Ada Darah dalam Urine, Waspadai 8 Hal Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ada Darah dalam Urine, Waspadai 8 Hal Ini

Halodoc, Jakarta - Urine normalnya hanya mengeluarkan zat-zat sisa hasil penyaringan ginjal. Jika ada darah dalam urine, tentu hal itu tidak bisa disepelekan. Kencing berdarah bisa menjadi tanda adanya masalah pada saluran kencing, ginjal, atau prostat. Dalam dunia medis, kencing berdarah dikenal dengan nama hematuria, yaitu kondisi ketika urine mengandung sel darah merah, sehingga berwarna merah muda, merah, atau merah gelap agak kecoklatan.

Sebenarnya, warna urine memang bisa berubah-ubah. Makanan tertentu yang warnanya pekat, kecukupan air putih, dan olahraga bisa mengubah warna urine untuk sementara. Namun, biasanya ini akan hilang dalam beberapa hari. Selain itu, perubahan warna urine juga biasa disebabkan oleh obat-obatan, seperti pencahar dan beberapa antibiotik (seperti nitrofurantoin dan rifampicin).

Baca juga: Urine Berwarna, Hati-hati 4 Penyakit Ini

Kencing berdarah dapat muncul secara tiba-tiba, tanpa ada tanda atau gejala lain sebelumnya. Bahkan pada beberapa kasus, darah dalam urine bisa jadi tidak akan terlihat dengan mata telanjang. Sel darah baru akan terlihat dengan tes di laboratorium. Ini yang disebut dengan hematuria mikroskopik.

Bisa Jadi Gejala Penyakit-Penyakit Berikut

Ada beberapa penyebab keluarnya darah dalam urine. Berikut beberapa di antaranya:

1. Infeksi Kandung Kemih

Cystitis akut atau yang biasa disebut dengan infeksi kandung kemih akan membuat pengidapnya sakit ketika sedang mengeluarkan urine. Ini terjadi pada usia dewasa. Namun, pada bayi atau anak-anak, infeksi ini bisa saja terjadi. Biasanya, bayi atau anak-anak akan mengalami demam, rasa sakit ketika sedang buang air kecil, dan terkadang rasa sakit pada perut bagian bawah.

2. Infeksi Ginjal

Pyelonephritis atau infeksi ginjal memiliki gejala demam dan menggigil. Terkadang pengidapnya juga akan merasakan sakit pada punggung bagian bawah, karena di sanalah letak ginjal.

Baca juga: Inilah 5 Penyebab Hematuria yang Perlu Diketahui

3. Peradangan pada Saluran Kemih

Urethritis atau peradangan pada saluran kemih (uretra) biasa disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti chlamydia. Saluran ini menjadi jalan keluarnya urine dari kandung kemih. Penyakit ini bisa diikuti dengan rasa sakit ketika buang air kecil dan bau urine yang sangat menyengat.

4. Batu Ginjal

Batu ginjal juga dapat menyebabkan kencing berdarah. Ketika batu ginjal keluar karena terdorong urine, bisa jadi pengidap tidak akan merasa apa-apa, dan baru akan sadar ketika batu telah menghambat keluarnya urine. Keluarnya batu ginjal juga bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa di sekitar perut bagian bawah dan panggul. Ini bisa menyebabkan keluarnya darah yang terlihat ataupun darah yang jumlahnya sedikit dan tidak dapat dilihat kasat mata.

5. Glomerulonefritis

Glomerulonefritis atau pendarahan pada glomerulus bisa menyebabkan ada darah dalam urine. Glomerulus merupakan jaringan kapiler penyusun ginjal yang berfungsi sebagai penyaring pertama dalam proses pembuatan urine.

6. Pembengkakan Kelenjar Prostat

Pembengkakan kelenjar prostat biasa terjadi pada laki-laki yang telah berusia lanjut. Gejala yang biasa mengikuti adalah keinginan sering buang air kecil namun kesulitan ketika akan membuangnya dan mengosongkan kandung kemih.

Baca juga: Penyebab Urine Berbau Tidak Sedap

7. Kelainan karena Penyakit

Beberapa kelainan pada darah seperti anemia sel sabit dan kelainan genetik seperti Alport syndrome yang menyerang membran penyaring di dalam kumpulan ujung saraf juga bisa menyebabkan ada darah dalam urine ketika berkemih.

8. Cedera dan Olahraga yang Terlalu Keras

Kecelakaan atau olahraga yang terlalu keras bisa menyebabkan cedera pada ginjal. Ketika ginjal terluka, darahnya bisa juga terbawa keluar lewat urine.

Itulah sedikit penjelasan tentang penyebab adanya darah dalam urine. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!