Apa Penyebab Bayi Bisa Terkena Necrotizing Enterocolitis?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Apa Penyebab Bayi Bisa Terkena Necrotizing Enterocolitis?

Halodoc, Jakarta – Bagi ibu yang baru menjalani persalinan, sebaiknya jangan sepelekan kondisi bayi yang tidak mau mengonsumsi susu dan disertai tubuh lemas dan demam. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa bayi mengalami necrotizing enterocolitis.

Baca juga: Bayi Alami Necrotizing Enterocolitis, Perlukah Operasi?

Necrotizing enterocolitis adalah kondisi terjadi peradangan pada bagian usus halus maupun usus besar. Peradangan yang terjadi pada bagian usus halus maupun usus besar pada awalnya hanya terjadi pada bagian dalam usus. Jika tidak segera diatasi, kondisi peradangan dapat menjadi parah dan membentuk lubang dan membahayakan keselamatan bayi.

Ketahui Penyebab Necrotizing Enterocolitis pada Bayi

Peradangan pada bagian usus halus maupun usus besar umumnya disebabkan oleh masuknya bakteri ke usus bayi. Ada beberapa penyebab yang menyebabkan kondisi ini dapat dialami bayi, salah satunya adalah proses persalinan yang sulit sehingga menyebabkan bayi kekurangan oksigen.

Bayi yang kekurangan oksigen ketika dilahirkan menyebabkan kondisi usus yang melemah. Melemahnya usus pada bayi meningkatkan faktor paparan bakteri dan menyebabkan peradangan pada usus. Tidak hanya itu, gangguan masalah pencernaan pada bayi yang baru dilahirkan juga meningkatkan risiko seorang bayi mengalami necrotizing enterocolitis.

Perhatikan kesehatan ibu dan janin ketika masa kehamilan khususnya saat memasuki usia kehamilan trimester ketiga. Hindari kelahiran prematur pada bayi karena kondisi ini berisiko mengalami necrotizing enterocolitis. Hal ini disebabkan organ tubuh pada bayi yang dilahirkan secara prematur umumnya belum berkembang dan bertumbuh dengan optimal.

Pemberian air susu ibu atau ASI juga disarankan pada bayi yang baru lahir agar imunisasi bayi berkembang dengan baik dan terhindar dari berbagai paparan penyakit. Pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan risiko necrotizing enterocolitis pada bayi.

Baca juga: Begini Prosedur Diagnosis Necrotizing Enterocolitis

Inilah Gejala Necrotizing Enterocolitis

Sebaiknya ketahui lebih banyak tanda-tanda pada bayi ketika mengalami kondisi necrotizing enterocolitis. Tanda yang dilihat lebih awal tentu mempermudah pengobatan pada bayi. Bayi dengan kondisi necrotizing enterocolitis, umumnya mengalami penurunan pengonsumsian susu. Tidak hanya itu, bayi juga mengalami muntah yang disertai dengan keluarnya cairan berwarna hijau dari organ dalam. 

Jangan sepelekan jika kondisi ini disertai dengan tubuh bayi yang semakin terlihat lemas, mengalami diare, dan kondisi feses yang bercampur dengan darah. Segera periksakan kondisi bayi pada rumah sakit terdekat dan lakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi bayi.

Necrotizing enterocolitis diketahui dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik bayi. Perut yang membesar dan terasa keras menjadi tanda lain dari penyakit necrotizing enterocolitis pada bayi. Tes darah untuk memastikan jumlah sel darah putih dan sel darah merah pada bayi juga dilakukan untuk mengetahui penyebab gejala yang dialami bayi.

Foto rontgen juga dilakukan sebagai pemeriksaan untuk mengetahui kondisi usus bayi yang mengalami gejala kondisi necrotizing enterocolitis. Mengetahui kondisi bayi necrotizing enterocolitis lebih awal dapat menghindari bayi dari berbagai komplikasi kesehatan yang terjadi, seperti gangguan fungsi hati, penyempitan usus, perforasi usus atau kondisi usus mengalami robek serta sindrom usus pendek.

Baca juga: Alasan Necrotizing Enterocolitis Terjadi di Kelahiran Prematur

Pengobatan dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan yang dialami oleh bayi. Pada kasus necrotizing enterocolitis yang sudah parah, tindakan bedah untuk membuang bagian usus yang rusak akan dilakukan agar kesehatan bayi dapat pulih.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis
Stanford Childrens. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis in The Newborn