• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Hubungan Intim Tidak Sehat Bisa Tertular Scabies

Alasan Hubungan Intim Tidak Sehat Bisa Tertular Scabies

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alasan Hubungan Intim Tidak Sehat Bisa Tertular Scabies

Halodoc, Jakarta – Scabies atau yang dikenal dengan kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau yang sangat kecil. Penyakit ini sangat menular, salah satu caranya adalah melalui kontak kulit dengan kulit yang biasanya terjadi saat berhubungan intim. Tungau kecil penyebab scabies yang bernama Sarcoptes scabiei dapat masuk ke dalam liang kulit kamu dan bertelur.

Saat telur menetas, tungau baru akan merangkak dan membuat liang baru di kulit kamu. Scabies menimbulkan rasa gatal yang hebat, terutama di malam hari. Kamu mungkin juga bisa menemukan lepuhan kecil atau benjolan merah kecil di kulit. Beberapa pengidap bisa mengalami ruam di area kulit yang terlipat, seperti bokong, lutut, lengan, payudara dan alat kelamin. Bila tidak diobati, tungau mikroskopis ini dapat hidup di kulit kamu selama berbulan-bulan.

Baca juga: 4 Gejala Scabies yang Perlu Diwaspadai

Mengapa Hubungan Intim Dapat Menularkan Kudis?

Scabies atau kudis dapat ditularkan melalui kontak tubuh yang dekat, seperti berhubungan intim dengan orang yang terinfeksi. Apalagi saat berhubungan intim, tubuh kamu bersentuhan kulit dengan kulit dengan pengidap dalam waktu yang lama. Inilah alasan hubungan intim dapat menularkan scabies.

Melakukan hubungan intim yang tidak sehat, seperti sering bergonta-ganti pasangan meningkatkan risiko kamu tertular scabies. Pasalnya, kamu tidak tahu apakah orang tersebut mengidap atau pernah mengidap scabies yang menularkan penyakit tersebut kepada kamu.

Kebanyakan orang dewasa tertular kudis dari berhubungan intim. Tidak seperti infeksi menular seksual pada umumnya, penggunaan kondom atau metode perlindungan lainnya tidak efektif untuk mencegah kudis. Bila kamu atau pasangan kamu mengidap scabies, kamu berdua harus mendapatkan pengobatan untuk mencegah penularan terulang kembali pada satu sama lain.

Meskipun kudis dapat menyebar melalui hubungan intim, namun penyakit ini biasanya menular melalui kontak kulit ke kulit non-seksual.

Baca juga: Hobi Berganti Pasangan, Hati-hati dengan Penyakit Berbahaya Ini

Penularan Scabies Lainnya Selain Hubungan Intim

Scabies biasanya menular melalui kontak kulit ke kulit dengan pengidap scabies. Namun, menurut the Centers for Disease Control and Prevention, kontak kulit harus dilakukan dalam waktu yang lama untuk bisa menularkan kudis. Jadi, kontak kasual yang cepat, seperti berpelukan cepat atau jabat tangan tidak dapat menularkan kudis.

Kontak kulit yang dekat semacam itu dapat terjadi di antara orang-orang yang tinggal dalam satu rumah, atau di tempat-tempat ramai, seperti panti jompo, rumah sakit, ruang kelas, tempat penitipan anak, asrama, tempat fitness, dan penjara.

Selain itu, berbagi barang pribadi dengan pengidap yang dapat bersentuhan dengan kulit kamu, seperti pakaian, handuk dan tempat tidur juga dapat menyebabkan penularan scabies.

Baca juga: Tak Rawat Rambut Kemaluan Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Kudis

Mengetahui Pengobatan Scabies

Scabies perlu diobati, biasanya dengan menggunakan krim atau losion dengan resep dokter. Pasangan seksual baru-baru ini dan siapa pun yang tinggal satu rumah dengan kamu juga perlu mendapatkan pengobatan, meskipun mereka mungkin tidak menunjukkan gejala kudis.

Dokter biasanya menganjurkan kamu untuk mengoleskan obat ke seluruh kulit kamu, dari leher hingga kaki, setelah mandi. Beberapa obat aman untuk dioleskan ke rambut dan wajah. Ingat bahwa obat topikal ini perlu didiamkan setidaknya selama 8-10 jam setelah pemakaian. Hindari mengoleskan obat sebelum mandi. Kamu juga perlu melakukan beberapa perawatan, tergantung pada jenis obat yang digunakan atau bila muncul ruam baru.

Berikut ini obat topikal yang umum digunakan untuk mengobati scabies:

  • Krim permetrin;
  • Losion lindane;
  • Crotamiton;
  • Ivermectin;
  • Salep belerang.

Dokter juga dapat merekomendasikan obat lain untuk mengobati gejala yang disebabkan oleh kudis, seperti gatal dan infeksi. Obat-obatan tersebut, antara lain antihistamin, losion kalamin, steroid topikal, dan antibiotik.

Untuk membunuh tungau dan mencegah kudis terjadi lagi, American Academy of Dermatology juga merekomendasikan agar kamu mencuci semua pakaian, seprai, dan handuk, serta menyedot debu di seluruh rumah, termasuk furnitur yang dilapisi kain.

Cara mudah untuk membeli obat yang kamu butuhkan, gunakan saja aplikasi Halodoc. Tinggal order melalui aplikasi dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Jadi tunggu apa lagi? Download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Is Scabies Sexually Transmitted?.
Planned Parenthood. Diakses pada 2020. Scabies