Trimester 1

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Trimester Pertama Kehamilan

Trimester pertama dimulai pada hari pertama haid terakhir dan berlangsung hingga akhir minggu 12. Pada trimester ini, kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness alias mual berulang. Jika setelah berhubungan intim, kamu tidak datang bulan setidaknya lebih dari seminggu, jangan ragu berbicara dengan dokter kandungan. Kondisi ini bisa menjadi tanda awal kehamilan, apalagi bila disertai gejala fisik lain seperti perubahan suasana hati, kram di bawah perut, sering buang air kecil, perubahan payudara, sakit kepala, sembelit, dan perdarahan.

Baca juga: Mitos Kehamilan di Trimester Pertama yang Bikin Was-Was

 

Perubahan Tubuh Ibu Hamil saat Trimester Pertama

Meski baru trimester pertama, ibu hamil akan mengalami sejumlah perubahan tubuh, antara lain:

  1. Nyeri Payudara

Perubahan payudara menjadi tanda awal kehamilan. Biasanya, payudara terasa lebih lembut, nyeri, dan sensitif, sehingga terasa sakit saat disentuh. Kondisi ini dipicu oleh perubahan hormon dalam tubuh, sebagai persiapan untuk menghasilkan ASI setelah persalinan. Ukuran payudara juga membesar, lebih berat, dan terasa penuh. Sebagian besar ibu hamil mungkin perlu mengganti bra dengan ukuran yang lebih besar agar nyaman saat dipakai.

  1. Ukuran Perut Membesar

Ciri khas ibu hamil adalah perutnya yang membesar. Sebagian ibu hamil sudah bisa melihat perubahan ukuran perut pada trimester pertama kehamilan, meski sebagian yang lain belum.

  1. Perubahan Kulit

Kulit ibu hamil biasanya lebih bercahaya. Jadi, tidak heran kalau kebanyakan ibu hamil terlihat lebih cerah, segar, dan cantik. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormon kehamilan dan peningkatan sirkulasi darah di bawah kulit. Hormon kehamilan merangsang produksi minyak berlebihan, sehingga kulit menjadi lebih lembap. Itu sebabnya sebagian ibu hamil rentan berjerawat.

Perubahan kulit lainnya yang akan dialami ibu hamil di trimester 1 adalah munculnya stretch mark di area paha, pantat, perut, dan dada. Garis gelap yang disebut linea nigra juga bisa muncul, membentang mulai dari pusar sampai ke rambut kemaluan. Selain itu, wajah sebagian ibu hamil juga cenderung menjadi kusam karena bercak berwarna lebih gelap pada kulit (melasma) berpotensi muncul di pipi, dahi, dan hidung.

  1. Pembuluh Darah Vena Terlihat

Perubahan ini terjadi akibat peningkatan volume darah, sehingga jantung memompa darah lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan kehamilan. Pembuluh darah vena yang berwarna biru bisa terlihat di perut yang membesar dan payudara. Sementara pembuluh darah yang tampak seperti laba-laba bisa muncul di kaki, wajah, dan lengan. Pada kasus tertentu, pembuluh darah vena membesar tampak di kaki (varises).

  1. Perubahan Vagina

Lapisan vagina menjadi lebih tebal dan kurang sensitif. Sebagian ibu hamil mungkin mengalami keputihan dan perdarahan ringan. Bercak darah pada awal kehamilan menandakan bahwa sel telur yang sudah dibuahi sperma berhasil menempel dalam dinding rambut. Jika perdarahan lebih berat dan disertai perut kram, segera berbicara dengan dokter kandungan.

  1. Perubahan Berat Badan

Pada trimester pertama kehamilan, ibu akan mengalami peningkatan berat badan sebanyak 1,5-3 kilogram. Pertambahan ini menyesuaikan berat badan sebelum hamil.

Baca juga: 5 Tips Jaga Kehamilan di Trimester Pertama

 

Kebutuhan Nutrisi Saat Trimester Pertama

Penting bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin pada trimester 1 ini, karena pada masa inilah janin tumbuh lebih cepat dari waktu-waktu lainnya. Berikut nutrisi yang harus dipenuhi selama trimester pertama kehamilan:

  • Asam folat untuk mendukung perkembangan otak dan sumsum tulang bayi. Bisa diperoleh dari sayuran hijau (seperti bayam, brokoli, dan kale), buah jeruk, serta kacang-kacangan. Suplemen asam folat juga bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil.

  • Protein untuk membentuk sel-sel baru pada janin. Bisa diperoleh dari telur, tahu, tempe, ikan, ayam, daging, kacang-kacangan, susu, dan produk olahan susu lainnya. Sebaiknya konsumsi makanan sumber protein sebanyak 2-3 porsi per hari.

  • Vitamin A untuk mendukung perkembangan mata dan sistem kekebalan tubuh janin. Bisa diperoleh dari buah dan sayuran.

  • Kalsium dan vitamin D untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi janin. Kalsium juga berfungsi melancarkan peredaran darah serta kerja sistem otot dan saraf janin. Nutrisi ini bisa diperoleh dengan konsumsi brokoli, kale, ikan (seperti teri, sarden, dan salmon), serta susu dan produk olahannya.

  • Zat besi untuk membangun hemoglobin yang berfungsi mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh ibu hamil dan janin. Nutrisi ini bisa diperoleh dari daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, sayuran hijau (seperti bayam, brokoli), dan kacang-kacangan.

Baca juga: 6 Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Trimester Awal Kehamilan

 

Hal yang Dihindari Ibu Hamil Saat Trimester Pertama

Selain mengetahui nutrisi yang perlu dipenuhi, ibu hamil juga perlu mengetahui pantangan-pantangan selama trimester pertama kehamilan. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari ibu hamil pada trimester pertama kehamilan:

  • Batasi konsumsi kafein dan alkohol.

  • Kebiasaan merokok.

  • Minum obat sembarangan alias tanpa anjuran dokter.

  • Konsumsi ikan mentah dan makanan laut bermerkuri tinggi (seperti ikan todak, makerel, dan kakap putih)

  • Minum susu yang tidak dipasteurisasi atau produk susu lainnya.

  • Konsumsi daging yang diawetkan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala atau gangguan kesehatan selama kehamilan. Penanganan yang tepat dan cepat dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi.

 

Ketahui info lebih lanjut tentang perkembangan janin sesuai usia kehamilan ini:

Referensi:
Tommy’s. Diakses pada 2019. First trimester: weeks 1 to 12.
WebMD. Diakses pada 2019. First Trimester of Pregnancy: What to Expect, Baby Development.

 

Pertanyaan Seputar Trimester 1

Kalau hamil trisemester pertama tp blm ada gejala mual, wajar kah dok?

Ditanyakan oleh: kharinnaw

Dijawab oleh: Dr Fadhli Rizal Makarim

Mual dan muntah dalam kehamilan bukan merupakan hal yang pasti terjadi pada hamil muda (trimester pertama). Hal ini biasanya disebabkan oleh kadar hormon Hcg yang terlalu tinggi pada masing-masing individu. Namun, ternyata tidak semua orang memiliki kadar Hcg yang terlalu tinggi. Kadar hormon Hcg yang tidak terlalu tinggi ini yang membuat seseorang tidak mengalami gejala mual muntah saat kehamilan