22 October 2018

Alasan Kenapa Ibu Hamil Perlu Waspada Rubella

Alasan Kenapa Ibu Hamil Perlu Waspada Rubella

Halodoc, Jakarta - Rubella atau campak Jerman adalah infeksi yang disebabkan oleh infeksi virus akut yang menular. Virus dari penyakit ini menyerang kulit dan kelenjar getah bening. Jika terjadi pada wanita hamil, penyakit ini dapat memiliki efek serius. Misalnya seperti kematian janin atau bayi lahir dengan kemungkinan besar cacat bawaan (Congenital Rubella Syndrome).

Virus Congenital Rubella Syndrome (CRS) atau rubella dapat menular melalui udara ketika orang yang mengidapnya batuk atau pun bersin. Virus ini menganggap bahwa manusia adalah satu-satunya tempat yang cocok untuknya. Rubella dapat menjadi sangat berbahaya bagi ibu hamil dan juga janinnya. Seseorang yang belum mendapatkan vaksin untuk mencegah virus rubella mempunyai risiko untuk terkena penyakit ini.

Rubella akan sangat berbahaya pada ibu hamil yang mengalaminya pada awal kehamilan, apalagi pada 12 minggu pertama atau trimester pertama. Lalu, CRS dapat memengaruhi banyak hal yang mungkin terjadi pada bayi yang sedang berkembang.

Cacat lahir yang biasanya terjadi ketika ibu hamil mengidap CRS adalah anak menjadi tidak bisa mendengar, katarak, cacat jantung, dan berat badan lahir rendah. Jika sudah masuk tahap komplikasi, mungkin bayi tersebut akan mengalami kerusakan otak, radang paru-paru, autisme, hingga diabetes mellitus.

Gejala Rubella

Gejala dari rubella tidak spesifik, sehingga sulit untuk membedakannya dengan penyakit lain. Separuh dari total kasus penyakit yang disebabkan virus ini, gejalanya hanya penyakit ringan dan malahan tidak terlihat. Terkadang, banyak orang tidak menyadari bahwa ia telah terinfeksi.

Apabila orang tersebut merasakan gejala, biasanya akan terjadi pada hari ke-12 hingga hari ke-23 setelah terinfeksi penyakit. Pengidap akan merasakan demam, sakit kepala, nyeri pada persendian, hidung mampet, dan mata merah pada hari pertama hingga hari kelima sebelum ruam terjadi.

Ruam akan terjadi selama beberapa hari dan awalnya terjadi pada wajah, lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, persendian yang sakit dan kelenjar getah bening yang bengkak bisa terjadi dalam beberapa minggu. Kamu bisa saja menyebarkan virus rubella satu minggu sebelum ruam terjadi, dan juga beberapa minggu setelahnya.

Mengidap Rubella saat Hamil Harus Digugurkan?

Jika kamu mengidap rubella pada awal kehamilan, kamu harus bertemu dengan dokter spesialis kandungan untuk tahu risiko pada bayi kamu. Dengan pertemuan tersebut, kamu juga dapat memutuskan untuk melanjutkan atau mengakhiri kehamilan tersebut. Belum ada pengobatan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit rubella jika kamu sudah mengidapnya.

Ketika kamu telah memutuskan untuk melanjutkan kehamilannya, dokter akan memberikan suntikan kekebalan globulin agar infeksi dari virus tersebut dapat mengurangi risiko cacat pada bayi. Namun, suntikan ini tidak dapat mencegah bayi apabila telah terinfeksi.

Kamu tidak dapat menerima vaksin rubella ketika hamil. Maka dari itu, kamu harus selalu melindungi diri dan janin kamu agar terhindar dari penyakit tersebut.

Mencegah Rubella

Rubella dapat dicegah dengan beberapa cara yaitu:

  1. Pastikan kamu dan orang-orang di sekitar kamu telah menerima vaksin yang dapat mencegah rubella. Seseorang tidak akan terkena rubella dari orang yang baru mendapat vaksin.
  2. Selalu hindari kontak dengan orang lain apabila ada kasus rubella di sekitar kamu. Tetap lindungi diri kamu dengan diam di rumah ketika wabah masih terjadi hingga bahayanya mereda.
  3. Jika kamu akan melakukan perjalanan jauh, kamu harus tahu apakah tempat yang dituju banyak kasus yang menyangkut rubella.

Itulah alasan kenapa ibu hamil harus terus waspada terhadap Rubella. Jika kamu ingin berdiskusi perihal Rubella, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store. Di Halodoc, kamu pun bisa membeli obat. Tanpa perlu keluar rumah, pesanan akan sampai dalam waktu satu jam. Praktis kan?

Baca juga: