30 October 2018

Bahaya Tinea Capitis Bisa Bikin Kepala Pitak

Bahaya Tinea Capitis Bisa Bikin Kepala Pitak

Halodoc, Jakarta - Balita dan anak-anak dikenal mudah tertular penyakit. Pemicunya adalah daya tahan tubuh mereka yang masih belum terbentuk sempurna dan kesadaran akan kebersihan diri yang masih rendah. Tidak hanya flu yang mudah menyerang, infeksi jamur pada kulit juga rentan terjadi akibat sentuhan yang mereka lakukan. Jika infeksi yang terjadi ringan, mungkin tidak menimbulkan masalah berarti. Namun, bagaimana jadinya jika infeksi jamur yang menyerang berakibat cukup fatal? Salah satu jenis infeksi tersebut adalah tinea capitis yang menyebabkan komplikasi seperti kerontokan rambut dan luka permanen di kulit kepala atau bisa disebut pitak.

Penyebab Tinea Capitis

Tinea capitis adalah salah satu penyakit yang cukup menular dan sering dijumpai pada balita hingga anak usia sekolah. Tinea capitis disebabkan oleh satu dari beberapa jenis jamur yang disebut sebagai dermatofita. Jamur jenis ini menyerang bagian luar kulit kepala serta rambut. Penularannya juga bermacam-macam, di antaranya:

  • Manusia ke manusia, yang menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

  • Benda ke manusia, hal ini terjadi lantaran jamur penyebab penyakit ini menyebar melalui benda yang tersentuh oleh orang atau hewan yang menderita penyakit ini. Benda-benda yang bisa jadi tempat bersemayamnya jamur ini antara lain pakaian, handuk, seprai, dan sisir.

  • Hewan ke manusia, beberapa hewan peliharaan seperti anjing dan kucing menularkan jamur penyebab tinea capitis. Selain itu hewan seperti sapi, kambing, babi, dan kuda juga menularkan penyakit ini pada manusia.

Gejala Tinea Capitis

Jamur penyebab penyakit ini membuat penderitanya mengalami beberapa hal yang cukup mengganggu seperti gatal-gatal. Parahnya lagi, infeksi jamur membuat kulit kepala tampak bagian bulat yang botak, rambut yang mudah rapuh dan lepas, pitak yang kian membesar, kemerahan, bersisik, dan terkadang bengkak. Area kulit kepala bisa menjadi botak atau mengeluarkan nanah. Selain gejala-gejala tadi, tinea capitis disertai pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan demam ringan.

Pengobatan Tinea Capitis

Penderita yang terinfeksi jamur penyakit tinea capitis akan mendapatkan dua jenis obat. Obat pertama adalah antibiotik jenis  terbinafine hydrochloride dan griseofulvin yang harus diminum hingga enam minggu. Selain itu, sampo khusus diberikan untuk mencegah penyebaran infeksi dan membasmi spora jamur di kepala. Sampo yang diresepkan biasanya mengandung selenium sulfide (minimal 2,5 persen) dan ketoconazole. Penggunaan sampo ini dianjurkan sebanyak tiga kali seminggu, dan saat menggunakan sampo ini pengidap harus membiarkannya selama 5 menit terlebih dahulu agar kandungannya bekerja.

Pencegahan Tinea Capitis

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk mencegah penularan penyakit tinea capitis, yaitu:

  • Selalu menjaga kebersihan tangan.

  • Mencuci rambut dan kulit kepala secara rutin dengan sampo, terutama setelah potong rambut.

  • Tidak berbagi penggunaan barang-barang, seperti sisir, handuk, dan baju, dengan orang lain, atau meminjamkan barang-barang tersebut dengan orang lain.

  • Menghindari hewan yang terinfeksi.

  • Berbagi informasi seputar tinea capitis dengan orang lain mengenai bagaimana cara agar tidak terinfeksi beserta cara pencegahannya.

Segera bicarakan dengan dokter apabila kamu merasakan gangguan pada kulit kepala atau bagian tubuh lainnya. Kamu bisa memanfaatkan fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play, lalu tanya dokter kapan saja dan di mana saja melalui Chat dan Voice/Video Call. Jadi, yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga!

Baca juga: