Puasa

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Puasa

Puasa menjadi kewajiban bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Ternyata, kegiatan menahan lapar dan dahaga yang diwajibkan selama satu bulan ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh, seperti menyehatkan jantung, ginjal, hati dan beberapa organ penting lain, juga melancarkan peredaran darah. Tak hanya itu, puasa juga mejauhkan diri dari segala pola makan dan gaya hidup yang tidak baik.

Sejatinya, puasa adalah tindakan sukarela untuk menahan nafsu makan, minum, perbuatan buruk, dan dari segala hal yang bisa membuat puasa batal untuk periode waktu tertentu. Kegiatan ini umumnya dilakukan sebagai bagian dari ibadah keagamaan atau alasan kesehatan tertentu.

Baca juga: Tips Aman Berpuasa Bagi Pengidap Kanker

 

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Manfaat puasa telah terbukti secara ilmiah. Namun, manfaat puasa terhadap kesehatan bisa hilang, jika puasa dilakukan sembarangan, lho. Berpuasa memiliki banyak manfaat terhadap mental dan juga fisik. Hal tersebut tentu saja sudah dibuktikan oleh banyak studi dan riset. Lantas, apa saja sih manfaat berpuasa bagi kesehatan?

  • Memperbaiki Fungsi Otak

Sebuah studi telah membuktikan bahwa puasa dapat memicu pertumbuhan sel saraf baru di otak. Itu sebabnya, puasa bisa membantu memperbaiki fungsi otak, termasuk melindungi otak dari risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Selain itu, puasa sebulan penuh juga bisa membentuk rute jaringan baru di otak, sehingga membantu terbentuknya pribadi manusia secara biologis, psikologis, dan fungsional.

  • Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sebuah studi melaporkan bahwa berpuasa selama tiga hari atau lebih bisa memicu proses regenerasi sistem kekebalan tubuh secara menyeluruh pada orang di segala usia. Studi lain dari Universitas South Carolina juga melaporkan bahwa berpuasa memicu sel-sel induk untuk memproduksi sel-sel darah putih baru, sehingga berdampak pada meningkatnya daya tahan tubuh untuk melawan infeksi penyakit.

  • Meningkatkan Rasa Bahagia

Secara psikis, puasa bisa menanggulangi stres dan depresi. Ini karena puasa merupakan ajang untuk mengendalikan diri, termasuk dari pikiran, perasaan, dan perilaku negatif. Oleh karena itu, setelah beberapa hari berpuasa, tubuh akan memproduksi lebih banyak endorfin, yaitu hormon yang berperan dalam mengurangi rasa sakit dan memicu perasaan senang, tenang, serta bahagia. Berdasarkan studi yang dilakukan di Moskow, Rusia, melaporkan bahwa kondisi mental seseorang bisa membaik, termasuk pada pengidap skizofrenia dengan berpuasa.

Baca juga: Puasa Mematikan Sel Kanker, Benarkah?

  • Meningkatkan Hormon Pertumbuhan Manusia

Sementara, berdasarkan laporan dan studi dari American College of Cardiology di New Orleans, Amerika Serikat melaporkan bahwa puasa bisa merangsang peningkatan hormon pertumbuhan manusia (HGH). Mengapa ini penting? Ini karena HGH sangat efektif dalam mengatur metabolisme, membangun massa otot, membakar lemak, meningkatkan kekuatan otot, dan menurunkan berat badan tanpa kehilangan otot.

  • Mengatasi Resistensi Insulin

Terlalu banyak konsumsi karbohidrat dan gula bisa membuat tubuh resisten terhadap insulin. Akibatnya, kamu lebih berisiko terkena penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan diabetes tipe-2. Dengan berpuasa, kamu melakukan salah satu cara untuk mengatasi resistensi insulin tersebut. Hal tersebut tentu saja dibuktikan oleh studi yang dipublikasikan dalam World Journal of Diabetes. Studi tersebut melaporkan bahwa puasa efektif dalam menjaga kadar gula darah (glukosa) dan berat badan pada orang yang mengidap diabetes tipe-2.

Baca juga: Ini Manfaat Puasa Bagi Pengidap Kanker Lambung

  • Menyehatkan Jantung

Studi yang dilakukan di Utah, Amerika Serikat pada 2008, menunjukkan bahwa orang yang berpuasa secara teratur memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak menjalankan puasa. Ini karena, ketika seseorang puasa secara teratur, maka tubuhnya akan beradaptasi sehingga lemak akan menjadi sumber energi utama bagi tubuh. Dampaknya, kolesterol di dalam tubuh akan berkurang, sehingga mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Referensi:
Medicalnewstoday.com. Di akses pada 2019. Fasting: Health benefits and risks.
Healthline.com. Di akses pada 2019. 8 Health Benefits of Fasting, Backed by Science.

 

Pertanyaan Seputar Puasa

Buah apa dok yang bagus untuk bumil yang lagi puasa?

Ditanyakan oleh: heniapriliawati1504

Dijawab oleh: Dr. Rizal Fadli

Makanan untuk ibu hamil yang tidak bisa dilewatkan adalah buah-buahan. Mengonsumsi buah-buahan bisa dilakukan saat sedang sahur. Pisang misalnya bisa memberikan ibu hamil energi tambahan saat sedang berpuasa, karena kandungannya yang tinggi akan kalium.

Jeruk juga bisa menjadi pilihan. Selain kaya vitamin C yang membantu menjaga kekebalan tubuh, jeruk juga mengandung folat dan serat. Kandungan air di dalam jeruk yang mencapai 90 persen juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dengan begitu, tubuh pun akan terhindar dari dehidrasi saat sedang menjalani ibadah puasa.

Alpukat dengan tambahan susu cokelat rendah lemak juga bisa dikonsumsi saat sahur. Alpukat mengandung serat, asam folat, vitamin K, kalium, tembaga, vitamin E, dan vitamin C. Kalium pada alpukat dapat membantu meredakan kram kaki yang biasa dirasakan oleh ibu hamil.

 

Dok bumil dikatakan sehat dan bisa untuk berpuasa itu tanda-tandanya seperti apa sih?

Ditanyakan oleh: saritasweet_batibana

Dijawab oleh: Dr. Rizal Fadli

Beberapa tanda kondisi ibu hamil yang dinyatakan aman dan diperbolehkan untuk ikut berpuasa antara lain:

1. Ibu Hamil Tidak Mengalami Gangguan Serius

Ibu hamil tidak mengalami mual muntah dan gangguan berat lainnya, misalnya diare. Mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil mudah untuk dilakukan. Saat tubuh tetap merasa nyaman dan aktivitas bisa terus dilanjutkan, maka ibu hamil dalam keadaan sehat.

2. Tumbuh Kembang Janin Baik

Untuk mengetahui tumbuh kembang janin dalam keadaan baik-baik saja, ibu bisa memeriksakan secara rutin ke dokter kandungan. Tumbuh kembang janin dalam keadaan baik bisa diketahui melalui hasil USG. Apakah berat badan janin sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan atau sesuai dengan usia kehamilan atau tidak.

3. Tidak Menggalami Kontraksi selama Berpuasa

Kekurangan cairan tubuh saat berpuasa wajar terjadi. Biasanya, kondisi tersebut bisa membuat kondisi perut bumil mengencang seolah-olah mengalami kontraksi (kontraksi palsu). Terkait hal tersebut, ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa ketika ibu tidak mengalami perut kencang selama berpuasa.

4. Berat Badan Tidak Menurun

Idealnya berat badan ibu hamil selalu mengalami kenaikan seiring berjalannya waktu. Begitupun berat badan janin di dalam kandungan. Dengan kata lain, ibu hamil diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa jika ibu tidak mengalami penurunan berat badan yang drastis.

5. Tidak Pusing

Pusing bisa mengindikasikan kondisi kesehatan ibu hamil, seperti tensi tidak normal atau kelelahan. Jika ibu hamil tidak mempunyai keluhan pusing, ia diperbolehkan untuk menjalani ibadah puasa. Selain itu, pastikan juga ibu hamil tidak mengalami mata berkunang-kunag maupun lemas yang bisa menjadi pertanda munculnya hipoglikrmia atau kekurangan gizi.

 

Dokter, apa betul ibu hamil yang lagi puasa di bulan Ramadan harus menghindari makanan manis?

Ditanyakan oleh: hhafidz

Dijawab oleh: Dr. Rizal Fadli

Saat sedang sahur sebaiknya tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan atau minuman manis. Pasalnya, makanan manis dapat meningkatkan kadar gula darah. Saat gula darah meningkat, maka pankreas akan melepas hormon insulin. Ketika insulin dilepas, glukosa bisa turun sampai di bawah angka normal. Ketika itu terjadi, lemas, capek, dan ngantuk bisa saja terjadi.

Begitu pun saat berbuka puasa, ibu hamil juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan atau minuman manis. Pasalnya, Jika obesitas terjadi pada ibu hamil, berbagai risiko dapat terjadi seperti preeklamsia dan diabetes gestasional.