Kudis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kudis

Kudis atau scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut bereproduksi pada permukaan kulit, lalu masuk ke dalam kulit untuk bertelur, sehingga menyebabkan rasa gatal.

 

Faktor Risiko Kudis

Orang yang berisiko tinggi terkena penyakit ini adalah mereka yang hidup berkelompok, contohnya anak pesantren, narapidana, atau keluarga. Faktor risiko lainnya adalah orang-orang dengan daya tahan tubuh lemah, mengonsumsi steroid, atau sedang menjalani kemoterapi.

Baca juga: Tak Rawat Rambut Kemaluan Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Kudis

 

Penyebab Kudis

Penyebab scabies adalah S. scabiei yang menginvasi kulit. Tungau ini biasanya terdapat di sprei, gorden, bantal, atau pakaian orang yang terinfeksi.

Baca juga: Ketahui Cara Penularan Kudis yang Wajib Diwaspadai

 

Gejala Kudis

Gejala scabies yang muncul bisa bervariasi, tergantung apakah kamu sudah pernah terkena tungau sebelumnya atau tidak. Saat seseorang terkena tungau kudis pertama kali, diperlukan waktu sampai 2-6 minggu sampai gejala timbul. Jangka waktu tersebut akan lebih pendek pada serangan berikut nya karena sistem kekebalan tubuh lebih cepat bereaksi, yaitu 1-4 hari.

Gejala scabies yang paling umum adalah rasa gatal yang dapat memburuk di malam hari, karena pada saat itulah, tungau kudis menaruh telurnya ke dalam kulit. Gatal sering dirasakan di sela-sela jari, ketiak, selangkangan, dan daerah lipatan lain. Selain gatal, ruam dan jejak seperti galian yang tipis dan tidak teratur juga bisa muncul ketika tungau menggali ke dalam kulit. Ruam akibat kudis juga bisa menjadi luka bila pengidap menggaruk kulitnya. Hati-hati, luka terbuka bisa menyebabkan impetigo.

Kudis berkrusta juga dikenal sebagai kudis Norwegia, yaitu bentuk kudis serius yang menyebabkan gejala kulit yang parah. Orang yang terkena scabies berkrusta akan mengalami gejala berupa kerak yang meluas, abu-abu, dan tebal.

 

Diagnosis Kudis

Diagnosis ditegakkan melalui wawancara dan pemeriksaan fisik untuk melihat adanya ruam dan galian di bawah kulit. Pada kasus tertentu, dokter dapat mengambil sampel kulit untuk dilihat di bawah mikroskop.

 

Pengobatan Kudis

Mengobati kudis perlu menggunakan beberapa jenis obat. Beberapa krim dan losion bisa didapatkan melalui resep dokter. Obat kudis biasanya dioleskan di sekujur tubuh, dari leher ke bawah, lalu dibiarkan selama setidaknya 8 jam.

Dokter juga akan menganjurkan semua anggota keluarga dan orang terdekat pengidap untuk memakai obat, walaupun mereka tidak menunjukkan tanda-tanda tertular scabies. Tujuannya untuk mencegah penyebaran scabies. Krim untuk mengobati scabies dengan kombinasi berikut ini:

  • 5 persen krim permethrin. Obat ini bermanfaat untuk membunuh scabies dan telurnya. Orang dewasa, ibu hamil, sampai anak-anak berumur 2 bulan boleh menggunakan obat ini.

  • 25 persen losion benzyl benzoate.

  • 10 persen salep sulfur.

  • 10 persen krim crotamiton. Obat ini tidak boleh digunakan oleh anak-anak atau wanita hamil.

  • 1 persen losion lindane. Losion ini diberikan seandainya pengobatan lainnya tidak mempan dalam meredakan gejala. Anak yang berumur kurang lebih dua tahun, wanita hamil atau menyusui, lansia, dan yang berbobot tubuh kurang dari 50 kilogram dilarang memakainya.

  • Sebagai tambahan, obat minum Ivermectin sangat berguna bagi orang dengan perubahan sistem imun, orang yang mengalami kudis mengeras, dan bagi orang yang tidak merespon terhadap losion dan krim resep.

Walaupun obat ini membunuh tungau dengan cepat, tapi rasa gatal mungkin tidak sepenuhnya hilang selama beberapa minggu.

Baca juga:  5 Pengobatan Alami untuk Menyembuhkan Kudis

 

Pencegahan Kudis

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kudis:

  • Jaga kebersihan.

  • Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi.

  • Rendam pakaian, seprai, gorden, atau boneka dalam air panas sebelum dicuci.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kulit bila kamu mengalami gejala-gejala kudis seperti di atas. Dengan mengaplikasikan obat yang diresepkan oleh dokter, kamu bisa mengatasi gejala kudis yang mengganggu.

 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Scabies: Images, symptoms, and treatments.
WebMD. Diakses pada 2019. Scabies: Pictures of Rash & Mites, Symptoms, Treatment.

Diperbarui pada 13 September 2019