Chikungunya

Pengertian Chikungunya

Chikungunya merupakan penyakit virus yang menyerang manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Kedua nyamuk ini merupakan jenis nyamuk yang sama yang menyebabkan demam berdarah. Karena penyebab dan gejalanya yang mirip, chikungunya juga pernah

Gejala Chikungunya

Setelah tergigit nyamuk yang membawa virus, gejala akan mulai terasa pada 4-8 hari, namun juga dapat dimulai sejak 2-12 hari setelah gigitan. Gejala-gejala awalnya menyerupai gejala-gejala flu.

  • Demam yang berawal secara tiba-tiba; salah satu gejala utama chikungunya.
  • Nyeri sendi yang keparahannya bisa sampai menghambat gerakan tubuh. gejala ini bisa bertahan selama berminggu-minggu dan juga merupakan gejala utama chikungunya. Umumnya gejala ini muncul tidak lama setelah gejala demam.
  • Nyeri otot
  • Kedinginan
  • Sakit kepala tidak tertahankan
  • Ruam atau bintik-bintik merah di sekujur tubuh
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah

Pada beberapa kasus, nyeri sendi akibat chikungunya tetap terasa selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Sedangkan pada kasus yang jarang terjadi, chikungunya bisa menyebakan komplikasi seperti gangguan pada saraf, mata, jantung, dan saluran pencernaan bisa muncul. Terutama pada orang lanjut usia, penyakit ini dapat mengakibatkan kematian.

Penyebab Chikungunya

Virus chikungunya tidak bisa menyebar secara langsung dari orang ke orang karena virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk. Virus chikungunya banyak ditemukan di negara-negara tropis. Umumnya nyamuk-nyamuk ini menyerang di siang hari, namun gigitan terutama terjadi saat dini hari dan sore hari. Sehingga orang akan lebih rentan terkena virus ini saat berada di luar rumah.

Nyamuk ini lebih banyak hidup dan berkembang biak di tempat yang dekat dengan manusia, khususnya di dalam ruangan. Tempat-tempat yang umumnya didiami oleh dia jenis nyamuk ini adalah tempat penampungan air, bak mandi, hingga vas dan pot bunga berisi air.

Faktor Risiko Chikungunya

  • Tinggal di negara tropis.
  • Pulang dari area yang terkena wabah.
  • Tinggal di area dengan kebersihan yang buruk.

Diagnosis Chikungunya

Untuk mendiagnosis penyakit chikungunya, perlu dilakukan pemeriksaan darah seperti Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Karena gejala klinis chikungunya sangat mirip dengan demam dengue, maka pemeriksaan laboratorium menjadi sangat penting.

Pengobatan Chikungunya

Virus chikungunya tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan khusus. Obat pereda rasa sakit dan antiradang hanya bertujuan untuk meredakan gejala. Selain itu juga diberikan penurun demam dan analgesik untuk meredakan nyeri otot dan rasa sakit yang lain. Pada sebagian pengidap chikungunya  yang kekurangan cairan, misalnya akibat kehilangan nafsu makan dan malas minum, pemberian cairan oralit atau infus bisa dilakukan untuk mencegah dehidrasi.

Pencegahan Chikungunya

Hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terinfeksi chikungunya. Untuk itu pencegahan chikungunya dilakukan dengan berfokus pada menghindari gigitan nyamuk dan memberantas habitat tempat nyamuk berkembang biak.

Kapan Harus ke Dokter?

Hubungi dokter jika meraskan gejala-gejala yang dijelaskan di atas atau jika baru saja melakukan perjalanan ke daerah endemis chikungunya.