Alasan Tangan Harus dalam Keadaan Bersih saat Ganti Perban

Alasan Tangan Harus dalam Keadaan Bersih saat Ganti Perban

Halodoc, Jakarta – Perban digunakan untuk membalut luka, sehingga mencegah risiko infeksi yang lebih parah. Hal yang jarang diketahui adalah, perban memiliki beberapa bentuk yang penggunaannya disesuaikan dengan jenis luka.

Perhatikan cara menggunakan perban agar luka tidak semakin parah, di antaranya dengan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum membersihkan luka atau memasang perban. Saat mengganti perban, kamu dianjurkan untuk mencuci tangan. Apa alasannya?

Baca Juga: Terciprat Minyak Saat Masak, Harus Apa

Pentingnya Mencuci Tangan Sebelum Mengganti Perban

Mencuci tangan berguna untuk mencegah masuknya kuman penyebab penyakit melalui lesi terbuka pada luka. Jika kamu mengganti perban dalam keadaan tangan kotor, kuman penyakit rentan masuk ke dalam tubuh lewat lesi terbuka, membuat kamu berisiko mengalami infeksi yang lebih parah.

Sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu atau gunakan hand sanitizer sebelum mengganti perban. Jika memungkinkan, gunakan sarung tangan medis supaya lebih steril.

Setelah mencuci tangan, langkah berikut perlu kamu ikuti saat memasang perban pada luka:

  • Tekan area kulit yang terluka, pelan-pelan gunakan kain bersih atau kasa steril jika masih terjadi perdarahan. Untuk luka atau goresan kecil, kamu tidak perlu menekan atau menggunakan perban, cukup bersihkan luka dan tutup dengan plester.
  • Bersihkan luka dengan air. Setelah perdarahan luka berhenti, bersihkan dengan air bersih yang mengalir selama 5-10 menit. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada luka, karena bisa memicu infeksi. Kemudian, gunakan kain bersih dan sabun yang lembut untuk membersihkan area di sekitar luka. Pastikan sabun tidak mengenai luka dapat menimbulkan rasa perih dan meningkatkan risiko iritasi.
  • Oleskan krim atau salep antibiotik. Jangan terlalu banyak, cukup oleskan krim atau salep antibiotik tipis-tipis. Fungsinya untuk menjaga kulit tetap lembap dan mencegah pertumbuhan jaringan parut pada bekas luka. Apabila muncul ruam dan kulit terasa perih setelah pakai krim atau salep, segera hentikan penggunaannya.
  • Balut dengan perban. Potong kain kasa atau pembalut luka steril lain, dan sesuaikan dengan ukuran luka. Terakhir, berikan perekat pada perban agar tidak terlepas. Pastikan kamu rutin mengganti perban, setidaknya 6-12 jam sekali, atau ketika perban basah dan kotor.

Baca Juga: Jangan Asal, Ini Cara Perawatan Luka yang Tepat

Alasan Luka Tidak Boleh Dibiarkan Terbuka

Ada anggapan bahwa luka sebaiknya dibiarkan terbuka agar tetap kering dan cepat sembuh. Anggapan ini tidak benar, karena luka yang ditutup setelah dibersihkan dan diberi obat justru lebih cepat sembuh. Dengan membuat luka dalam kondisi lembap, kulit mengalami perbaikan jaringan yang lebih cepat. Selain itu, tujuan menutup luka dengan plester, kasa, hingga perban adalah demi mencegah masuknya bakteri dan kontaminasi pada luka.

Baca Juga: Perawatan Rumahan untuk Mengatasi Keseleo

Jadi, pastikan kamu membersihkan tangan sebelum mengganti perban. Kalau kamu memiliki luka diperban yang tak kunjung sembuh, sebaiknya segera bicara dengan dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!