10 February 2019

Anak Mudah Marah di Sekolah, Benarkah Gejala dari ODD?

Anak Mudah Marah di Sekolah, Benarkah Gejala dari ODD?

Halodoc, Jakarta - Anak nakal mungkin sering dijumpai, mereka kerap kali sulit menurut saat dinasihati orangtua. Namun, pernahkah kamu menemukan anak dengan tingkat kenakalan yang parah seperti anak sering marah, mudah tersinggung, sering membantah atau menentang, serta pendendam? Hal ini dapat menjadi tanda bahwa anak mengidap penyakit ODD atau Oppositional Defiant Disorder.

Gangguan ini bisa berlaku hingga enam bulan atau lebih dan biasanya muncul sebelum anak mengalami pubertas atau setelahnya, tepatnya saat berusia 8 tahun. Jika tidak diatasi dengan serius, kondisi ini dapat menyebabkan kelainan yang lebih serius seperti perilaku melanggar hukum dan perilaku kasar.

Baca Juga: Mengapa Anak Cenderung Bersikap "Nakal" saat Ada Ibu?

Gejala ODD

Gejala-gejala umum dari ODD adalah:

  • Anak sering marah, terganggu atau kesal.

  • Sering mengamuk.

  • Membantah orang yang lebih tua, terutama orang-orang dengan otoritas dan tinggal dekat dengan anak, seperti orangtua.

  • Menolak untuk mengikuti peraturan.

  • Sengaja mengganggu atau membuat orang lain marah, atau mudah kesal terhadap orang lain.

  • Memiliki kepercayaan diri yang rendah.

  • Mudah frustasi.

  • Menyalahkan orang lain atas kejadian atau perbuatan buruk.

  • Menolak untuk mengikuti permintaan atau aturan.

  • Menyalahkan orang untuk kesalahan sendiri.

  • Pendendam dan suka membalas dendam.

  • Berkata-kata kasar.

  • Mengatakan hal-hal yang jahat saat marah.

Jika tidak segera ditangani, ODD dapat menyebabkan conduct disorder yang lebih serius. Gejala-gejalanya antara lain:

  • Berbohong.

  • Berlaku sadis atau kejam pada hewan dan manusia.

  • Melakukan kekerasan fisik atau seksual pada orang lain.

  • Perilaku melanggar hukum seperti sengaja membuat kebakaran, vandalisme, atau mencuri.

Penyebab ODD

Hingga kini, para peneliti belum menemukan penyebab anak mengalami kondisi ini. Penelitian meyakini bahwa kondisi ini bisa terjadi karena alasan biologis, genetik, dan lingkungan tempat si anak dibesarkan.

Selain itu, masalah pada neurotransmiter anak dapat menyebabkan ODD serta penyakit mental lainnya. Walau tidak ditemukan hubungan yang jelas, anak-anak dengan anggota keluarga yang memiliki gangguan mental dapat mengalami gangguan mental juga. Beberapa faktor lingkungan memengaruhi terjadinya gangguan ODD pada anak, kondisi tersebut misalnya:

  • Pola asuh yang buruk.

  • Masalah dalam pernikahan.

  • Kekerasan domestik.

  • Kekerasan fisik.

  • Kekerasan seksual.

  • Pengabaian.

  • Kemiskinan.

  • Penyalahgunaan obat oleh orangtua atau pengasuh.

Pengobatan ODD

Pengobatan untuk penyakit ini melibatkan beberapa bentuk terapi yang meliputi:

  • Program pelatihan manajemen pola asuh orang tua untuk membantu orang tua mengelola tingkah laku anak.

  • Psikoterapi individual untuk mengembangkan manajemen emosi yang lebih efektif.

  • Psikoterapi keluarga untuk meningkatkan komunikasi dan saling pengertian pada seluruh anggota keluarga yang terlibat langsung dengan si anak.

  • Pelatihan dan terapi keterampilan memecahkan masalah kognitif untuk membantu memecahkan masalah dan mengurangi perilaku negatif.

  • Pelatihan keterampilan sosial untuk meningkatkan fleksibilitas dan keterampilan sosial, serta melatih toleransi frustasi dengan teman sebaya.

  • Tidak ada obat-obatan khusus yang dapat menyembuhkan ODD secara langsung. Obat biasanya digunakan untuk meringankan gejala gangguan kesehatan lain yang mungkin muncul seperti depresi atau ADHD.

Baca Juga: 5 Cara Menghadapi Anak Nakal

Bila kamu masih bingung menghadapi anak pengidap ODD, coba bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa mendiskusikan masalah gejala ODD pada anak dan alasan mengapa anak sering marah kepada dokter dan minta saran melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.