17 December 2018

Alasan Pengidap Diabetes Tipe 1 Rentan Kena Tinea Corporis

Tinea Corporis karena diabetes, akibat kegemukan, obesitas

Halodoc, Jakarta - Tinea corporis, atau yang lebih dikenal dengan kurap tubuh merupakan infeksi jamur yang bisa menimbulkan ruam dengan bentuk melingkar berwarna kemerahan atau keperakan pada kulit. Infeksi ini disebabkan oleh jamur yang berbeda-beda. Jamur-jamur tersebut memengaruhi bagian-bagian tubuh yang berbeda.

Kondisi ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh, tetapi biasanya muncul pada badan, kaki, dan lengan. Umumnya, tinea corporis lebih mudah menyebar di daerah beriklim hangat dan lembap. Tinea corporis memang bukan tergolong penyakit kulit yang serius dan mudah diobati. Namun, kondisi ini mudah sekali menyebar dan menular. Penyakit ini juga bisa tersebar melalui kucing dan anjing jika terjadi kontak fisik dengan manusia.

Gejala umum yang biasanya muncul kepada pengidap kondisi ini adalah gatal-gatal pada kulit. Bahkan terkadang, kulit juga mengalami eksfoliasi atau pengelupasan. Kondisi ini sering berkembang pada badan, kaki, maupun lengan. Gejala tinea corporis biasanya mulai muncul pada 4-10 hari setelah tubuh terpapar jamur. Beberapa tanda dan gejala umum tinea corporis lainnya, antara lain:

  • Munculnya ruam berbentuk lingkaran yang berwarna kemerahan atau keperakan pada kulit, dengan tepian yang sedikit timbul dibanding dengan daerah disekitarnya.

  • Bagian tengah dari lingkaran jamur tampak seperti kulit yang sehat. Namun, sebenarnya kondisi tersebut dapat menimbulkan luka yang berisi cairan atau nanah di sekitarnya.

  • Kulit terasa gatal, bersisik, kemudian meradang.

Penyebab kondisi tinea corporis bukanlah cacing, tetapi sejumlah kecil jamur yang hanya bisa dilihat di bawah mikroskop, yang dikenal dengan dermatofit (tinea). Jamur dermatophytes menjadi penyebab utama munculnya tinea corporis. Jamur ini dapat berkembang biak pada jaringan keratin, merupakan jaringan yang keras dan anti-air pada kulit, rambut, atau kuku. Berikut ini beberapa cara penularan jamur yang dapat terjadi, yaitu:

  • Adanya kontak fisik dengan pengidap yang terinfeksi tinea corporis.

  • Adanya kontak fisik manusia dengan hewan yang terinfeksi tinea corporis.

  • Adanya kontak fisik manusia dengan benda-benda yang telah terkontaminasi.

  • Adanya kontak fisik manusia dengan tanah. Kondisi ini jarang sekali terjadi, tetapi manusia juga dapat berisiko terkena tinea corporis melalui tanah yang mengandung spora jamur.

Nah, apa saja faktor yang dapat memicu risiko seseorang mengidap tinea corporis?

  • Obesitas atau kegemukan.

  • Sirkulasi darah yang tidak normal.

  • Kondisi tempat tinggal yang lembap, serta buruknya sirkulasi udara di dalam rumah.

  • Sirkulasi darah yang tidak normal.

  • Sistem imunitas tubuh yang lemah.

  • Seseorang yang mengidap diabetes tipe 1.

  • Mengenakan pakaian yang terlalu sempit atau ketat.

  • Mengikuti olahraga dengan frekuensi kontak antar kulit cukup tinggi, seperti gulat.

  • Pernah terinfeksi jamur sebelumnya.

  • Berbagi pakaian, seprai, atau handuk dengan pengidap tinea corporis.

Jika kamu atau orang terdekat kamu mengidap kondisi ini, berikut ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk membasmi, serta menghentikan penyebaran infeksi jamur, yaitu:

  • Hindari penggunaan toilet umum.

  • Cuci pakaian, handuk, serta seprai secara rutin.

  • Kenakan pakaian yang berukuran longgar.

  • Bersihkan setiap hari kulit yang terinfeksi, serta keringkan seluruhnya.

  • Hindari menggaruk bagian kulit yang terinfeksi jamur.

Kamu mau tahu tips pencegahan tinea corporis atau tips kesehatan lainnya? Kamu bisa lihat tips-tips menarik lainnya dengan men-download aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli mengenai masalah kesehatan kamu. Yuk, download aplikasinya segera di Google Play atau App Store!

Baca juga: