04 October 2018

Suka Main Game, Hati-Hati Astigmatisme pada Mata

Suka Main Game, Hati-Hati Astigmatisme pada Mata

Halodoc, Jakarta - Kehadiran game memang menjadi penghibur, pelepas penat dan jenuh, serta pengisi waktu luang terbaik yang banyak dipilih oleh anak laki-laki. Terlebih lagi dengan didukung oleh grafis yang sempurna, karakter, dan jalan ceritanya yang menarik. Tak heran jika seseorang akan seperti “lupa waktu” jika sudah terfokus pada game yang dimainkannya.

Namun, ternyata terlalu lama bermain game bisa memicu terjadinya kelainan mata astigmatisme. Lalu, apa itu astigmatisme dan bagaimana cirinya? Simak ulasan berikut ya!

Apa Itu Astigmatisme?

Astigmatisme merupakan salah satu kelainan pada mata yang terjadi karena ketidaksempurnaan lengkungan pada kornea mata. Hal ini membuat cahaya yang masuk ke mata tidak bisa tersebar secara merata. Gangguan kesehatan ini biasanya terjadi sejak lahir, tetapi bisa juga muncul karena kondisi lainnya, seperti dampak dari operasi mata atau karena cedera.

Lalu, apa saja gejala yang muncul ketika mata mengalami astigmatisme? Meski biasanya hanya terjadi pada salah satu mata, pada beberapa kondisi ditemukan pula mata silinder yang terjadi pada kedua mata. Namun, tingkat keparahan atau besarnya silinder masing-masing mata bisa saja berbeda.

Pada astigmatisme yang masih tergolong ringan, gejala umumnya tidak akan muncul. Kamu mungkin hanya akan merasa sedikit buram ketika melihat, atau objek yang kamu lihat tampak berganda. Namun, silinder yang sudah masuk dalam kategori parah bisa membuat kamu tidak mampu melihat dengan jelas baik pada objek yang dekat maupun jauh. Kondisi ini juga akan membuat kamu terserang sakit kepala, dan kelelahan berlebih pada mata.

Astigmatisme Akibat Suka Bermain Game

Lantas, apakah benar astigmatisme bisa terjadi akibat suka bermain game? Sebenarnya, belum ada penelitian terkait yang menyatakan bahwa kelainan mata silinder bisa disebabkan karena terlalu lama bermain game. Namun, astigmatisme bisa terjadi mengikuti kelainan mata lainnya, seperti rabun jauh (miopi), dan rabun dekat (hiperopia).

Rabun jauh dapat menyebabkan kornea mata terlalu melengkung, sehingga membuat kamu tidak bisa melihat objek yang letaknya jauh dengan jelas. Sebaliknya, hiperopia atau rabun dekat mengalami kelengkungan yang tidak seburuk miopi, sehingga membuat kamu tidak bisa melihat objek yang letaknya dekat dengan jelas.

Memang, masih belum terbukti benar apakah astigmatisme bisa terjadi jika seseorang terlalu sering bermain game. Namun, bermain game dalam waktu yang relatif lama justru bisa memicu terjadinya rabun dekat atau jauh. Kondisi ini terjadi karena saat bermain game, mata akan sangat sering berganti fokus, sehingga kelelahan mata akan lebih mudah terjadi.

Selain itu, terlalu lama menatap layar ponsel atau perangkat elektronik lainnya membuat mata akan terkunci dan sulit terfokus ketika kamu memandang ke arah atau objek lainnya. Belum lagi dengan mata yang akan lebih jarang berkedip ketika kamu sedang serius bermain video game. Hal-hal inilah yang membuat kamu bisa mengalami rabun jauh atau dekat yang semakin meningkatkan risiko astigmatisme.

Oleh karena itu, kurangi bermain game atau berinteraksi dengan ponsel atau perangkat elektronik lainnya, terlebih ketika kamu akan tidur malam. Biarkan mata beristirahat setelah bekerja selama lebih dari 12 jam untuk membantumu melihat. Namun, jika kamu merasa mengalami gejala aneh pada mata, segera tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Aplikasi ini bisa kamu donwload dari App Store atau Play Store. Layanan Tanya Dokter di Halodoc akan membantu kamu mengatasi semua masalah kesehatan yang kamu alami.

 

Baca juga: