Alami Crush Injury, Tubuh akan Alami Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Alami Crush Injury, Tubuh akan Alami Hal Ini

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar masalah medis bernama crush injury? Kalau belum, bagaimana dengan “tabrakan”? Istilah ini sering kita gunakan bila melihat atau mendengar terjadinya kecelakaan lalu lintas. Nah, crush injury ini merupakan cedera yang bisa didapat dari berbagai situasi, salah satunya kecelakaan. 

Crush injury ini terjadi ketika bagian tubuh terhimpit,dan mendapat tekanan kuat dari benda berat. Cedera yang satu ini bisa disebabkan banyak hal. Mulai dari kecelakaan kendaraan bermotor sampai pesawat, bencana alam, hingga perang.

Pertanyaannya, apa yang terjadi pada tubuh ketika mengalami crush injury?

Baca juga: Ini Pertolongan Pertama untuk Orang yang Alami Crush Injury

Dari Nyeri Hingga Mencuatnya Tulang

Jangan main-main dengan cedera ini. Pasalnya, crush injury ini bisa menyebabkan memar, luka robek, patah tulang, hingga pendarahan organ. Bahkan, dalam kasus yang paru bisa menyebabkan terpotongnya bagian tubuh tertentu. Tuh, ngeri kan?

Nah, berikut ini beberapa dampak atau gejala yang pada pengidap crush injury. 

  • Nyeri hebat pada daerah yang cedera;

  • Memar yang disebabkan karena rusaknya otot;

  • Luka terbukal

  • Mati rasa pada bagian tubuh yang mengalami cedera atau bagian tubuh dibawah letak cedera;

  • Penurunan kesadaran, mulai dari mengantuk hingga tidak sadar;

  • Perdarahan;

  • Patah tulang dapat terbuka maupun tertutup;

  • Kulit memucat, atau bibir dan jari membiru;

  • Sesak napas dan melemahnya denyut nadi;

  • Turunnya suhu tubuh;

  • Perubahan bentuk karena patah tulang; dan

  • Tulang mencuat ke luar menembus permukaan kulit. 

Baca juga: Crush Injury Bisa Akibatkan Kematian, Benarkah?

Segera Tangani, Atau Berujung Fatal

Selain hal-hal di atas, crush injury juga bisa menimbulkan komplikasi loh.  Komplikasi ini bisa muncul bila kondisi ini  tak segera ditangani. 

  • Crush syndrome, Kondisi ini disebabkan kerusakan otot hebat, sehingga otot mengeluarkan mioglobin dalam jumlah besar. Awas, pelepasan mioglobin ke dalam darah bisa menimbulkan syok, gagal ginjal, dan urine berwarna kuning kehitaman. Kondisi ini umumnya terjadi akibat crush injury pada otot, tersering paha, dan betis.

  • Syok hipovolemik, Kondisi ini terjadi akibat perdarahan hebat dan penangan terlambat. Kekurangan darah dalam jumlah banyak dapat menyebabkan volume darah dalam sirkulasi darah menurun. Akibatnya, jantung kekurangan pasokan oksigen dan pada akhirnya kontraksi jantung akan melemah, dan mengakibatkan tekanan darah yang sangat rendah atau bahkan tidak teraba. Awas, kondisi ini benar-benar bisa mengancam nyawa. Komplikasi ini bisa terjadi akibat luka robek pada pembuluh darah atau terputusnya pembuluh darah dan pada amputasi traumatis tangan atau kaki.

  • Sindrom kompartemen, terjadi akibat tekanan dalam ruang yang dibatasi fascia (selaput pembungkus otot) dan tulang tinggi. Kondisi ini diakibatkan pembengkakan otot hebat, sehingga menekan pembuluh darah. Kemudian, saraf di sekitarnya akhirnya tidak mendapatkan suplai darah cukup, sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian otot dan syaraf. Sindrom kompartemen ini umumnya ditandai dengan nyeri yang semakin hebat, pembengkakan semakin membesar hingga kulit tegang, mati rasa pada daerah pembengkakan sampai ke bagian bawahnya. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!