Hati-Hati, Tinea Capitis Bisa Bikin Kepala Botak dan Pitak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hati-Hati, Tinea Capitis Bisa Bikin Kepala Botak dan Pitak

Halodoc, Jakarta - Bingung kenapa tiba-tiba kulit kepala jadi berisik dan pitak? Di dalam dunia medis, kondisi ini bisa saja disebabkan oleh tinea capitis. Masih asing dengan penyakit ini? Tinea capitis adalah penyakit yang disebabkan infeksi jamur dermatofita pada kulit kepala.

Pada kebanyakan kasus, kondisi ini umumnya dialami oleh anak laki-laki berusia 3-7 tahun. Namun, kondisi ini juga bisa dialami oleh orang dewasa, lho. Jangan main-main dengan tinea capitis kalau kepalamu tidak mau botak dan pitak. Mau tahu gejala dan penyebab tinea capitis? Ini penjelasan.

Baca juga: Ketombe atau Dermatitis Seboroik? Ketahui Bedanya

Dari Pitak hingga Botak

Seseorang yang mengidap tinea capitis umumnya mengalami beragam gejala. Gejala utama yang biasanya muncul, yaitu kulit kepala yang berisik dan pitak. Bahkan, tinea capitis bisa menyebabkan peradangan dan kebotakan yang meluas.

Selain kepala pitak dan kebotakan, ada gejala lainnya yang muncul, seperti:

  • Adanya pola pustula berkerak dalam satu lokasi, atau bisa pula menyebar;

  • Adanya bentuk gangguan kulit yang menyebabkan kulit kepala bersisik (seboroik);

  • Kerontokan rambut yang tidak terlalu terlihat;

  • Adanya titik hitam, tanda kerontokan rambut dari kulit kepala yang bersisik;

  • Timbulnya luka bernanah atau kerion (koreng);

  • Kulit kepala bisa terasa gatal.

Pada beberapa kasus, tinea capitis bisa menyebabkan demam ringan 37,8 hingga 38,3 derajat Celcius, atau pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Menurut ahli dalam U.S. National Library of Medicine - MedlinePlus, tinea capitis bisa menyebabkan kerontokan rambut permanen dan bekas luka yang permanen. Tuh, bikin khawatir, kan?

Baca jugaSelain Ketombe, Ternyata Ini yang Penyebab Kepala Gatal

Serangan Jamur yang Menular

Kira-kira apa sih biang keladi dari tinea capitis? Masalah kesehatan yang bisa membuat kepala pitak ini disebabkan oleh jamur dermatofita. Jamur ini bisa berkembang pada jaringan kulit. Sebagian besar kasusnya, infeksi ini sering terjadi pada kulit yang lembap dan berkeringat.

Lokasi serangannya umum terjadi di lapisan luar kulit kepala dan batang rambut. Nah, infeksi tinea lebih mungkin terjadi jika:

  • Jarang membersihkan diri, mandi atau mencuci rambut;

  • Kulit basah dalam waktu yang lama (seperti berkeringat);

  • Memiliki luka ringan pada kulit kepala.

Tinea capitis ini sering memengaruhi anak-anak dan hilang saat mereka memasuki masa pubertas. Namun, tinea capitis bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Ada satu hal yang lagi mesti diperhatikan, tinea capitis yang bikin kepala pitak ini bisa menular.

Cara penyebaran atau penularan tinea capitis beragam. Bisa dengan kontak kulit langsung dengan pengidapnya, atau dari hewan (hewan ternak, kucing, atau babi) ke manusia. Di samping itu, tinea capitis dapat menular melalui benda yang telah tercemar jamur.

Contohnya, kamu bisa terserang tinea capitis bila menggunakan barang-barang pengidapnya. Misalnya, menggunakan sisir, topi, atau pakaian yang telah digunakan oleh pengidap tinea capitis.

Jangan panik dulu setelah membaca penjelasan di atas, sebab ada beberapa tips kok yang bisa kita lakukan untuk mencegah tinea capitis.

Baca juga: Perlu Tahu Cara Atasi Gatal Pityriasis Rosea

Pencegahan Tinea Capitis

Mau tahu cara sederhana untuk mencegah tinea capitis? Berikut ini tipsnya:  

  • Selalu menjaga kebersihan tangan;

  • Mencuci rambut dan kulit kepala secara rutin dengan sampo, terutama setelah potong rambut;

  • Tidak berbagi penggunaan barang-barang, seperti sisir, handuk, dan baju, dengan orang lain, atau meminjamkan barang-barang tersebut dengan orang lain;

  • Menghindari hewan yang terinfeksi;

  • Berbagi informasi seputar tinea capitis dengan orang lain mengenai bagaimana cara agar tidak terinfeksi beserta cara pencegahannya.

Punya keluhan pada kulit kepala atau masalah lainnya?  Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan?

Referensi:
Healthline. Diakses pada Desember 2019. Ringworm of the Scalp (Tinea Capitis).
Mayo Clinic. Diakses pada Desember 2019. Diseases and Conditions. Ringworm (Scalp).
MedlinePlus. Diakses pada Desember 2019. Ringworm of The Scalp.