• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kudis
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kudis

Kudis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
kudis halodoc

Pengertian Kudis

Kudis, atau scabies, adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut bereproduksi pada permukaan kulit, lalu masuk ke dalam kulit untuk bertelur, sehingga menyebabkan rasa gatal. Timbulnya rasa gatal dan keinginan menggaruk dapat lebih parah di malam hari.

Penyakit ini terbilang sangat mudah menular dan menyebar dengan cepat, terlebih jika seseorang melakukan kontak fisik dekat dengan pengidapnya. Meski begitu, kudis dapat dengan mudah diobati yang mampu membunuh tungau serta telurnya pada kulit.

 

Penyebab Kudis

Penyebab scabies adalah tungau jenis S. scabiei yang menginvasi kulit. Tungau ini biasanya terdapat di seprai, gorden, bantal, atau pakaian orang yang terinfeksi. Saat bersembunyi di bawah kulit, tungau membuat terowongan sebagai tempat ia menyimpan telur.

Saat telur menetas, larva tersebut dapat muncul ke permukaan kulit dan menyebar ke area kulit lainnya, bahkan pindah ke orang lain. Gatal yang timbul karena penyakit ini merupakan reaksi tubuh terhadap tungau, telur, serta kotorannya.

Kontak fisik dekat dengan seseorang yang mengidap penyakit ini, seperti berbagi pakaian atau tidur satu ranjang dapat meningkatkan risiko terinfeksi kudis. Rutin membersihkan tempat tidur dan tidak berbagi-pakai pakaian sangat penting untuk mencegah penularan.

Faktor Risiko Kudis

siapa pun dapat terkena kudis, tetapi risikonya lebih tinggi pada beberapa orang, seperti:

  • Hidup berkelompok, seperti pesantren, penjara, atau berkeluarga.
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
  • Mengonsumsi steroid.
  • Sedang menjalani kemoterapi.
  • Orang dewasa yang aktif secara seksual.
  • Untuk anak-anak, kerap berada di fasilitas penitipan.

Gejala Kudis

Gejala scabies yang muncul bisa bervariasi, tergantung jika sudah pernah terserang tungau sebelumnya atau belum. Saat seseorang terkena tungau kudis pertama kali, diperlukan waktu sampai 2-6 minggu hingga gejalanya terlihat. Jangka waktu tersebut akan lebih pendek pada serangan berikut nya karena sistem kekebalan tubuh lebih cepat bereaksi, yaitu 1-4 hari.

Nah, gejala yang paling umum saat seseorang mengalami kudis, antara lain:

  • Rasa gatal yang parah, terutama di malam hari.
  • Alami ruam menyerupai jerawat.
  • Terdapat sisik atau lecet pada kulit.
  • Alami luka akibat garukan.

Rasa gatal dapat memburuk di malam hari karena itu adalah momen tungau kudis menaruh telurnya ke dalam kulit. Gatal sering dirasakan di sela-sela jari, ketiak, selangkangan, dan daerah lipatan lain.

Selain gatal, ruam dan jejak seperti galian yang tipis dan tidak teratur juga bisa muncul ketika tungau menggali ke dalam kulit. Ruam akibat kudis juga bisa menjadi luka bila pengidap menggaruk kulitnya. Hati-hati, luka terbuka bisa menyebabkan impetigo.

Kudis berkrusta juga dikenal sebagai kudis Norwegia, yaitu bentuk kudis serius yang menyebabkan gejala kulit yang parah. Orang yang terkena scabies berkrusta akan mengalami gejala berupa kerak yang meluas, abu-abu, dan tebal.

 

Diagnosis Kudis

Dokter kemungkinan dapat mendiagnosis kudis hanya dengan melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa area kulit yang menimbulkan gejala. Pada beberapa kasus, dokter bisa memastikannya dengan cara mengeluarkan tungau dari kulit dengan jarum.

Cara lain yang bisa dilakukan jika tungau tidak ditemukan adalah dengan mengikis sebagian kecil kulit sebagai sampel jaringan. Setelah itu, pemeriksaan sampel tersebut dilakukan di bawah mikroskop untuk memastikan jika benar ada tungau atau telurnya.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan dengan tinta (Burrow Ink Test) untuk membantu menemukan jalur liang pada kulit yang dibuat tungau. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menjatuhkan tinta pulpen ke area kulit yang dirasa ditempati tungau.

Setelah itu, tinta kemudian dihapus dan beberapa tinta ada yang masuk ke dalam terowongan yang dibuat tungau. Terowongan tersebut dapat terlihat jelas dengan mata telanjang setelahnya. Inilah indikasi jika seseorang terserang kudis.

Pengobatan Kudis

Kudis dapat diobati dengan menggunakan beberapa jenis obat. Beberapa krim dan losion bisa didapatkan melalui resep dokter. Obat kudis biasanya dioleskan di sekujur tubuh, dari leher ke bawah, lalu dibiarkan selama setidaknya 8 jam.

Dokter juga akan menganjurkan semua anggota keluarga dan orang terdekat pengidap untuk mengonsumsi obat tersebut meskipun tidak menunjukkan tanda-tanda tertular scabies. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran scabies. Obat krim digunakan untuk mengatasi penyakit ini dengan membunuh tungau dan telurnya.

Namun, ada baiknya untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu terkait tindakan pengobatan ini. Sebab sebagian obatnya tidak boleh digunakan oleh anak-anak atau wanita hamil. Walaupun obat tersebut membunuh tungau dengan cepat, tapi rasa gatal mungkin tidak sepenuhnya hilang selama beberapa minggu.

Komplikasi Kudis

Komplikasi yang dapat terjadi adalah impetigo. Hal ini disebabkan garukan yang kuat sehingga merusak kulit dan memungkinkan terjadinya infeksi bakteri sekunder. Impetigo sendiri adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus atau kadang bakteri streptococcus.

Bentuk kudis yang lebih parah juga dapat terjadi yang disebut dengan kudis berkrusta. Pada seseorang yang mengalami kudis hanya memiliki 10 hingga 15 tungau pada kulitnya. Namun, jika seseorang alami kudis berkrusta, tungau telah berkembang biak hingga jutaan.

Pencegahan Kudis

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infestasi ulang dan mencegah penyebaran penyakit ini pada orang lain, yaitu:

  • Membersihkan pakaian dengan benar. Gunakan air sabun panas untuk mencuci semua pakaian, handuk, dan seprai yang digunakan dalam waktu tiga hari sebelum perawatan dilakukan. Keringkan pakaian tersebut dengan panas tinggi.
  • Pisahkan barang yang tidak bisa dicuci. Cobalah untuk memisahkan barang-barang yang tidak dapat dicuci ke dalam kantong plastik tertutup dan letakkan di tempat yang terpisah, seperti garasi. Diamkan selama beberapa minggu agar tungau mati setelah beberapa hari tidak mendapatkan makanan.

Selain itu, berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kudis:

  • Jaga kebersihan dengan baik, termasuk tempat tidur.
  • Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala terkait penyakit kudis, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan. Penanganan segera dapat mencegah penyebaran penyakit ini pada orang-orang terdekat.

Nah, pemeriksaan untuk penyakit ini bisa lo dilakukan di beberapa rumah sakit rekanan Halodoc. Untuk pemeriksaan ini, kamu bisa menggunakan fitur janji medis melalui smartphone yang digunakan. Agar bisa mendapatkan kemudahan ini, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. Scabies: Images, symptoms, and treatments.
WebMD. Diakses pada 2022. Scabies: Pictures of Rash & Mites, Symptoms, Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Scabies.
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About Scabies.

Diperbarui pada 24 Mei 2022