• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kanker Anus

Kanker Anus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
kanker-anus-halodoc

Pengertian Kanker Anus

Kanker anus adalah jenis kanker yang terjadi di saluran anus, tabung pendek di ujung rektum tempat tinja keluar dari tubuh.  Kanker ini adalah jarang terjadi dan menyumbang hanya sebagian kecil (4 persen) dari semua kanker saluran pencernaan bawah.

Kanker anus sering dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan lokas awal mereka muncul, yaitu:

  • Kanker saluran anus (terjadi di atas ambang anus)
  • Kanker kulit perianal (terjadi di bawah ambang anus)

Penyebab Kanker Anus

Kanker anus terjadi ketika genetik bermutasi dan mengubah sel normal dan sehat menjadi sel abnormal. Sel-sel yang sehat tumbuh dan berkembang biak pada jumlah tertentu, dan  akhirnya akan mati pada waktu tertentu. Namun, sel-sel abnormal tumbuh dan berkembang biak di luar kendali, dan mereka tidak mati. Akumulasi sel-sel abnormal inilah yang membentuk massa (tumor). Sel kanker menyerang jaringan di dekatnya dan dapat terpisah dari tumor awal untuk menyebar ke tempat lain di tubuh (bermetastasis).

Kanker anus terkait erat dengan infeksi menular seksual yang disebut human papillomavirus (HPV). HPV terdeteksi di sebagian besar kanker dubur, sehingga infeksi virus tersebut dianggap sebagai penyebab paling umum dari kanker dubur. Perilaku atau kondisi medis juga bisa memungkinkan terjadinya infeksi HPV atau memfasilitasi penularan HPV yang dapat meningkatkan risiko kanker anus.

Faktor Risiko Kanker Anus

Risiko kanker anus meningkat pada orang dengan kondisi berikut:

  • Berusia tua. Sebagian besar kanker anus terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas.
  • Memiliki riwayat kanker serviks, vagina, dan vulva.
  • Orang yang memiliki banyak pasangan seksual dan melakukan hubungan seks lewat anus.
  • Orang dengan daya tahan tubuh yang terganggu. Contohnya pada orang dengan HIV atau orang yang mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan (obat imunosupresif).
  • Laki-laki yang berhubungan seksual dengan sesama jenis.
  • Penerima transplantasi organ.
  • Perokok.

Gejala Kanker Anus

Gejala kanker anus yang paling umum adalah pendarahan pada anus, nyeri, dan benjolan yang teraba. Kanker dapat dilihat dari luar sebagai benjolan yang mengalami luka  atau benjolan tersebut dapat diraba di dalam lubang anus. Bentuk kanker anus bisa seperti kutil atau bahkan tidak terlihat mata. Penderita terkadang mengalami perubahan pola buang air besar.

Diagnosis Kanker Anus

Pasien dengan gejala kanker anus dini dapat didiagnosis awal  dengan kondisi yang ringan seperti wasir, fisura anal, atau fistula. Tahapan yang dilakukan dokter untuk diagnosis kanker anus meliputi:

  • Memeriksa lubang anus dan dubur dengan memasukkan jari yang bersarung dan dilumasi ke dalam anus. Dokter dapat merasakan adanya benjolan atau kelainan lain dalam lubang anus.
  • Melihat lubang anus dengan tabung yang dilengkapi kamera (endoskopi) untuk memeriksa saluran anus dan anus.
  • Melakukan USG pada lubang anus. Dokter akan memasukkan probe (mirip dengan termometer tebal) ke dalam saluran anus dan rektum untuk mendapatkan gambar saluran anus pengidap. Kemudian dokter akan mengevaluasi gambar tersebut untuk mencari sesuatu yang tidak normal.
  • Mengambil sampel kecil dari jaringan yang terkena (biopsi) dan mengirim sampel ke laboratorium untuk dianalisis. Dengan melihat sel-sel di bawah mikroskop, dokter dapat menentukan apakah sel-sel itu bersifat kanker.
  • Untuk melihat penyebaran kanker apakah  telah menyebar ke kelenjar getah bening atau ke area lain di tubuh dapat dilakukan tes seperti: Komputerisasi tomografi (CT), Magnetic resonance imaging (MRI), Positron emission tomography (PET).

Pengobatan dan Efek Samping Kanker Anus

Pengobatan kanker anus terdiri dari radioterapi, kemoterapi dan pembedahan tergantung keparahan dan pola penyebaran kanker. Dokter bisa juga mengobati dengan kombinasi metode tersebut.

Pada proses kemoterapi, obat  disuntikkan ke pembuluh darah atau berupa pil yang diminum. Bahan kimia tersebut menyebar ke seluruh tubuh, membunuh sel yang tumbuh dengan cepat, seperti sel kanker. Namun, kemoterapi juga merusak sel-sel sehat yang tumbuh dengan cepat, termasuk yang ada di saluran cerna dan di folikel rambut. Hal ini menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, dan rambut rontok.

Terapi radiasi menggunakan sinar bertenaga tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel-sel kanker.  Radiasi dapat merusak jaringan sehat di dekat tempat pancaran diarahkan. Efek samping mungkin termasuk kulit kemerahan dan luka di dan di sekitar anus, serta mengeras dan menyusutnya lubang anus.

Pembedahan dapat dilakukan pada fase awal pada kanker yang sangat kecil atau pada saat kanker tidak merespons kemoterapi dan radiasi.  Selain itu, dokter mungkin merekomendasikan operasi yang lebih luas yang disebut reseksi abdominoperineal. 

Selama prosedur ini dokter bedah mengangkat saluran anus, rektum, dan sebagian usus besar. Dokter bedah kemudian menempelkan bagian yang tersisa dari usus besar ke lubang di perut dan kotoran akan mengumpul dalam kantong kolostomi.

Imunoterapi juga bisa dilakukan untuk melawan kanker dengan menggunakan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh pengidap yang melawan penyakit mungkin tidak melawan kanker,  karena sel kanker memproduksi protein yang membuatnya tidak terdeteksi oleh sel sistem kekebalan. Nah, imunoterapi bekerja dengan mengganggu proses tersebut. Perawatan imunoterapi umumnya disediakan untuk orang dengan kanker dubur lanjut.

Komplikasi Kanker Anus

Meskipun jarang terjadi, kanker anus bisa menyebar ke bagian tubuh yang jauh, seperti hati dan paru-paru yang menyebabkan dampak berbahaya.

Pencegahan Kanker Anus

Beberapa upaya untuk mencegah kanker anus antara lain:

  • Lakukan seks yang lebih aman. Mempraktikkan seks aman bisa membantu mencegah HPV dan HIV, dua virus menular seksual yang dapat meningkatkan risiko kanker dubur. Jika ingin melakukan seks anal, gunakanlah kondom.
  • Dapatkan vaksinasi terhadap HPV. Ada vaksin untuk melindungi dari infeksi HPV. Vaksin ini direkomendasikan untuk remaja, termasuk anak laki-laki dan perempuan, tetapi dapat diberikan kepada orang dewasa juga.
  • Berhenti merokok. Merokok meningkatkan risiko kanker dubur. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas, apalagi bila kamu memiliki faktor yang meningkatkan risiko kanker anus. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Kamu bisa tanya dokter mengenai gejala kesehatan yang kamu alami dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Anal cancer.
American Cancer Society. Diakses pada 2022. What Is Anal Cancer?