Tinea Corporis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Tinea Corporis

Tinea Corporis atau kurap tubuh adalah infeksi jamur yang bisa menimbulkan ruam melingkar kemerahan atau keperakan pada kulit. Penyakit kulit ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh, tetapi umumnya muncul pada lengan dan kaki. Pada umumnya, tinea corporis lebih mudah menyebar di daerah beriklim hangat dan lembap.

Tinea corporis bukan tergolong penyakit kulit serius dan mudah diobati, tetapi kondisi ini mudah sekali menyebar dan menular. Beberapa binatang, seperti anjing dan kucing, bisa menyebarkan jamur tinea corporis pada manusia jika terjadi kontak fisik.

 

Faktor Risiko Tinea Corporis

Terdapat beberap faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena tinea corporis, yakni:

  • Sirkulasi darah yang tidak normal.

  • Usia masih sangat muda atau sudah sangat tua.

  • Kondisi tempat tinggal yang lembap nan hangat.

  • Obesitas.

  • Melakukan kontak fisik dengan orang atau hewan yang mengidap penyakit ini.

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Mengenakan pakaian yang terlalu sempit.

  • Menderita diabetes tipe 1.

  • Kerap olahraga dengan frekuensi kontak antar kulit cukup tinggi seperti gulat.

  • Pernah terinfeksi jamur sebelumnya.

  • Sering berbagi pakaian, seprai, atau handuk dengan pengidap tinea corporis.

  • Mengalami aterosklerosis.

Baca juga:Ini Alasan Kemoterapi Bikin Rentan Kena Tinea Corporis

 

Penyebab Tinea Corporis

Jamur bernama dermatophytes adalah penyebab utama munculnya tinea corporis. Jamur ini biasanya berkembang biak pada keratin (jaringan yang keras dan antiair pada kulit, rambut, dan kuku). Terdapat beberapa cara penularan dan penyebaran jamur dermatophytes yaitu:

  • Kontak fisik antar manusia.

  • Kontak fisik manusia dengan hewan yang terinfeksi.

  • Kontak fisik manusia dengan benda yang menempel jamur dematophytes.

  • Kontak fisik manusia dengan tanah yang mengandung spora jamur.

 

Gejala Tinea Corporis

Gejala tinea corporis biasanya mulai muncul 10 hari setelah tubuh terjadi kontak dengan jamur, dengan tanda dan gejala umum seperti:

  • Munculnya ruam melingkar kemerahan atau keperakan pada kulit.

  • Kulit bersisik.

  • Terasa gatal dan terjadi peradangan.

  • Muncul luka melepuh dan berisi nanah di sekitar ruam.

Pada kasus yang cukup parah, ruam melingkar yang muncul akan berlipat ganda, tumbuh besar dan mungkin menyatu. Tidak hanya itu, luka melepuh dan bernanah bisa muncul di sekitar ruam melingkar. Kulit dengan ruam melingkat akan sedikit terangkat dan kulit di bawahnya terasa gatal.

 

Diagnosis Tinea Corporis

Dokter dapat melakukan dua cara guna mendiagnosis tinea corporis, antara lain:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa kulit yang terinfeksi, serta menanyakan hal-hal terkait gejala-gelaja yang dirasakan.

  • Pengambilan dan pemeriksaan sampel jaringan kulit yang mengidap tinea corporis. Dokter akan mengambil sampel hasil kerokan kulit yang terinfeksi untuk selanjutnya diperiksa di bawah mikroskop.

Baca juga:Hati-Hati, Ini Cara Penularan Tinea Corporis yang Perlu Diketahui

 

Pengobatan Tinea Corporis

Pengobatan tinea corporis akan dilakukan dengan menggunakan krim, gel, atau obat semprot antijamur yang dapat dengan mudah didapatkan karena dijual bebas. Gunakanlah krim, gel, atau obat semprot antijamur pada bagian kulit yang terinfeksi tinea corporis selama dua minggu, agar infeksi jamur tidak muncul kembali. Jika setelah dua minggu gejala belum membaik, segera temui kembali dokter. Biasanya dokter akan meminta kamu mengonsumsi tablet anti jamur.

 

Pencegahan Tinea Corporis

Beberapa cara untuk membasmi serta menghentikan penyebaran infeksi jamur di antaranya:

  • Cucilah pakaian, handuk, serta seprai secara rutin.

  • Kenakan pakaian yang tidak sempit atau longgar.

  • Hindari untuk menggaruk bagian kulit yang terinfeksi jamur.

  • Bersihkan bagian kulit yang terinfeksi setiap hari dan keringkan seluruhnya.

  • Mengganti pakaian dalam dan kaus kaki setiap hari.

  • Pastikan hewan peliharaan yang dimiliki diperiksa secara rutin ke dokter hewan, terutama jika diduga terinfeksi jamur.

  • Jangan meminjamkan sisir, sikat kepala, atau topi kepada orang lain.

  • Cucilah tangan setelah kontak fisik dengan binatang.

Baca juga: Begini Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Tinea Corporis

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga mengalami satu atau beberapa gejala di atas, segeralah menghubungi dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Ringworm and Other Fungal Infections.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Ringworm (Body).
Web MD. Diakses pada 2019. What You Should Know About Ringworm.

Diperbarui pada 20 September 2019