Mengapa Gangguan Jantung Bisa Menimbulkan Penyakit Lain?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mengapa Gangguan Jantung Bisa Menimbulkan Penyakit Lain?

Halodoc, Jakarta – Gangguan jantung erat kaitannya dengan penyakit kardiovaskular. Soalnya, ketika kamu mengidap penyakit kardiovaskular, kondisi ini kerap memengaruhi struktur dan fungsi jantung.

Beberapa penyakit yang disebabkan gangguan jantung adalah irama jantung yang tidak normal atau aritmia, penyakit jantung bawaan, penyakit otot jantung (kardiomiopati), penyakit perikardial, penyakit aorta dan sindrom marfan. Ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini, baca selanjutnya di sini!

Kondisi Kesehatan Jantung Memengaruhi Penyakit Lain

Istilah "penyakit jantung" sering digunakan secara bergantian dengan "penyakit kardiovaskular." Penyakit kardiovaskular, umumnya mengacu pada kondisi yang melibatkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada (angina), atau stroke. 

Baca juga: Ini Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung

Kondisi jantung lainnya yang dapat memengaruhi otot, katup, atau ritme jantung juga dianggap sebagai bentuk penyakit jantung. Banyak bentuk penyakit jantung dapat dicegah atau diobati dengan pilihan gaya hidup sehat.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai gangguan jantung, bisa tanyakan langsung ke HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk kamu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Kondisi Genetik Menyebabkan Gangguan Jantung

Sejatinya anggota keluarga berbagi gen, perilaku, gaya hidup, dan lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan mereka dan risiko penyakit. Penyakit jantung dapat menurun secara genetik dalam keluarga. Dan risiko untuk penyakit jantung dapat meningkat berdasarkan usia, ras, dan etnis.

Ketika anggota keluarga melewati sifat-sifat dari satu generasi ke generasi melalui gen, proses itu disebut hereditas. Faktor genetik kemungkinan memainkan peran dalam tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kondisi terkait lainnya. Namun, ada kemungkinan juga bahwa orang dengan riwayat keluarga dengan penyakit jantung berbagi lingkungan, kebiasaan, serta faktor potensial lainnya yang meningkatkan terjadinya risiko.

Risiko penyakit jantung dapat meningkat, bahkan lebih ketika faktor keturunan bergabung dengan pilihan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan makan-makanan yang tidak sehat.

Ketahui Gejalanya

Gejala penyakit jantung bisa jadi berbeda untuk pria dan wanita. Misalnya, pria lebih cenderung mengalami nyeri dada sedangkan wanita lebih cenderung memiliki gejala lain bersama dengan ketidaknyamanan dada, seperti sesak napas, mual dan kelelahan yang ekstrim. Gejala dapat termasuk:

  1. Nyeri dada, sesak dada, tekanan dada dan ketidaknyamanan dada (angina).
  2. Sesak napas.
  3. Rasa sakit, mati rasa, lemah atau dingin di kaki dan lengan jika pembuluh darah di bagian tubuh yang menyempit.
  4. Nyeri di leher, rahang, tenggorokan, perut bagian atas, atau punggung

Baca juga: Ini Bedanya Serangan Jantung dan Serangan Panik

Kamu mungkin tidak didiagnosis menderita penyakit tertentu sebelum akhirnya mengalami serangan jantung, angina, stroke, atau gagal jantung. Penting untuk memperhatikan gejala kardiovaskular dan mendiskusikan kekhawatiran tersebut dengan dokter. Penyakit kardiovaskular kadang-kadang dapat ditemukan dini dengan evaluasi teratur.

Ada sejumlah pilihan gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Ini termasuk:

  1. Mengonsumsi makanan tinggi kolesterol.
  2. Merokok.
  3. Kelebihan berat badan dan obesitas.
  4. Diabetes.
  5. Konsumsi junk food.
  6. Jarang berolahraga.

Sejatinya, perawatan untuk gangguan jantung disesuaikan dengan penyebabnya. Berbagai macam obat tersedia untuk sebagian besar kondisi jantung. Banyak yang diresepkan untuk mencegah pembekuan darah, tetapi beberapa melayani tujuan lain.

Dokter akan berkoordinasi dengan kamu untuk menemukan obat yang aman dan efektif. Umumnya, dokter juga akan menggunakan obat-obatan untuk mengobati kondisi yang mendasarinya yang dapat memengaruhi jantung, seperti diabetes sebelum menjadi masalah.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. Family History and Other Characteristics That Increase Risk for Heart Disease.
WebMD. Diakses pada 2019. Heart and Cardiovascular Diseases.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Everything you need to know about heart disease.