29 March 2019

Alami Keputihan dengan Tanda Ini? Bisa Jadi Kena Vaginitis

Alami Keputihan dengan Tanda Ini? Bisa Jadi Kena Vaginitis

Halodoc, Jakarta – Keputihan adalah lendir yang keluar dari Miss V, fungsinya untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan. Saat seorang wanita mengalami keputihan, cairan yang diproduksi kelenjar Miss V dan leher rahim keluar membawa sel mati dan bakteri. Normalnya keputihan muncul pada wanita yang masih haid. Seiring mendekati masa menopause, frekuensi keputihan menjadi berkurang.

Baca Juga: Ketahui 6 Tanda Keputihan yang Tidak Normal

Keputihan menjadi abnormal jika terjadi perubahan warna, tekstur, dan bau. Jika hal ini terjadi, ada kemungkinan kamu mengidap penyakit tertentu, salah satunya vaginitis. Maka itu, kamu dianjurkan berbicara pada dokter jika mengalami keputihan abnormal.

Mengenal Penyakit Vaginitis

Vaginitis adalah peradangan pada Miss V. Tanda khasnya berupa keputihan yang disertai rasa gatal, muncul flek, serta nyeri saat berhubungan intim atau buang air kecil. Umumnya vaginitis disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri, penyakit menular seksual (seperti trikomoniasis, klamidia, dan herpes genital), iritasi akibat paparan bahan kimia, dan kebiasaan membasuh bagian dalam Miss V.

Seseorang berisiko mengidap vaginitis jika mengidap penyakit diabetes, memasuki masa menopause, berhubungan intim lebih dari satu pasangan seksual, mengidap penyakit menular seksual, menggunakan produk pembersih di area intim, konsumsi obat antibiotik atau steroid, serta mengenakan pakaian lembap atau ketat.

Baca Juga: Keputihan Saat Hamil, Wajar atau Masalah?

Tanda Keputihan Abnormal

Keputihan abnormal terlihat pada tekstur, warna, dan aromanya. Selain vaginitis, ada beberapa penyakit yang ditandai dengan keputihan abnormal, di antaranya:

  • Keputihan akibat infeksi jamur Miss V. Keputihan ditandai dengan tekstur kental, berbusa, berwarna putih terang, serta disertai rasa gatal dan panas pada Miss V.

  • Keputihan akibat infeksi bakteri Miss V. Keputihan berbau amis dan berwarna putih semi abu-abu.

  • Keputihan akibat trikomoniasis. Keputihan menjadi berbau busuk, kental, berbusa, berwarna kuning kehijauan, serta disertai rasa gatal dan nyeri saat buang air kecil.

  • Keputihan akibat gonore dan klamidia. Tandanya berupa keputihan berbau tidak sedap dan jumlah yang keluar banyak.

  • Keputihan akibat kanker serviks dan kanker endometrium. Menyebabkan keputihan berwarna cokelat atau merah yang disertai rasa nyeri panggul dan perdarahan pada Miss V.

Mencegah Keputihan Abnormal

Keputihan abnormal dicegah dengan menjaga kebersihan area Miss V dengan benar. Caranya dengan:

  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang nyaman.

  • Bersihkan Miss V secara rutin menggunakan air hangat dan sabun berbahan lembut. Hindari sabun atau pembersih dengan antiseptik dan pewangi karena bisa mengiritasi Miss V.

  • Bersihkan Miss V dari depan ke belakang (arah Miss V menuju anus) untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke area Miss V.

  • Hindari kebiasaan menggaruk Miss V dan vulva karena berisiko menyebabkan luka dan infeksi.

  • Tidak berganti-ganti pasangan saat berhubungan intim atau menggunakan kondom agar tidak tertular penyakit menular seksual.

Baca Juga: Atasi Keputihan Abnormal dengan 6 Cara Berikut

Itulah keputihan abnormal yang perlu diwaspadai. Kalau kamu sering mengalami keputihan di luar periode haid, jangan ragu berbicara pada dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi psikolog atau psikiater kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!