• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hematuria

Hematuria

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hematuria

Hematuria adalah kondisi ketika adanya darah di dalam urine. Secara sederhana kondisi ini disebut dengan gross hematuria. Urine berubah warna menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan. 

Terkadang, ada pula darah yang terdapat di dalam urine, meski tidak kasat mata. Kondisi ini sering disebut sebagai hematuria mikroskopik. Darah yang terkandung dalam urine hanya bisa dilihat di laboratorium menggunakan mikroskop saat seseorang melakukan tes urine.

Darah yang terdapat di dalam urine ini umumnya berasal dari sistem saluran kemih. Misalnya:

  • Kandung kemih, atau disebut juga dengan tempat menyimpan urine.
  • Uretra, organ yang satu ini merupakan saluran yang dilewati urine menuju ke luar tubuh.
  • Ureter saluran yang menghantarkan urin dari ginal menuju kandung kemih
  • Ginjal, yakni organ yang berfungsi menyaring darah.

Penyebab Hematuria

Ada berbagai penyebab seseorang mengalami hematuria, seperti:

  • Infeksi Saluran Kemih. Hal ini terjadi ketika kamu mengalami infeksi bakteri akibat masuknya bakteri melalui uretra dan berkembang biak dalam kandung kemih. Selain hematuria, kondisi ini akan menyebabkan pengidapnya memiliki keinginan buang air kecil terus menerus, nyeri saat buang air kecil, hingga urine berbau.
  • Infeksi Ginjal. Penyakit ini dapat terjadi ketika bakteri memasuki ginjal melalui aliran darah dan berkembang biak pada ginjal sehingga memicu infeksi. 
  • Infeksi Virus. Seseorang yang mengalami infeksi virus, seperti pengidap hepatitis berisiko mengalami hematuria.
  • Kanker. Penyakit lain, seperti kanker ginjal, kanker kandung kemih, dan kanker prostat berisiko memicu hematuria pada pengidapnya.

Faktor Risiko Hematuria

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang hematuria. Misalnya:

  • Pernah ada infeksi pada ginjal.
  • Usia, berusia lebih dari 50 tahun lebih rentan mengalami komplikasi organ seperti masalah pada ginjal.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat pereda rasa nyeri.
  • Melakukan aktivitas yang berat.
  • Sedang menstruasi.
  • Aktif melakukan kegiatan seksual.
  • Keturunan, umumnya penyakit yang terkait ginjal merupakan kondisi yang diturunkan dari keluarga.

Gejala Hematuria

Selain terdeteksi adanya darah pada urine, hematuria juga bisa menyebabkan gejala lain pada pengidapnya. Gejala yang dialami oleh pengidap gross hematuria berupa perubahan warna urine yang menjadi merah muda, kecoklatan, atau merah. 

Sedangkan, pengidap hematuria mikroskopik akan mengalami gejala lain, berupa peningkatkan frekuensi buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, demam, nyeri pada perut, hingga mual.

Diagnosis Hematuria

Sebaiknya jangan ragu untuk mengunjungi rumah sakit terdekat agar gejala yang kamu alami bisa diketahui penyebabnya. Untuk mendiagnosis hematuria, dokter akan memastikan riwayat kesehatan kamu terlebih dahulu. Setelah itu, pemeriksaan secara fisik akan dilakukan untuk memastikan penyebab gejala yang kamu alami.

Dokter juga akan melakukan berbagai pemeriksaan lainnya untuk memastikan kondisi kesehatan kamu, seperti:

  • Urinalysis. Pengambilan sampel urine untuk dilakukan pemeriksaan dalam laboratorium.
  • Urine Culture. Untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi dalam tubuh.
  • Urine Cytology. Tes urine untuk mengetahui pertumbuhan sel-sel yang tidak normal.
  • Cystoscopy. Pemeriksaan untuk memastikan kondisi uretra atau kandung kemih.
  • CT Scan. Tes yang dilakukan untuk memastikan kondisi bagian perut, panggul, dan kandung kemih.
  • Tes Darah. Tes darah dilakukan untuk mengetahui adanya berbagai penyakit yang bisa memicu hematuria.

Pengobatan Hematuria

Sebenarnya tak ada obat khusus untuk mengatasi hematuria. Umumnya, dokter akan berfokus pada penyakit yang diduga menjadi penyebab munculnya hematuria. Penanganannya dilakukan dengan beberapa cara seperti memberikan resep obat agar pembengkakan mereda, memberikan antibiotik, dan melakukan terapi gelombang kejut.

Komplikasi Hematuria

Jika gejala hematuria disebabkan oleh kanker, mengabaikan kondisi ini bisa membuat sel-sel kanker makin berkembang, dan semakin sulit untuk diobati. Selain itu, infeksi yang tak diobati juga bisa menyebabkan gagal ginjal.

Pencegahan Hematuria

Umumnya, penyakit ini tidak dapat dicegah, namun ada beberapa langkah pencegahan sesuai dengan penyakit yang menyebabkannya, yaitu: 

  • Bagi pengidap batu ginjal, kamu dapat perbanyak konsumsi air putih dan mengurangi makanan yang tinggi garam.
  • Bagi pengidap kanker kandung kemih, hindari kebiasaan merokok dan juga paparan bahan-bahan kimia.
  • Bagi pengidap infeksi saluran kemih, kamu dapat meminum air putih dalam jumlah yang cukup, tidak menahan buang air kecil.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengonsumsi berbagai makanan sehat, seperti buah dan sayur. Hindari terlalu banyak mengonsumsi alkohol atau soda dan perbanyak mengonsumsi air putih. Menghentikan kebiasaan merokok juga bisa menjadi salah satu pencegahan hematuria.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat ketika kamu atau kerabat mengalami berbagai gejala yang terkait dengan hematuria atau gangguan kandung kemih. Penanganan yang lebih dini tentunya dapat menghindari kamu dari berbagai kondisi kesehatan yang lebih buruk.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi berbagai makanan yang memiliki kandungan nutrisi dan vitamin. Kamu bisa memenuhi kebutuhan vitamin dengan mengonsumsi suplemen. Cari keperluan vitamin yang kamu butuhkan melalui Halodoc. Dengan begitu, kebutuhan vitamin kamu akan langsung diantarkan dari apotik terdekat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases & Conditions. Blood in Urine (hematuria).
WebMD. Diakses pada 2019. Blood in Urine (Hematuria)
Healthline.Diakses pada 2019. Why Is There Blood in My Urine?
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2022. Hematuria (Blood in the Urine).
Urology Care Foundation. Diakses pada 2022. What is Hematuria?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Hematuria.

Diperbarui pada 29 April 2022.