• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Penyakit Chikungunya, Ini Penanganan yang Tepat

Alami Penyakit Chikungunya, Ini Penanganan yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta – Penting untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan di saat musim penghujan. Salah satu hewan yang banyak mewabah saat musim penghujan adalah nyamuk. Kamu perlu waspada terhadap gigitan nyamuk yang dapat mendatangkan penyakit. Tidak hanya demam berdarah, jenis nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus bisa menyebabkan seseorang alami penyakit chikungunya.

Baca juga: Yang Terjadi Jika Kena Gigitan Nyamuk Chikungunya

Sepanjang tahun 2017, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan ada 126 kasus penyakit chikungunya di Indonesia. Gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus mengandung virus chikungunya yang dapat menular pada manusia. Meskipun bisa pulih dengan sendirinya, penyakit chikungunya harus segera diatasi agar tidak menimbulkan komplikasi.

Kenali Gejala Penyakit Chikungunya

Penyakit chikungunya umumnya disebabkan oleh virus chikungunya yang dibawa oleh nyamuk. Nyamuk mendapatkan virus chikungunya saat menggigit pengidap chikungunya. Penularan terjadi ketika nyamuk yang membawa virus chikungunya menggigit seseorang yang sehat. Virus chikungunya dapat menyebar melalui perantara gigitan nyamuk, namun virus ini tidak dapat menular dari manusia ke manusia tanpa perantara nyamuk.

Kenali gejala penyakit chikungunya agar penyakit ini dapat segera diatasi. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, gejala penyakit chikungunya muncul 3-7 hari setelah virus chikungunya masuk dalam tubuh. Gejala yang umum dialami oleh pengidapnya adalah demam dan nyeri sendi. 

Tidak hanya itu, penyakit chikungunya dapat menyebabkan gejala lain, seperti sakit kepala, kondisi lelah yang terus-menerus, ruam kemerahan, dan mual. Dilansir dari WebMD, gejala yang muncul akibat penyakit chikungunya mirip dengan penyakit demam berdarah atau virus zika, sehingga sebaiknya lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat agar kamu mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Chikungunya Berbahaya

Lakukan Penanganan untuk Penyakit Chikungunya

Tidak ada pengobatan khusus yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit chikungunya. Umumnya, pengidap penyakit chikungunya akan pulih dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Penanganan yang dapat dilakukan adalah memenuhi kebutuhan cairan dan istirahat yang cukup.

Cara untuk meringankan gejala yang dialami adalah mengonsumsi obat penghilang nyeri dan demam. Meskipun kondisi ini dapat pulih dengan sendirinya, jangan ragu untuk bertanya pada dokter agar gejala tidak semakin memburuk. Nah, kamu bisa bertanya dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Hal ini untuk mencegah terjadi komplikasi kesehatan akibat penyakit chikungunya seperti gangguan pada mata, gangguan pada ginjal maupun otot.

Dilansir dari World Health Organization, tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit ini. Namun, kamu bisa melakukan pencegahan dengan menghindari gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus. Tidak ada salahnya menggunakan pakaian tertutup untuk menghindari dari gigitan nyamuk. Gunakan krim anti nyamuk ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. 

Baca juga: Sama-Sama karena Nyamuk, Chikungunya Vs DBD Lebih Bahaya Mana?

Menjaga kebersihan lingkungan menjadi pencegahan yang efektif. Lingkungan yang bersih menghambat perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit chikungunya. Hindari juga genangan air pada pot bunga, saluran air atau tempat minum hewan peliharaan. 

Lakukan pemberantasan saran nyamuk, dengan metode 3M Plus, seperti menutup bak penampungan, menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, dan gunakan obat krim anti nyamuk.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Chikungunya Virus
World Health Organization. Diakses pada 2020. What Is Chikungunya Fever?
Web MD. Diakses pada 2020. What Is Chikungunya?