07 February 2019

Curiga Anak Mengidap Astigmatisme, Pastikan dengan 4 Pemeriksaan Ini

Curiga Anak Mengidap Astigmatisme, Pastikan dengan 4 Pemeriksaan Ini

Halodoc, Jakarta - Masalah mata silinder atau astigmatisme pada anak bukan hal yang langka. Pasalnya, saat ini banyak kok anak-anak yang mengidap keluhan mata ini. Astigmatisme merupakan gangguan penglihatan akibat kelainan pada kelengkungan kornea atau lensa.

Astigmatisme pada anak ini akan menyebabkan pandangan menjadi kabur, baik dalam jarak dekat maupun jauh. Dalam beberapa kasus, astigmatisme ini bisa terjadi bersamaan dengan rabun dekat atau rabun jauh. Umumnya, astigmatisme ini terjadi saat lahir, namun ada juga yang disebabkan oleh cedera pada mata atau akibat operasi mata.

Baca juga: Awas, Inilah Kebiasaan yang Memicu Astigmatisme

Masalah mata ini bisa dibagi menjadi dua jenis berdasarkan letak kelainannya. Pertama, astigmatisme kornea yang disebabkan oleh kelainan pada kelengkungan kornea. Kedua, astigmatisme lentikular karena kelainan pada kelengkungan lensa mata.

Nah, bila ibu merasa khawatir atau curiga Si Kecil mengidap astigmatisme, bisa kok dipastikan melalui beberapa tes kesehatan.

Metode Mendiagnosis Astigmatisme

Untuk memastikan diagnosis penyakit ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh. Pemeriksaannya meliputi:

Baca juga:Bukan Cuma Samar, Ini 9 Gejala Astigmatisme

Astigmatisme : Astigmatisma merupakan kelainan refraksi yang mencegah berkas cahaya jatuh sebagai suatu focus titik di retina karena perbedaan derajat refraksi. Letak kelainan pada astigmatisma terdapat di dua tempat  yaitu kelainan pada kornea  dan kelainan  pada  lensa

    1. Tes Ketajaman Penglihatan. Dalam tes ini, dokter akan meminta kita untuk membaca serangkaian huruf dalam berbagai ukuran, setidaknya dari jarak enam meter.

    2. Uji Refraksi. Dokter akan memulai tes ini dengan mengukur intensitas cahaya yang diterima retina. Pengukurannya menggunakan mesin atau kita diminta membaca huruf terkecil melalui alat yang disebut phoropter. Andaikan seseorang belum bisa melihat huruf dengan jelas, maka ukuran lensanya akan dikoreksi sampai huruf dapat terbaca dengan sempurna.

    3. Keratometry. Prosedurnya untuk mengukur kelengkungan pada kornea mata menggunakan keratometer. Selain itu, tes ini juga menentukan ukuran lensa kontak yang tepat. Prosedur ini juga bisa digunakan untuk memeriksa kondisi kornea pasca operasi mata.

    4. Togofrafi. Tes ini bertujuan untuk memetakan kelengkungan kornea dan mendiagnosis kemungkinan keratoconus. Tes ini bisa membantu dokter untuk menentukan jenis operasi mata yang akan dilakukan.

Metode Pengobatan Astigmatisme

Sebenarnya, astigmatisme pada anak atau orang dewasa tergolong sangat ringan dan tak membutuhkan pengobatan. Lagipula, pengobatan astigmatisme bukan bertujuan untuk mengobati, namun memperbaiki kualitas penglihatan dengan menggunakan lensa kacamata silinder dan sfreris, ataupun melalui prosedur bedah mata menggunakan sinar laser.

Baca juga:5 Fakta tentang Gangguan Mata Astigmatisme

Kalau pengobatan menggunakan sinar laser lain lagi ceritanya. Pengobatan ini bertujuan untuk memperbaiki jaringan pada kornea mata yang tidak melengkung seperti seharusnya. Jaringan sel terluar yang ada pada permukaan kornea akan diangkat terlebih dulu, sebelum sinar laser digunakan untuk mengubah bentuk kornea dan memulihkan kemampuan mata memfokuskan cahaya.

Prosedur ini umumnya membutuhkan waktu paling lama setengah jam. Selanjutnya, kornea dijaga untuk dipulihkan kondisinya. Beberapa jenis prosedur operasi yang menggunakan bantuan laser untuk pengobatan astigmatisme, yaitu LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis), LASEK (laser subepithelial keratomileusis), dan fotorefraktif keratektomi (PRK).

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!