman tersebut dapat membuatmu kehausan dalam beberapa jam kemudian.

4. Kurangi Makanan Asin Saat Sahur

Baru menjalani beberapa jam puasa sudah merasa haus? Mungkin itu karena kamu banyak makan makanan asin saat sahur. Makanan yang asin bisa membuatmu cepat merasa haus, bahkan sampai kekurangan cairan. Hal ini karena garam sangat berpengaruh terhadap pengaturan cairan dalam tubuh. Mengonsumsi makanan asin bisa mengacaukan pengaturan tersebut dan akhirnya membuatmu cepat haus.

5. Minum Banyak Air Bila Mengonsumsi Protein

Selain makanan asin, makanan berprotein tinggi seperti daging sapi, telur, dan gandum juga bisa membuat kamu cepat haus dan kehilangan cairan. Menurut sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan Experimental Biology, orang yang menerapkan diet protein tinggi dan menghindari karbohidrat cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi daripada yang tidak melakukannya. Jadi, untuk mencegah dehidrasi saat puasa, seimbangkan asupan gizi dalam menu sahur dan berbuka, serta perbanyaklah minum air putih jika kamu mengonsumsi makanan berprotein tinggi.

6. Buka Puasa dengan Buah-buahan dan Sayuran

Buka puasa memang sebaiknya diawali dengan mengonsumsi sesuatu yang manis agar tubuh bisa mendapatkan energi kembali. Namun, makanan manis juga bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi, alih-alih berbuka puasa dengan makanan manis, seperti kolak, cendol, dan lain-lain, konsumsilah buah-buahan yang bisa mengembalikan asupan cairan tubuh yang yang hilang. Selain buah-buahan, sayuran hijau juga bisa menjadi sumber air tambahan yang baik.

7. Hindari Melakukan Olahraga Berat

Kamu tetap dianjurkan untuk berolahraga secara rutin selama berpuasa,  agar tubuh tetap sehat dan kuat. Meski begitu, hindarilah melakukan olahraga berat untuk mencegah dehidrasi saat puasa. Sebaliknya, pilihlah olahraga yang ringan, seperti jalan kaki, jogging, yoga, atau zumba.

Itulah beberapa tips untuk mencegah dehidrasi. Kalau kamu merasa lemas, pusing, linglung, seperti mau pingsan, segera periksakan diri ke dokter, karena itu adalah tanda dehidrasi berat. Kamu juga bisa berobat ke rumah sakit pilihan kamu dengan buat janji lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap selama bulan puasa!

Referensi:
Egypt Independent. Diakses pada 2022. How to stay hydrated during Ramadan: Five helpful tips
First Response Healthcare. Diakses pada 2022. How To Maintain Diet in Ramadhan To Prevent Dehydration
Eurek Alert. Diakses pada 2022. High protein diets cause dehydration, even in trained atheletes