Adakah Pengaruh Puasa Terhadap Kadar Gula Darah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
adakah-pengaruh-puasa-terhadap-kadar-gula-darah-halodoc

Halodoc, Jakarta – Bulan Ramadan adalah bulan yang penting bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan suci tersebut, mereka bisa lebih mendekatkan diri lagi kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mengintropeksi diri dengan cara menjalankan ibadah puasa. Karena itu, hampir semua umat Islam, tentunya berharap bisa menjalankan puasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadan.

Tapi, bagi orang yang mengidap diabetes, puasa dikhawatirkan bisa memberi dampak buruk bagi kondisi kesehatannya. Nyatanya, kekhawatiran tersebut kurang tepat. Puasa bila dilakukan dengan cara yang sehat sebenarnya dapat membantu memperbaiki berbagai kondisi medis, salah satunya diabetes. Yuk, simak bagaimana puasa bisa pengaruhi gula darah dalam tubuh.

Saat berpuasa, seseorang tidak makan dan minum selama hampir 14 jam. Agar bisa tetap bertahan, tubuh akan menggunakan gula yang disimpan di dalam hati dan otot untuk menghasilkan energi selama berpuasa. Itulah mengapa, saat berpuasa, kadar gilkogen dan glukosa dalam tubuh kamu akan menurun yang memicu tubuh menjadi lemas dan pusing.

Tapi, melalui cadangan energi yang berasal dari gula tersebut, tubuh mampu bertahan tanpa asupan makanan dan minuman selama sekitar 8–10 jam. Bila cadangan energi tersebut sudah habis, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi berikutnya. Nah, pembakaran lemak inilah yang akan membuat berat badan berkurang.

Dengan mengurangi atau menjaga berat badan, kadar gula dalam darah pun bisa dikendalikan. Itulah mengapa puasa yang dilakukan secara teratur bisa memberi dampak baik bagi diabetes.

Berpuasa secara teratur juga dipercaya dapat mengurangi risiko resistensi insulin yang menjadi pemicu diabetes. Meski demikian, ini masih memerlukan penelitian lebih menyeluruh.

Baca juga: Inilah Manfaat Puasa bagi Pengidap Diabetes

Tapi, bagi pengidap diabetes yang ingin menjalankan ibadah puasa, sebaiknya membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter. Sebelum memutuskan untuk berpuasa, ada baiknya pengidap juga melakukan pengecekan gula darah secara reguler ke dokter atau rumah sakit.

Kalau sebelum bulan puasa kadar gula darah terkontrol dengan baik, maka pengidap diperbolehkan puasa. Tapi bila tidak, pengidap dianjurkan jangan berpuasa, karena bisa membuat kadar gula darah menjadi tinggi atau rendah di mana ini merupakan kondisi yang cukup rawan.

Baca juga: Jangan Dipaksa, Ini Bahaya Berpuasa bagi Pengidap Diabetes

Tips Bagi Pengidap Diabetes yang Ingin Berpuasa

Pengidap diabetes dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang menghasilkan energi secara lambat yang membuat tubuh kenyang lebih lama, seperti nasi, gandum, kacang-kacangan, dan semolina. Ingat, hindari makanan yang sangat asam. Porsi makan saat puasa juga perlu disesuaikan, yaitu 50 persen saat sahur, 40 persen untuk berbuka puasa, dan 10 persen saat tarawih. Pastikan juga kamu memenuhi kebutuhan cairan saat berpuasa dengan minum air putih yang banyak saat berbuka puasa dan tarawih.

Pengidap diabetes tipe 2 juga masih bisa berolahraga selama bulan puasa, namun durasi dan intensitasnya perlu dikurangi karena aktivitas fisik yang berlebihan bisa menyebabkan hipoglikemia.

Penusukan jarum ke dalam kulit untuk memeriksa kadar gula darah tidak membatalkan puasa. Jadi, kamu enggak perlu khawatir untuk memeriksa kadar gula darah secara teratur selama berpuasa, apalagi bila kamu merasa sakit atau ada gejala dari gula darah rendah atau tinggi. Meski demikian, pengidap diabetes dianjurkan untuk membatalkan puasa bila kadar gula darah kurang dari 70 miligram per desiliter atau lebih dari 300 miligram per desiliter.

Baca juga: 10 Hal yang Harus Diwaspadai jika Diabetesi Ingin Berpuasa

Kamu juga bisa memantau kadar gula darah dalam tubuh dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Caranya praktis banget, tinggal pilih fitur Lab Service dan petugas lab akan datang ke rumahmu untuk memeriksa kesehatanmu. Jangan lupa download Halodoc juga ya di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatan kamu.