22 May 2018

7 Tips Sederhana untuk Mendisiplinkan Anak

7 Tips Sederhana untuk Mendisiplinkan Anak

Halodoc, Jakarta – Mendisiplinkan anak terkadang memang gampang-gampang susah. Wajarlah, namanya juga anak-anak. Setuju? Meskipun begitu sebagai orangtua harus tetap mengenalkan aturan kepada mereka. Nah, bagi ibu yang mengalami kesulitan untuk mendisiplinkan Si Kecil, yuk coba tujuh tips berikut ini:

  1. Berikan Contoh

Jangan lagi bertanya siapakah contoh terbaik untuk Si Kecil, jawabannya jelas orangtua. Nah, sudah semestinya ibu dan ayah menjadi teladan yang baik untuk mereka. So, jangan harap mereka akan berbuat baik ketika orangtua memberikan contoh yang sebaliknya.

  1. Jangan Tarik Kasih Sayang

Enggak sedikit orangtua yang berusaha mendisiplinkan anaknya dengan cara yang sebenarnya keliru. Contohnya, berbagai bentuk pengabaian, menunjukkan rasa tidak suka pada anak, mengisolasi, dan lain-lain. Kalau masih bersih keras melakukan hal ini, orangtua justru mesti khawatir sebab cara seperti ini bisa berakibat buruk bagi perkembangan harga diri dan pembentukan rasa anak akan pemenuhan kasih sayang.

(Baca juga: Ini Trik Agar Anak Tidak Ngompol Lagi)

  1. Ajak Anggota Keluarga Lainnya

Ingat, jangan cuma Si Kecil saja yang harus menjalaninya. Ajaklah Si Kakak, atau anggota keluarga lainnya yang berada di rumah untuk menerapkan latihan disiplin sebagai budaya di rumah. Dengan begitu, anak enggak merasa melakukannya seorang diri.

  1. Jauhkan Hukuman Fisik

Jangan kira anak akan patuh dengan cara ini. Kata ahli, cara ini malah akan membuat anak semakin agresif nantinya. Bahkan, bisa tumbuh menjadi pribadi yang pendendam. Orangtua sebaiknya enggak menggunakan kekerasan seperti memukul, menampar, mencubit, menggucangkan badan, dan lain-lain untuk mendisiplinkannya.

Enggak cuma itu, penggunaan kata-kata yang bisa menyerang atau menyakiti perasaannya pun mesti dihindari. Pasalnya, hal ini bisa menimbulkan masalah baru bagi psikologisnya.

  1. Beri Penjelasan

Bila Si Kecil melanggar aturan, ambilah sikap tegas dan konsisten sesuai dengan hukuman yang sudah disepakati. Jangan lupa, jelaskan juga aturan yang sudah mereka langgar, apa konsekuensinya, dan mengapa hal tersebut dianggap salah. Nah, dengan begitu anak bisa memahami kesalahannya agar enggak mengulanginya lagi.

  1. Beri Apresiasi

Bila anak masih belajar, di tahap awal berilah mereka apresiasi ketika melakukan perilaku yang diharapkan. Cara ini bisa menyadari bahwa apresiasi tersebut adalah hasil dari perbuatannya. Yang perlu diingat, bijaklah dalam memberikan apresasi. Singkat kata, jangan berlebihan agar anak enggak melakukan perbuatan baik dan terpuji demi mendapatkan apesiasi dari orangtua.

(Baca juga: 5 Cara Hadapi Diabetes Pada Anak)

Sudah Bukan Jamannya Hukuman Fisik

Menurut ahli, efek negatif dari hukuman fisik ini bisa berakibat buruk pada fisik dan mental anak. Bagi mental, bisa membuat anak berperilaku agresif, tak percaya diri, dan pemalu. Agresivitas ini akan terbentuk dari kemarahan atau perasaan negatif yang tertumpuk. Jadi, ketika anak sering mendapatkan hukuman fisik, maka mungkin saja ia menjadi marah dengan keadaan, lalu menyalurkannya dalam bentuk agresivitas pada orang lain.

Nah, umumnya hukuman fisik ini biasa diterapkan pada pola asuh otoriter yang selalu mengontrol kehidupan anak. Padahal, menurut studi dari University College London, anak yang sejak kecil selalu dikontrol kehidupannya, ternyata tidak bahagia dan memiliki kesehatan mental yang rendah. Bahkan, efek jangka panjangnya  mirip dengan kondisi mental orang yang pernah ditinggal meninggal oleh seorang yang dekat dengannya.

Pola asuh otoriter memang sah-sah saja diterapkan. Kata ahli, pola asuh anak jenis ini mungkin tepat diterapkan pada anak yang memiliki masalah perilau. Misalnya, berkaitan dengan aturan jam malam. Nah, di luar masalah jam malam, orangtua bisa menerapkan pola asuh yang kamu nilai baik untuk anak, alias mengombinasikan pola asuh.

(Baca juga: Melatih Sopan Santun Pada Anak)

Ingin mengatasi gangguan kesehatan pada anak secara tepat? Ibu bisa lho, bertanya dengan dokter Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, ibu bisa mengobrol dengan dokter spesialis anak tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!