• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Gejala Paru-Paru Basah yang Perlu Ditangani Dokter

8 Gejala Paru-Paru Basah yang Perlu Ditangani Dokter

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
8 Gejala Paru-Paru Basah yang Perlu Ditangani Dokter

“Paru-paru basah atau pneumonia adalah penyakit yang dapat mengancam jiwa bila tidak diberikan penanganan secepatnya. Terutama bagi mereka yang termasuk dalam kelompok rentan, seperti pengidap asma, perokok, lansia, hingga anak-anak. Maka dari itu, ada baiknya untuk mengetahui gejala pneumonia yang perlu penanganan langsung oleh dokter. Misalnya seperti batuk darah, kesulitan bernapas, hingga tiba-tiba pingsan.”

Halodoc, Jakarta – Paru-paru basah atau pneumonia, adalah penyakit yang harus diwaspadai. Penyakit ditandai oleh adanya peradangan pada kantung udara (alveolus) di salah satu atau lebih bagian paru-paru. Penyebabnya pun beragam dan dapat diakibatkan oleh infeksi jamur, bakteri, hingga virus pada saluran napas. Alhasil, alveoli dipenuhi dengan cairan atau nanah akibat infeksi tersebut. Selain itu, paru-paru basah juga rentan untuk dialami siapa saja, terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Penyakit yang menyerang paru-paru ini  tidak boleh disepelekan. Pasalnya, paru-paru basah dapat menimbulkan berbagai komplikasi berbahaya. Maka dari itu, ada baiknya untuk mengetahui beberapa gejala paru-paru basah yang perlu ditangani oleh dokter. Wah, apa saja ya? Yuk simak penjelasannya di sini!

Baca juga: Alami Gejala Pneumonia, Haruskah Diperiksa ke Dokter Spesialis Paru?

Kenali Gejala Pneumonia yang Perlu Ditangani Dokter

Gejala pneumonia dapat bervariasi dari yang sangat ringan sehingga membuat pengidapnya tidak menyadarinya, hingga sangat parah dan memerlukan rawat inap. Namun, melansir dari NHS, selain gejala pneumonia yang umum terjadi, ada beberapa gejala pneumonia yang perlu diwaspadai dan memerlukan penanganan secara langsung, antara lain:

  1. Mengalami kesulitan bernapas.
  2. Batuk darah.
  3. Wajah atau bibir berwarna biru.
  4. Berkeringat saat merasa kedinginan, dengan kulit pucat.
  5. Timbul ruam yang tidak kunjung hilang.
  6. Tiba-tiba pingsan.
  7. Mudah bingung dan mengantuk.
  8. Tidak buang air kecil, atau bahkan buang air kecil berlebihan. 

Menurut American Lung Association, apabila kamu atau orang terdekat merasakan gejala pneumonia seperti kesulitan bernapas, dada terasa sakit saat batuk atau bernapas, jangan tunggu penyakitnya bertambah parah. Segeralah hubungi dokter apabila merasakan gejalanya, agar penanganan dapat dilakukan sedari dini.

Pasalnya, mendapatkan perhatian medis untuk pneumonia sangatlah penting, khususnya untuk mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi. Misalnya seperti anak-anak, lansia di atas 65 tahun, pengidap asma, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Sebab, pneumonia dapat menjadi penyakit yang mengancam jiwa. 

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah pada Anak

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter spesialis paru terpercaya bila curiga sedang mengalami gejala pneumonia. Lewat fitur call/video call secara langsung, nantinya, dokter akan memberikan anjuran yang sesuai untuk kondisi yang sedang kamu alami. Apabila pemeriksaan fisik dibutuhkan, kamu juga dapat membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu. Tanpa perlu mengantri atau menunggu berlama-lama. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Pencegahan Pneumonia yang Dapat Dilakukan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna mencegah dan mengurangi risiko terserang pneumonia, antara lain: 

  1. Melakukan Vaksinasi

Flu adalah salah satu penyebab umum pneumonia atau paru-paru basah. Oleh sebab itu, mencegah flu adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah pneumonia. Selain itu, vaksinasi akan pneumonia pneumokokus juga perlu dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Lakukanlah vaksinasi pneumokokus untuk anak-anak berusia di bawah 5 tahun dan lansia yang berusia di atas 65 tahun. 

  1. Mencuci Tangan Secara Rutin

Rutin mencuci tangan dapat dilakukan guna mencegah pneumonia. Cuci lah tangan sebelum makan, saat menyajikan makanan, setelah dari toilet, dan setelah menyentuh hewan peliharaan. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran kuman yang dapat menjadi penyebab pneumonia.

  1. Berhenti Merokok

Berhenti merokok adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya pneumonia. Pasalnya, tembakau dapat merusak kemampuan paru-paru dalam melawan infeksi. Selain itu, perokok juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terserang pneumonia.

  1. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Penerapan pola hidup yang sehat dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya pneumonia. Misalnya dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, dan tidur dengan durasi yang cukup sekitar enam hingga delapan jam sehari untuk orang dewasa. Selain itu, pastikan untuk berolahraga secara rutin setidaknya 15-30 menit setiap harinya.

Baca juga: Gejalanya Mirip, Ini Bedanya Pneumonia dengan COVID-19

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

NHS. Diakses pada 2021. Pneumonia.
American Lung Association. Diakses pada 2021. Pneumonia Symptoms and Diagnosis.
American Lung Association. Diakses pada 2021. Preventing Pneumonia
Healthline. Diakses pada 2021. The 20 Best Foods for Lung Health