Adakah Cara Mencegah Necrotizing Enterocolitis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Adakah Cara Mencegah Necrotizing Enterocolitis?

Halodoc, Jakarta – Necrotizing enterocolitis adalah kondisi yang memengaruhi sebagian besar usus bayi dengan kelahiran prematur. Dinding usus yang diserang bakteri akan menyebabkan infeksi lokal dan peradangan yang pada akhirnya dapat menghancurkan. 

Dinding usus yang mengalami kerusakan seperti ini dapat menyebabkan tumpahnya tinja ke dalam perut bayi. Apakah kondisi ini bisa dicegah? Ingin tahu informasi mengenai hal ini lebih lanjut, baca selengkapnya di sini!

Baca juga: Begini Prosedur Diagnosis Necrotizing Enterocolitis

Pencegahan Necrotizing Enterocolitis

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Journal of the Formosan Medical Association, beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah Necrotizing Enterocolitis adalah pemberian ASI, memberikan makan secara hati-hati, serta pembatasan cairan dan probiotik pada bayi.

Mengingat bahwa lebih dari 90 persen kasus Necrotizing Enterocolitis terjadi pada bayi dengan kelahiran prematur, maka mencegah kelahiran prematur harus menjadi prioritas utama untuk menghindari kondisi ini.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Children’s Hospital Los Angeles, penyakit Necrotizing Enterocolitis terjadi pada hampir 10 persen bayi prematur, terutama yang diberikan susu formula. 

Bayi prematur memiliki paru-paru yang belum matang dan usus yang belum matang. Karenanya ketika pengiriman oksigen ke usus, paru-paru tidak dapat mengoksigenasi darah secara memadai, sehingga akan merusak lapisan dinding usus. 

Kerusakan pada dinding usus ini akan memungkinkan bakteri yang biasanya hidup di dalam usus untuk menyerang dinding usus dan menyebabkan infeksi lokal dan peradangan (Necrotizing Enterocolitis) yang pada akhirnya dapat menyebabkan pecahnya dinding usus. 

Terkadang, untuk mencegah Necrotizing Enterocolitis terjadi, pemberian antibiotik dilakukan melalui tabung makanan. Walaupun sebenarnya jenis pengobatan ini tidak maksimal. Beberapa penelitian menunjukkan adanya efek samping dari pemberian antibiotik oral di mana salah satunya adalah resistensi terhadap bakteri. 

Kalau orang tua ingin tahu lebih dalam mengenai Necrotizing Enterocolitis serta perawatan yang terbaik seperti apa, bisa langsung tanyakan ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat

Necrotizing Enterocolitis sering terjadi pada bayi prematur dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk sempurna. Ketika prematur menjadi pemicu kenapa kondisi ini bisa terjadi, salah satu upaya pencegahan terbaik adalah dengan mengecilkan seminim mungkin kelahiran prematur.

Baca juga: Apa Penyebab Bayi Bisa Terkena Necrotizing Enterocolitis?

Cegah Kelahiran Prematur

Persalinan prematur terjadi ketika bayi dilahirkan terlalu dini, sebelum 37 minggu masa kehamilan. Bayi yang lahir prematur lebih cenderung memiliki masalah kesehatan daripada bayi yang lahir tepat waktu.

Ada beberapa faktor seorang ibu mengalami kelahiran prematur, yaitu:

  1. Menjadi kurus atau kelebihan berat badan sebelum kehamilan. Bisa jadi ini disebabkan oleh kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia.

  2. Memiliki riwayat keluarga yang pernah melahirkan prematur. Ini berarti seseorang dalam keluarga telah memiliki bayi prematur atau jika dilahirkan secara prematur, kemungkinan juga akan mengalami hal yang sama. 

  3. Lebih muda dari 17 atau lebih tua dari 35 tahun bisa memicu seseorang mengalami persalinan prematur. 

Menyadari kalau ibu hamil berada dalam risiko akan melahirkan prematur, ada baiknya untuk lebih menjaga kesehatan dan memanajemen stres. Berikut in rekomendasi untuk mendapatkan kehamilan sehat dan persalinan yang sesuai dengan waktunya: 

  1. Menjaga berat badan ideal dan mengonsumsi makanan sehat. 

  2. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara detail dan berkala untuk mengetahui perkembangan janin dengan tepat dan signifikan. 

  3. Jika ibu tahu kalau kondisi kehamilan diiringi dengan problem kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, depresi dan masalah tiroid, segera diskusikan ke dokter. 

  4. Lindungi diri dari infeksi. Bicaralah dengan dokter mengenai vaksinasi yang dapat membantu melindungi dari infeksi tertentu. Cuci tangan dengan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi atau membuang ingus. Jangan makan daging mentah, ikan, ataupun telur setengah matang. Berhubungan sekslah yang aman serta jangan menyentuh kotoran kucing.

Referensi:
March of Dimes. Diakses pada 2019. Preterm Labor and Premature Birth: Are You At Risk?
Children’s Hospital Los Angeles. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis.
Science Direct. Diakses pada 2019. Prevention of necrotizing enterocolitis in preterm very low birth weight infants: Is it feasible?
Cochrane.org. Diakses pada 2019. Enteral antibiotics for preventing necrotizing enterocolitis in low birthweight or preterm infants.