• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Faktor yang Meningkatkan Terjadinya Mioma Uteri

8 Faktor yang Meningkatkan Terjadinya Mioma Uteri

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
8 Faktor yang Meningkatkan Terjadinya Mioma Uteri

Halodoc, Jakarta - Bagi kamu kaum hawa, apa pernah mendengar masalah pada rahim bernama mioma uteri (miom)? Kalau tidak bagaimana dengan fibroid rahim? Fibroid rahim atau mioma uteri adalah pertumbuhan tumor jinak di dalam atau luar rahim. Untungnya, mioma uteri ini tidak bersifat ganas.

Ketika menyerang seseorang, jumlah dan ukuran mioma bervariasi. Meski begitu umumnya seorang wanita yang mengidap mioma uteri memiliki lebih dari satu buah tumor di dalam rahimnya.

Fibroid rahim ini sering ditemukan pada dinding rahim. Bentuknya menonjol ke rongga endometrium atau permukaan rahim. Hal yang perlu digaris bawahi, sebagian besar mioma uteri tidak bergejala ditemukan pada wanita usia 35 tahun.

Sementara itu, sebagian kecil ditemukan secara tidak sengaja sewaktu pemeriksaan rutin pada wanita usia reproduksi atau usia subur. Lalu, apa yang menjadi penyebab penyakit ini? Adakah faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya mioma uteri? 

Baca juga: Kaum Hawa Perlu Tahu Jenis-jenis Miom di Rahim

Dipicu Berbagai Faktor Risiko

Sebenarnya, hingga kini penyebab mioma uteri belum diketahui secara persis. Namun, masalah rahim yang satu ini diduga berkaitan erat dengan hormon estrogen. Hormon yang dihasilkan oleh ovarium ini bisa menyebabkan penebalan dinding rahim dalam siklus menstruasi. Nah, penebalan ini yang bisa berkembang menjadi miom. 

Di samping itu, fibroid rahim juga menunjukkan pertumbuhan maksimal selama masa reproduksi yaitu saat pengeluaran estrogen tinggi. Itulah sebabnya miom ini cenderung membesar saat wanita sedang hamil, dan mengecil saat wanita memasuki masa menopause.

Selain masalah hormonal, ada pula faktor risiko lainnya yang bisa memicu terjadinya mioma uteri. Menurut pakar di National Institutes of Health dan sumber lainnya, ada beberapa faktor risiko mioma uteri yang perlu diwaspadai, antara lain: 

  1. Usia. Sebanyak satu dari lima wanita mungkin memiliki miom selama masa subur mereka. Separuh dari semua wanita mengidap miom pada usia 50 tahun.
  2. Ras. Fibroid rahim lebih sering terjadi pada wanita Afrika Amerika, daripada wanita kulit putih, Hispanik, atau Asia.
  3. Keturunan. Bila orangtua mengidap miom, memungkinkan kita juga berisiko terserang penyakit ini.
  4. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal yang tinggi estrogen.
  5. Kebiasaan merokok.
  6. Berat badan berlebih atau obesitas. 
  7. Diet tinggi konsumsi daging merah, namun rendah sayuran hijau.
  8. Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.

Faktor risikonya sudah, bagaimana dengan gejalanya?

Baca juga: Mitos atau Fakta, Obesitas Berisiko Terserang Mioma Uteri

Kenali Gejala Mioma Uteri

Sebagian besar kasus mioma uteri biasanya tidak menimbulkan gejala pada pengidapnya. Namun, kadang kala miom bisa menimbulkan beragam keluhan pada pengidapnya. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist gejala mioma antara lain:

  • Perubahan siklus menstruasi, periode menstruasi yang lebih lama atau lebih sering.
  • Nyeri haid (kram)
  • Pendarahan vagina di luar menstruasi.
  • Anemia (karena kehilangan darah).
  • Rasa sakit pada perut atau punggung bagian bawah (sering terasa tumpul, berat dan nyeri, tetapi mungkin tajam)
  • Rasa sakit saat berhubungan seks
  • Kesulitan buang air kecil atau sering buang air kecil.
  • Sembelit, nyeri rektal, atau susah buang air besar.
  • Kram perut.
  • Rahim dan perut membesar.
  • Keguguran.

Baca juga: Alami Mioma Uteri, Inilah 6 Pilihan Pengobatannya

Nah, bagi kamu yang memiliki faktor-faktor risiko di atas, segera tanyakan pada dokter untuk mencegah terjadinya pertumbuhan fibroid rahim.

Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa membeli obat atau vitamin untuk mengatasi keluhan kesehatan melalui Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi: 
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Uterine 
American College of Obstetricians and Gynecologist. Diakses pada 2021. Uterine Fibroids
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diseases and Conditions. Uterine Fibroids.