Hematuria

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hematuria

Hematuria adalah kondisi ketika adanya darah di dalam urine. Secara sederhana kondisi ini disebut dengan kencing berdarah. Urine berubah warna menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan. Terkadang, ada pula darah yang terdapat di dalam urine, meski tidak kasat mata. Kondisi ini sering disebut sebagai hematuria mikroskopik. Darah yang terkandung dalam urine hanya bisa dilihat di laboratorium menggunakan mikroskop.

Darah yang terdapat di dalam urine ini umumnya berasal dari sistem saluran kemih. Misalnya:

  • Kandung kemih, atau disebut juga dengan tempat menyimpan urine.

  • Uretra, organ yang satu ini merupakan saluran yang dilewati urine menuju ke luar tubuh.

  • Ureter saluran yang menghantarkan urin dari ginal menuju kandung kemih

  • Ginjal, yakni organ yang berfungsi menyaring darah.

 

Faktor Risiko Hematuria

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang hematuria. Misalnya:

  • Ureter saluran yang menghantarkan urin dari ginal menuju kandung kemih

  • Ginjal, yakni organ yang berfungsi menyaring darah.

  • Pernah ada infeksi pada ginjal.

  • Usia, berusia lebih dari 50 tahun lebih rentan mengalami komplikasi organ seperti masalah pada ginjal.

  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti aspirin atau obat antiinflamasi.

  • Melakukan aktivitas yang berat.

  • Keturunan, umumnya penyakit yang terkait ginjal merupakan kondisi yang diturunkan dari keluarga.

Baca juga: Konsumsi Jengkol Bisa Sebabkan Hematuria, Benarkah?

 

Penyebab Hematuria

Peyebab umum adanya darah pada urine, anara lain:

  • Infeksi saluran kemih.

  • Infeksi ginjal.

  • Batu ginjal.

  • Pembengkakan kelenjar prostat.

  • Kanker prostat.

  • Kanker kandung kemih.

  • Kanker ginjal.

  • Peradangan pada uretra.

  • Kelainan genetik.

  • Olahraga secara berlebihan.

 

Gejala Hematuria

Gejala hematuria sebenarnya tak hanya menyoal adanya darah pada urine saja. Sebab, penyakit ini bisa menimbulkan berbagai gejala pada pengidapnya. Misalnya:

  • Berubahnya warna urine menjadi merah muda, kecokelatan, atau kemerahan.

  • Sering buang air kecil.

  • Susah buang air kecil.

  • Perih saat buang air kecil.

  • Sakit pada perut bagian bawah.

  • Rasa sakit di punggung bagian bawah.

 Baca juga: Makan Jengkol Bisa Sebabkan Hematuria, Kok Bisa?

 

Diagnosis Hematuria

Untuk mendiagnosis hematuria, pertama-tama dokter akan menyakan gejala yang dialami pasien. Seperti warna urine, frekuensi berkemih, hinga adanya gumpalah darah atau tidak. Di samping itu, dokter juga akan melakukan wawancara medis seperti menanyakan penyakit yang pernah diidap, pola makanan, hingga obat-obatan yang pernah dikonsumsi.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sekaligus mengambil sempel urine untuk diperiksa lebih lanjut. Andaikan pemeriksaan menunjukkan adanya hemturia, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lanjut. Tujuannya jelas, untuk mengetahui penyebab hematuria.

Pemeriksaan lanjutan ini bisa berupa pemeriksaan pemindaian seperti MRI, CT scan, atau USG, atau pula prosuder sistoskopi.

 

Komplikasi Hematuria

Jika gejala hematuria disebabkan oleh kanker, mengabaikan kondisi ini bisa membuat sel-sel kanker makin berkembang, dan semakin sulit untuk diobati. Selain itu, infeksi yang tak diobati juga bisa menyebabkan gagal ginjal.

Baca juga: Urine Berdarah Akibat Hematuria, Ini 3 Cara Mencegahnya

 

Pengobatan Hematuria

Sebenarnya tak ada obat khusus untuk mengatasi hematuria. Umumnya, dokter akan berfokus pada penyakit yang diduga menjadi penyebab munculnya hematuria. Penanganannya dilakukan dengan beberapa cara seperti memberikan resep obat agar pembengkakan mereda, memberikan antibiotik, dan melakukan terapi gelombang kejut.

 

Pencegahan Hematuria

Umumnya, penyakit ini tidak dapat dicegah. Namun, penyakit dapat dicegah sesuai dengan penyakit yang diidap seperti berikut ini:

  • Bagi pengidap batu ginjal, kamu dapat perbanyak konsumsi air putih dan mengurangi makanan yang tinggi garam.

  • Bagi pengidap kanker kandung kemih, hindari kebiasaan merokok dan juga paparan bahan-bahan kimia.

  • Bagi pengidap infeksi saluran kemih, kamu dapat meminum air putih dalam jumlah yang cukup, tidak menahan buang air kecil.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019.Diseases & Conditions. Blood in Urine (hematuria).
WebMD. Diakses pada 2019. Blood in Urine (Hematuria)
Healthline.Diakses pada 2019. Why Is There Blood in My Urine?

Diperbarui pada 9 September 2019