10 October 2018

Ini Penyebab dan Cara Atasi Kejang Demam pada Anak

Ini Penyebab dan Cara Atasi Kejang Demam pada Anak

Halodoc, Jakarta – Step atau biasa dikenal juga dengan kejang demam adalah episode singkat dari gejala karena aktivitas neuronal abnormal yang berlebihan di otak. Efeknya bervariasi mulai dari gerakan menyentak tidak terkontrol sampai akhirnya hilang kesadaran.

Kejang demam pada anak bisa terjadi karena dalam keadaan tertentu, seperti demam, kekurangan oksigen, dan trauma kepala. Selain itu, beberapa penyakit yang bisa memicu kejang, seperti penurunan kadar gula dalam darah, meningitis, stroke, riwayat step anggota keluarga, infeksi telinga, bahkan terkena racun.

Menurut William R. Turk, Kepala Divisi Neurologi di Nemours Children’s Clinic di Jacksonville, Florida, Amerika Serikat, kejang demam pada anak harus diwaspadai karena bisa datang tiba-tiba dan seringnya diawali dengan kehilangan kesadaran baru kemudian jadi kejang demam.

Penyebab kejang demam pada anak yang bermacam-macam membuat orangtua harus tahu pasti pemicu kejang demam anak apa. Kejang demam yang tidak ditangani secara tepat bisa mengakibatkan kerusakan jangka panjang. Bahkan, bisa menyebabkan sakit yang lain seperti cedera pada lidah ataupun benturan pada kepala serta bagian tubuh lainnya saat terjadi kejang-kejang. Mengontrol kejang demam, terutama yang terjadi saat tidur adalah penanganan yang paling efektif untuk membantu mencegahnya.

Penanganan Kejang Demam pada Anak

Sulit untuk meminta orangtua tetap tenang saat anak terkena kejang demam. Akan tetapi, tidak panik adalah kunci untuk mengatasi kejang demam pada anak. Kalau orangtua panik, bisa tidak berpikir jernih sehingga penanganan anak tidak maksimal. Berikut adalah beberapa penanganan yang bisa dilakukan oleh orangtua saat anak terkena kejang demam:

1. Tempatkan anak pada posisi yang aman

Secara perlahan cobalah untuk menempatkan anak pada posisi di mana mereka aman. Jika anak berdiri atau duduk, bawa anak ke lantai atau permukaan yang lembut. Agar anak tidak mencederai dirinya ketika kejang demam berlangsung.

2. Temani anak saat terjadi kejang demam

Tetap bersama anak dan amati waktu serta perilaku dan gerakan anak ketika terjadi kejang. Hal ini bisa memberikan gambaran kepada orangtua bila ke depannya anak mengalami kejang demam sehingga tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan sebagai salah satu cara atasi step pada anak.

3. Jangan memasukkan apapun ke mulut anak

Anak tidak bisa menelan lidahnya sendiri dan sering mengatupkan gigi bersama-sama. Jadi sebaiknya jangan memasukkan apapun ke mulut anak.

4. Balikkan badan anak

Anak sering mengeluarkan busa di mulut atau ngiler selama kejang demam. Membaringkan anak menyamping akan mencegah anak menelan busa ataupun liurnya sendiri sehingga tidak tersedak.

5. Menemani anak

Beberapa anak yang mengalami kejang demam biasanya tidak kejang-kejang melainkan hanya diam ataupun badan gemetaran saja. Jika anak mengalami kejang demam yang demikian, orangtua hanya perlu menemani dan melakukan tindakan yang disarankan medis selama periode kejang demam berlangsung.

Biasanya setelah periode kejang demam selesai, anak akan merasa bingung ataupun lelah. Bahkan, terkadang anak-anak jatuh tertidur nyenyak selama beberapa jam. Membiarkan anak tidur adalah langkah yang tepat sembari orangtua tetap memberikan penjagaan yang awas.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyebab dan cara mengatasi kejang demam pada anak, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orangtua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.