17 May 2018

Alasan Harus Puasa Sebelum Cek Darah

Alasan Harus Puasa Sebelum Cek Darah

Halodoc, Jakarta – Ada beberapa pemeriksaan kesehatan yang membutuhkan cek darah. Diantaranya adalah pemeriksaan kolesterol, diabetes, kanker, tumor, gangguan pada fungsi ginjal, dan gangguan pada fungsi hati. Penyakit menular seksual seperti herpes, klamidia, gonore, hepatitis B, sifilis, dan TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simpleks) juga dianjurkan untuk berpuasa sebelum pemeriksaan berlangsung.

(Baca juga: 6 Jenis Pemeriksaan yang Penting Dilakukan Sebelum Menikah)

Cek darah adalah tindakan pencegahan (preventif) yang dilakukan untuk mengidentifikasi potensi penyakit dan memantau kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Umumnya, cek darah dilakukan untuk memeriksa kondisi hati dan ginjal dengan memantau tingkat glukosa darah, kalsium, dan elektrolit tubuh. Sebelum dilakukan cek darah, seseorang akan diwajibkan untuk berpuasa sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh tenaga medis. Tapi, kenapa ya?

Persiapan Sebelum Tes Darah

Pengambilan darah sebaiknya dilakukan pagi hari, yaitu antara pukul 07.00-09.00. Sebab, cek darah yang dilakukan di pagi hari cenderung lebih akurat untuk melihat adanya masalah kesehatan dibanding jika dilakukan pada sore/malam hari. Nah, sebelum melakukan cek darah, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan agar hasilnya maksimal. Apa saja?

  • Hindari aktivitas berat seperti berolahraga sebelum pengambilan darah. Sebab, kelelahan yang amat sangat bisa memengaruhi hasil pemeriksaan.
  • Hindari merokok, makan permen karet, minum kafein (seperti teh dan gula), alkohol, dan obat-obatan tertentu karena bisa memengaruhi hasil pemeriksaan.
  • Puasa minimal 8 jam untuk pemeriksaan glukosa dan 12 jam untuk pemeriksaan trigliserida. Usahakan jangan berpuasa lebih dari 14 jam. Dan selama berpuasa, kamu tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih.

Mengapa Harus Puasa Sebelum Cek Darah?

Beberapa pemeriksaan yang mewajibkan puasa diantaranya adalah pemeriksaan glukosa, kolesterol (profil lipid atau lemak), urea, dan asam urat. Dalam konteks laboratorium, definisi puasa adalah tidak mengonsumsi makanan dan minuman (kecuali air putih) dalam jangka waktu yang ditentukan. Puasa yang dimaksud di sini adalah tidak mengonsumsi makanan. Tapi, kamu dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan air putih. Sebab, tubuh yang terhidrasi dengan baik akan memberikan gambaran kada pemeriksaan yang sebenarnya (valid).

Puasa sebelum cek darah dilakukan untuk menjaga validitas hasil pemeriksaan. Terutama untuk memastikan agar hasil pemeriksaan tidak dipengaruhi oleh konsumsi makanan terakhir dan dapat diinterpretasikan dengan benar oleh dokter. Sebab tanpa disadari, kandungan gizi dalam makanan dan minuman yang kamu konsumsi sebelum cek darah akan diserap ke dalam aliran darah dan berdampak langsung pada glukosa darah, lemak, dan zat besi sesaat setelah kamu makan.

(Baca juga: Tes Kesuburan Sebelum Menikah, Perlukah?)

Bagaimana Jika Tidak Berpuasa?

Jawabannya adalah, hasil pemeriksaan tidak akan seakurat saat kamu berpuasa sesuai anjuran. Ini karena hasil pemeriksaan masih dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang kamu makan sebelum pemeriksaan, dan bukan gambaran dari kondisi tubuhmu sebenarnya. Agar hasilnya maksimal, maka diperlukan pemeriksaan ulang. Kecuali jika kamu memang memiliki pantangan tertentu yang membuat kamu tidak bisa berpuasa. Jika kondisi demikian, ada baiknya kamu bicara dengan dokter.

Kabar baiknya, saat ini kamu sudah bisa melakukan cek darah di rumah. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play, lalu masuk ke fitur Lab Service untuk memillih jenis pengecekan yang kamu inginkan. Setelah itu, kamu bisa menentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemui kamu pada waktu yang sudah ditentukan. Jadi, yuk segera gunakan Halodoc sekarang juga!