5 Tes untuk Diagnosis Hernia Hiatus

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
5 Tes untuk Diagnosis Hernia Hiatus

Halodoc, Jakarta – Memiliki pola makan yang sehat dapat menghindarkan kamu dari kondisi kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas memiliki dampak yang buruk pada kesehatan, salah satunya adalah penyakit hernia hiatus.

Baca juga: Asam Lambung Mudah Naik karena Hernia Hiatus

Penyakit hernia hiatus terjadi ketika bagian lambung seseorang naik hingga ke rongga dada. Umumnya, kondisi hernia hiatus dialami oleh orang-orang yang memasuki usia lanjut atau 50 tahun ke atas. Hal ini dikarenakan otot dalam tubuh yang mulai melemah dan mengendur.

Bukan Hanya Usia, Ketahui Faktor Penyebab Hernia Hiatus

Umumnya, tonjolan yang masih kecil tidak terlalu membahayakan pengidap hernia hiatus. Jika tonjolan semakin membesar, kondisi ini berbahaya untuk kesehatan dan meningkatkan risiko makanan dan asam lambung kembali menuju kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi panas pada bagian dada.

Kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko seseorang alami hernia hiatus. Hindari kebiasaan merokok agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Selain melemahnya otot dalam tubuh, faktor lainnya yang memicu seseorang alami hernia hiatus, seperti batuk terus-menerus yang cukup keras sehingga menyebabkan tekanan yang cukup besar pada rongga perut. 

Tidak hanya itu, cedera pada diafragma, menjalani masa kehamilan dan memiliki kelainan pada saat dilahirkan dengan celah pada diafragma juga meningkatkan risiko seseorang alami hernia hiatus. Selain faktor tersebut, pengidap sirosis dan pengidap diabetes juga rentan alami hernia hiatus.

Ketahui beberapa gejala yang dialami agar penanganan dapat dilakukan dengan segera. Pada benjolan hernia hiatus yang masih kecil tidak menimbulkan gejala pada pengidap hernia hiatus. Namun, ketika benjolan semakin membesar perubahan semakin terasa di dalam tubuh.

Baca juga: Cari Tahu 4 Gejala Hernia Berdasarkan Jenisnya

Sensasi panas dalam dada (heartburn), sering bersendawa, terasa pahit atau asam pada tenggorokan, sulit menelan dan napas yang pendek menjadi gejala umum dialami oleh pengidap hernia hiatus. Kondisi ini diakibatkan semakin membesarnya benjolan maka risiko asam lambung naik ke kerongkongan akan semakin membesar.

Lakukan Pemeriksaan untuk Diagnosis Hernia Hiatus

Jika kamu mengalami sensasi panas seperti terbakar pada bagian dada selama beberapa hari tidak ada salahnya lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Hernia hiatus dapat didiagnosis dengan melakukan beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan, seperti:

1. Rontgen Saluran Cerna Bagian Atas

Foto rontgen saluran cerna bagian dilakukan untuk memastikan kondisi kerongkongan, lambung serta usus secara mendetail.

2. Gastroskopi

Pemeriksaan ini dilakukan dengan teropong melalui mulut untuk memastikan kondisi saluran cerna bagian atas tidak mengalami peradangan.

3. Manometri Esofagus

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur kekuatan serta koordinasi otot dari kerongkongan saat pengidap menelan.

4. Tes Pengukuran Kadar Asam

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kadar asam dari kerongkongan.

5. Tes Pengosongan Lambung

Pemeriksaan dilakukan untuk memeriksa fungsi kerja dari lambung dengan mengetahui berapa lama makanan meninggalkan lambung.

Baca juga: Alami Hernia, Haruskah Dioperasi?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hernia hiatus, yaitu menghentikan kebiasaan merokok dan jaga berat badan agar tetap seimbang dan ideal. Tidak hanya itu, untuk mencegah kondisi ini sebaiknya hindari berbaring atau tidur sesaat setelah mengonsumsi makanan. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hiatal Hernia
Heathline. Diakses pada 2019. Hiatal Hernia