• Home
  • /
  • Anak Alami Kejang Demam, Orangtua Harus Lakukan Apa?

Anak Alami Kejang Demam, Orangtua Harus Lakukan Apa?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Anak Alami Kejang Demam, Orangtua Harus Lakukan Apa?

Halodoc, Jakarta – Kejang demam adalah kejang yang disebabkan oleh demam yang umumnya dialami oleh anak-anak di bawah usia satu tahun. Kejang demam biasanya terjadi selama beberapa jam pertama dimulainya demam. 

Gejalanya bisa terlihat anak mengalami kaku, berkedut, dan bola mata memutar. Anak menjadi tidak responsif, napas terganggu, dan warna kulit menjadi lebih gelap ketimbang biasa. Kejang biasanya berlangsung kurang dari 1 menit, tetapi bisa juga sampai 15 menit. Apa yang harus dilakukan orangtua? Simak pembahasannya di bawah ini.

Tindakan Pertama saat Anak Kejang Demam

Seperti yang direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics, berikut ini tindakan pertama yang perlu dilakukan orangtua saat anak alami kejang demam:

Baca juga: Ini Penyebab dan Cara Atasi Kejang Demam pada Anak

  1. Tempatkan anak di lantai atau tempat tidur dan jauhi dari benda keras atau tajam.

  2. Putar kepalanya ke samping, sehingga air liur atau muntahan dapat mengalir dari mulutnya.

  3. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulutnya, anak tidak akan menelan lidahnya.

  4. Hubungi dokter anak, atau bila butuh informasi atau saran lebih lanjut mengenai kejang demam, bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orangtua.  Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

  5. Jika kejang tidak berhenti setelah 5 menit, hubungi 911 atau nomor darurat lain.

Kejang demam cenderung terjadi dalam keluarga. Risiko kejang dengan episode demam lainnya tergantung pada usia anak. Anak-anak di bawah satu tahun umumnya memiliki kemungkinan 50 persen mengalami kejang demam. Sedangkan anak-anak di atas satu tahun, hanya punya kemungkinan sebesar 30 persen untuk mengalami kejang demam kedua atau kejang demam selanjutnya.

Meskipun kejang demam terdengar seperti menakutkan, tetapi kondisi ini tidak tidak berbahaya bagi anak. Kejang demam tidak menyebabkan kerusakan otak, masalah sistem saraf, kelumpuhan, cacat intelektual, atau kematian.

Baca juga: Ini Alasan Anak Kejang saat Demam Tinggi

Pemeriksaan saat Anak Kejang Demam

Jika anak mengalami kejang demam, segera hubungi dokter anak. Dokter akan ingin memeriksa anak untuk menentukan penyebab demam anak. Lebih penting lagi untuk menentukan dan mengobati penyebab demam ketimbang kejangnya. 

Pemeriksaan di tulang belakang mungkin dilakukan untuk memastikan anak tidak memiliki infeksi serius seperti meningitis, terutama jika anak berusia di bawah satu tahun. Secara umum, dokter tidak merekomendasikan pengobatan kejang karena demam. Namun, untuk kondisi kejang yang berkepanjangan atau berulang, orangtua membutuhkan rekomendasi. 

Jika anak mengalami kejang demam, jangan langsung panik. Kejang jenis ini tidak berbahaya bagi anak dan tidak menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Infeksi virus, seperti flu biasa, infeksi saluran pernapasan atas, atau infeksi bakteri, misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi telinga, dapat menyebabkan demam yang dapat mengakibatkan kejang demam.

Kemudian, kecenderungan keluarga mengalami kejang demam bisa jadi penyebab anak juga mengalaminya. Jika orangtua atau saudara kandung seorang anak mengalami kejang demam ketika muda, maka anak lebih mungkin mengalami kejang demam daripada anak yang kerabat dekatnya tidak pernah mengalami kejang demam.

Saat anak mengalami kejang demam, bisa jadi anak menjadi lebih rewel. Tenangkan anak, dan periksa suhunya. Berikan anak pereda demam atau pereda nyeri, seperti asetaminofen atau ibuprofen. Jika kondisi sudah tidak bisa terkontrol lagi, ada baiknya untuk segera membawa anak ke rumah sakit sembari tetap mempraktikkan hal-hal yang direkomendasikan sebagai pertolongan pertama saat anak alami kejang demam di atas. 

Referensi:

American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2020. Febrile Seizures.
Children’s Minnesota. Diakses pada 2020. What to do if your child has a febrile seizure.