13 March 2019

Ada Benjolan yang Terasa Nyeri di Anus, Hati-Hati Gejala Kanker Anus

Ada Benjolan yang Terasa Nyeri di Anus, Hati-Hati Gejala Kanker Anus

Halodoc, Jakarta – Terkadang kanker anus tidak menimbulkan gejala sama sekali. Tapi, perdarahan seringkali merupakan tanda pertama penyakit tersebut. Pendarahan biasanya kecil. Pada awalnya, kebanyakan orang menganggap perdarahan disebabkan oleh wasir (nyeri, pembengkakan pembuluh darah di anus yang mungkin berdarah). Padahal, ini penyebab pendarahan dubur yang jinak dan cukup umum.

Gejala penting kanker dubur, meliputi:

  1. Pendarahan dubur

  2. Gatal di area dubur

  3. Benjolan atau massa pada pembukaan anus

  4. Rasa sakit atau perasaan penuh di daerah anus

  5. Penyempitan feses atau perubahan lain dalam buang air besar

  6. Sesuatu yang abnormal dari anus

  7. Pembengkakan kelenjar getah bening di daerah anal atau selangkangan

Paling sering jenis-jenis gejala ini lebih mungkin disebabkan oleh kondisi jinak (non-kanker), seperti wasir, celah anal, atau kutil dubur. Tapi, jika kamu memiliki gejala-gejala ini, penting untuk memeriksakannya ke dokter agar penyebabnya dapat ditemukan dan diobati.

Faktor risiko adalah segala sesuatu yang memengaruhi peluang kamu terkena penyakit, seperti kanker. Kanker yang berbeda memiliki faktor risiko yang berbeda pula. Beberapa faktor risiko, seperti merokok atau diet, dapat diubah. Lainnya, seperti usia seseorang atau riwayat keluarga tidak bisa.

Baca juga: Gaya Hidup Nggak Sehat Bisa Jadi Pemicu Kanker Anus

Beberapa faktor dapat memengaruhi risiko kamu terkena kanker anus. Tapi, memiliki faktor risiko atau bahkan beberapa faktor risiko tidak berarti kamu akan terkena kanker. Banyak orang dengan faktor risiko tidak pernah mengembangkan kanker anus, sedangkan yang lain dengan penyakit ini mungkin memiliki sedikit atau tidak ada faktor risiko yang diketahui.

Sebagian besar kanker anus sel skuamosa dikaitkan dengan infeksi human papillomavirus (HPV), virus yang sama yang menyebabkan kanker serviks serta banyak jenis kanker lainnya. Bahkan, perempuan dengan riwayat kanker serviks (atau pra-kanker) memiliki peningkatan risiko kanker anus.

HPV adalah kelompok lebih dari 150 virus terkait. Mereka disebut papillomaviruses karena beberapa dari mereka menyebabkan papilloma, yang lebih dikenal sebagai kutil. Ada banyak subtipe HPV, namun yang paling mungkin menyebabkan kanker anus adalah HPV-16. Subtipe HPV lain dapat menyebabkan kutil di daerah genital dan anal, namun tidak kanker.

Baca juga: Ambeien Parah Bisa Sebabkan Kanker Anus?

Infeksi dengan HPV adalah umum di mana dalam kebanyakan kasus tubuh dapat menghilangkan infeksi itu sendiri. Tapi, pada beberapa orang, infeksi itu tidak hilang dan menjadi kronis. Infeksi kronis, terutama dengan tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker tertentu dari waktu ke waktu, termasuk kanker anus.

Perempuan yang mengidap kanker serviks, vagina, atau vulva berisiko lebih tinggi terkena kanker anus. Ini mungkin karena kanker ini juga disebabkan oleh infeksi HPV. Pada laki-laki, tampaknya memiliki kanker penis yang juga terkait dengan infeksi HPV akan meningkatkan risiko kanker dubur, namun hubungan ini belum ditunjukkan dalam penelitian

Baca juga: Apa Pengidap Wasir Harus Dioperasi?

Tingkat yang lebih tinggi dari kanker anus terjadi di antara orang-orang dengan kekebalan yang berkurang, seperti orang dengan AIDS atau orang yang telah menjalani transplantasi organ dan harus minum obat yang menekan sistem kekebalan tubuh mereka.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai kanker anus, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.