Alasan Obesitas Bisa Sebabkan Hernia Hiatus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
alasan-obesitas-bisa-sebabkan-hernia-hiatus

Halodoc, Jakarta - Hernia hiatus dapat terjadi ketika jaringan tubuh atau organ mendorong melalui diafragma. Diafragma adalah selaput yang menjaga organ perut tetap pada tempatnya, memisahkannya dari jantung dan paru-paru di rongga dada. Ini merupakan lapisan kubah berbentuk otot antara dua rongga, dan bergerak naik dan turun untuk mendukung pernapasan. Hernia hiatus terjadi ketika bagian perut bagian atas mendorong melalui diafragma. 

Seseorang dapat dilahirkan dengan celah hernia hiatus yang lebih besar. Peningkatan tekanan di perut seperti kehamilan, obesitas, batuk, atau mengejan saat buang air besar juga dapat memperbesar potensi terjadinya hernia hiatus. 

Hubungan Hernia Hiatus dan Obesitas

Penambahan berat badan dan peningkatan ukuran perut seseorang dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi ini. Mulas atau GERD (penyakit refluks gastroesofageal), terjadi saat asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, yang merupakan pipa saluran makanan yang menghubungkan tenggorokan dan lambung. 

Baca juga: 5 Tes untuk Diagnosis Hernia Hiatus

Gejala mulas sering terjadi tidak lama setelah makan dan dapat berlangsung selama beberapa menit atau bahkan berjam-jam. Orang mungkin mengeluh sensasi terbakar di dada atau tenggorokan, rasa asam atau pahit di mulut, atau bahkan gejala batuk. 

Hubungan ini tampaknya lebih kuat pada wanita dan populasi kulit putih dibandingkan dengan pria dan kelompok etnis lainnya. Meningkatnya risiko GERD diperkirakan disebabkan oleh kelebihan lemak perut yang menyebabkan tekanan pada perut. Selain itu, risiko juga dapat dipengaruhi oleh perkembangan hernia hiatus yang menyebabkan aliran balik perubahan asam atau hormon seperti peningkatan paparan estrogen yang dapat terjadi pada individu yang dipengaruhi oleh kegemukan. 

Obesitas Bukan Satu-Satunya Penyebab

Penyebab kelemahan struktural yang  menyebabkan hernia hiatus belum diketahui pasti. Salah satu penyebab potensial kemungkinan adalah tekanan pada diafragma, yang risikonya mungkin lebih tinggi pada beberapa orang karena faktor genetik tertentu. 

Beberapa faktor risiko membuat melemahnya hiatus, pembukaan diafragma melalui mana pipa makanan melewatinya. Misalnya, hernia hiatal lebih sering terjadi pada orang di atas 50 tahun dan mereka yang memiliki obesitas.

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Hernia Hiatus

Faktor risiko lain termasuk kekuatan tubuh saat olahraga angkat besi, berusaha mengosongkan usus, batuk, atau muntah terus-menerus. Tindakan ini untuk sementara waktu meningkatkan tekanan di dalam rongga perut. 

Hernia hiatus juga sering terjadi pada wanita selama kehamilan. Janin yang tumbuh mendorong organ-organ perut ke atas, terkadang menyebabkan mereka membesar melalui diafragma di mana ia bertemu pipa saluran makanan. Jika kamu mengalami gejala yang berkaitan dengan hernia hiatus segeralah komunikasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Anomali kongenital dalam diafragma juga merupakan salah satu penyebab, tetapi hernia hiatus jarang terjadi pada penyebab ini. Cedera diafragma, seperti trauma akibat jatuh atau kecelakaan lalu lintas, juga dapat menyebabkan hernia hiatus. Beberapa prosedur bedah yang melibatkan pipa saluran makanan juga meningkatkan risiko seseorang. 

Baca juga: Asam Lambung Mudah Naik Karena Hernia Hiatus

Saatnya Lakukan Pencegahan

Karena obesitas merupakan faktor risiko hernia hiatus, penurunan berat badan dapat membantu mengurangi risiko bagi sebagian orang. Penyebab lain yang diketahui dan faktor risiko hernia ini tidak dapat dicegah. 

Siapa pun yang mengalami hernia hiatus dapat menemukan bahwa mengubah pola makan dan kebiasaan minum dapat membantu mengurangi gejala mulas. Seseorang mungkin mendapat manfaat dari pengurangan berikut ini:

  • Ukuran makanan keseluruhan.

  • Ukuran porsi.

  • Konsumsi makanan tertentu yang memicu refluks.

Mengurangi asupan makanan dan minuman berikut sering dapat membantu meminimalisir gejala:

  • Alkohol.

  • Kafein.

  • Cokelat.

  • Tomat.

  • Makanan berlemak atau pedas.

Waktu makan dan minum juga dapat menjadi faktor karena waktu makan memengaruhi kapan asam bisa mengalir kembali ke pipa makanan. Orang yang mengalami mulas harus duduk tegak saat makan dan makan setidaknya 3 jam sebelum tidur. 

Referensi:

Medical News Today. Diakses pada 2019. What to Know About Hiatal Hernia