Anak Alami Night Terror, Dapatkah Kambuh saat Sudah Dewasa?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Anak Alami Night Terror, Dapatkah Kambuh saat Sudah Dewasa?

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah night terror dalam dunia kesehatan? Kondisi yang cukup langka ini merupakan kondisi yang muncul saat seseorang tertidur. Kondisi ini biasanya terjadi pada beberapa jam pertama setelah seseorang tertidur. Night terror ini akan membuat pengidapnya panik bahkan histeris saat  tidur.

Namun, setelah melewati kondisi itu dan benar-benar terbangun, mereka hanya bisa mengingat gambaran yang mengerikan atau tak mengingat apa-apa sama sekali.

Baca juga:  Tidur Anak Tidak Nyenyak? Yuk, Kenali Penyebabnya

Dalam dunia medis, night terror ini merupakan kondisi yang cukup langka, biasanya terjadi di kalangan anak-anak berumur 4–12 tahun. Ada pula yang mengalaminya ketika dalam masa pertumbuhan.

Pertanyaannya, apa night terror pada anak bisa kambuh ketika dirinya beranjak dewasa?

Bisa Kambuh Saat Dewasa?

Menurut ahli tidur sekaligus pendiri Northshore Sleep Medicine, Amerika Serikat, night terror ini biasanya terjadi pada 1–6 persen anak-anak. Namun, dalam kasus yang langka, bisa juga terjadi pada orang dewasa.

Sampai saat ini ahli di atas belum yakin apa penyebab pasti dari fenomena ini. Namun yang jelas, fenomena night terror dikelompokkan sebagai gangguan tidur. Seseorang yang berada di kondisi ini akan tampak seperti setengah terjaga dan setengah tertidur, serta matanya terbuka, tapi masih dalam keadaan bermimpi.

Ketika berada dalam kondisi ini, mereka tak akan merespons pada lingkungan sekitar, dan akan marah ketika ditenangkan atau disadarkan. Lalu, apa yang harus dilakukan? Nah, ketika Si Kecil atau orang dewasa mengalami night terror, cobalah jaga agar mereka tak menyakiti dirinya sendiri.

Pastikan tak ada barang di sekitar yang bisa melukai tubuh bila terkena oleh dirinya. Di samping itu, cobalah untuk tak menyadarkan dirinya, sebab biasanya night terror hanya terjadi selama beberapa menit, dan orang yang mengalaminya akan tertidur kembali.

Baca juga: Depresi dan Cemas Berlebihan Dapat Memicu Mimpi Buruk

Nah, bagaimana dengan orang dewasa? Beberapa orang dewasa yang mengalami serangan night terror, biasanya disebabkan oleh stres, depresi, dan rasa gelisah.

Jadi, kesimpulannya anak yang mengalami night terror, bisa saja kondisi ini kembali terjadi ketika mereka beranjak dewasa, mengingat penyebabnya (stres dan depresi) bisa terjadi kapan saja.

Awasi Penyebab Lainnya

Seperti yang telah dijelaskan di atas, night terror merupakan gangguan tidur, tak sama seperti mimpi buruk. Sebab, mimpi buruk biasanya terjadi pada dini hari, ketika seseorang sudah pulas, dan pergerakan mata cepat serta melibatkan mimpi yang tidak menyenangkan atau menyeramkan. Lalu, apa asih penyebab night terror?

Sayangnya, sampai saat ini penyebab pasti dari night terror belum diketahui. Namun, kondisi ini sering terkait dengan stres emosional, kelelahan, demam, kurang tidur, gangguan pernapasan, cedera kepala, dan perubahan lingkungan, seperti suara dan cahaya.

Di samping itu, ada pula hal lainnya yang bisa memicunya, seperti pengaruh obat yang memengaruhi sistem saraf pusat, dan pengaruh anestesi atau obat bius bila anak baru melakukan operasi. Selain itu, ada dugaan bahwa night terror berkaitan dengan genetik atau alkohol.

Baca juga: Tak Perlu Khawatir, Ini 4 Cara untuk Mencegah Terjadinya Mimpi Buruk

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!