Kanker Anus

Pengertian Kanker Anus

Kanker anus merupakan keganasan sel yang terjadi pada anus. Kanker anus adalah keganasan yang jarang terjadi dan menyumbang hanya sebagian kecil (4 persen) dari semua kanker saluran pencernaan bawah.

Gejala Kanker Anus

Gejala kanker anus yang paling umum adalah pendarahan pada anus, nyeri, dan benjolan yang teraba. Kanker dapat dilihat dari luar sebagai benjolan yang mengalami luka  atau benjolan tersebut dapat diraba di dalam lubang anus. Bentuk kanker anus bisa seperti kutil atau bahkan tidak terlihat mata. Penderita terkadang mengalami perubahan pola buang air besar.

Penyebab Kanker Anus

Infeksi human papillomavirus (HPV) adalah penyebab kanker  anus dan luka yang dapat memicu kanker. Perilaku atau kondisi medis yang memungkinkan terjadinya  infeksi HPV atau memfasilitasi penularan HPV dapat meningkatkan risiko kanker anus.

Faktor Risiko Kanker Anus

Risiko kanker anus meningkatkan pada kondisi:

  • Riwayat kanker serviks, vagina, dan vulva.
  • Orang yang memiliki banyak pasangan seksual dan melakukan hubungan seks lewat anus.
  • Orang dengan daya tahan tubuh yang terganggu seperti pada orang dengan HIV.
  • Laki-laki yang berhubungan seksual dengan sesama jenis.
  • Penerima transplantasi organ.
  • Perokok.

Diagnosis Kanker Anus

Pasien dengan gejala kanker anus dini dapat didiagnosis awal  dengan kondisi yang ringan seperti wasir, fisura anal, atau fistula. Tahapan yang dilakukan dokter untuk diagnosis kanker anus meliputi:

  • Memeriksa lubang anus dan dubur dengan memasukkan jari yang bersarung dan dilumasi ke dalam anus. Dokter dapat merasakan adanya benjolan atau kelainan lain dalam lubang anus.
  • Melihat lubang anus dengan tabung yang dilengkapi kamera (endoskopi) untuk memeriksa saluran anus dan anus.
  • Melakukan USG pada lubang anus.
  • Mengambil sampel kecil dari jaringan yang terkena (biopsi) dan mengirim sampel ke laboratorium untuk dianalisis. Dengan melihat sel-sel di bawah mikroskop, dokter dapat menentukan apakah sel-sel itu bersifat kanker.
  • Untuk melihat penyebaran kanker apakah  telah menyebar ke kelenjar getah bening atau ke area lain di tubuh dapat dilakukan tes seperti: Komputerisasi tomografi (CT), Magnetic resonance imaging (MRI), Positron emission tomography (PET).

Pengobatan dan Efek Samping Kanker Anus

Pengobatan kanker anus terdiri dari radioterapi, kemoterapi dan pembedahan tergantung keparahan dan pola penyebaran kanker. Dokter bisa juga mengobati dengan kombinasi metode tersebut.

Pada proses kemoterapi, obat  disuntikkan ke pembuluh darah atau berupa pil yang diminum. Bahan kimia tersebut menyebar ke seluruh tubuh, membunuh sel yang tumbuh dengan cepat, seperti sel kanker. Namun kemoterapi  juga merusak sel-sel sehat yang tumbuh dengan cepat, termasuk yang ada di saluran cerna dan di folikel rambut. Hal ini menyebabkan efek samping seperti mual, muntah dan rambut rontok.

Terapi radiasi menggunakan sinar bertenaga tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel-sel kanker.  Radiasi dapat merusak jaringan sehat di dekat tempat pancaran diarahkan. Efek samping mungkin termasuk kulit kemerahan dan luka di dan di sekitar anus, serta mengeras dan menyusutnya lubang anus.

Pembedahan dapat dilakukan pada fase awal pada kanker yang sangat kecil atau pada saat kanker tidak merespons kemoterapi dan radiasi, dokter mungkin merekomendasikan operasi yang lebih luas yang disebut reseksi abdominoperineal. Selama prosedur ini dokter bedah mengangkat saluran anus, rektum, dan sebagian usus besar. Dokter bedah kemudian menempelkan bagian yang tersisa dari usus besar ke lubang di perut dan kotoran akan mengumpul dalam kantong kolostomi.

Pencegahan Kanker Anus

Beberapa upaya untuk mencegah kanker anus antara lain:

  • Penggunaan vaksin virus HPV  mengurangi kemungkinan keganasan pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.
  • Penggunaan kondom.
  • Berhenti merokok.
  • Edukasi dan informasi bahwa infeksi virus HPV yang ditularkan melalui hubungan seksual dapat menjadi kanker sehingga diharapkan selalu melakukan perilaku seksual yang aman dan sehat.

Kapan Harus ke Dokter?

Gejala kanker anus disertai dengan perilaku yang berisiko sebaiknya segera mendapat penanganan dokter terutama untuk deteksi dini.