Anak Terserang Demam Scarlet, Ibu Harus Apa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
gangguan demam scarlet pada anak, si kecil mengalami demam

Halodoc, Jakarta - Ibu tidak perlu panik saat Si Kecil mengalami demam scarlet. Daripada panik, lebih baik penuhi pengetahuan ibu mengenai informasi gangguan demam scarlet. Dengan begitu, ibu pun akan tahu langkah tepat yang harus diambil untuk merawat Si Kecil.

Demam scarlet atau scarlet fever adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus beta hemolyticus kelompok A. Penyakit ini memberikan gejala berupa demam dan ruam, sehingga sering kali membingungkan. Pasalnya, banyak juga penyakit lain dengan gejala demam dan ruam, seperti campak, rubella, dengue, roseola infantum, kawasaki, dan penyakit lainnya.

Baca juga: Demam Scarlet Sebabkan Alergi Kulit Berlebihan

Semua orang berisiko untuk mengalami demam demam scarlet. Namun, yang paling sering terjangkit demam scarlet adalah anak-anak berusia 5-18 tahun. Biasanya, penyakit ini diawali dengan ciri-ciri seperti demam, nyeri tenggorokan, muntah, nyeri kepala, lemas, dan menggigil.

Dalam 12-24 jam biasanya akan muncul ruam yang khas. Ruam yang muncul akan menjadi pucat saat ditekan. Ruam ini pertama kali akan muncul di leher, dada, lalu menyebar ke seluruh tubuh dalam 24 jam. Beberapa hari kemudian, ruam akan hilang dan kulit anak terasa seperti amplas atau kasar, lalu menjadi kehitaman.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan dokter, anak yang mengalami ini, tonsilnya akan terlihat membesar, kemerahan, dan ditemukan juga gambaran putih keabuan di dalamnya. Lidah akan tampak sangat merah dan bengkak. Kondisi ini menjadi ciri khas pada demam scarlet. Jangan heran jika pada akhirnya lidah merah itu diberi nama strawberry tongue.

Baca juga: Ruam Di Sekujur Tubuh, Ini tanda dan Gejala Demam Scarlet

Beri Obat Sesuai Resep Dokter

Pada anak yang mengalami demam scarlet, biasanya dokter akan memberikan obat untuk meredakan berbagai gejala yang dialami. Misalnya, pemberian obat anti-demam untuk mengatasi keluhan demam, obat anti-radang untuk mengatasi keluhan nyeri tenggorokan, dan sebagainya.

Dokter pun akan memberikan resep antibiotik yang harus dihabiskan sesuai anjuran. Jika antibiotik tidak dihabiskan sesuai dengan anjuran, justru dapat menyebabkan infeksi tidak tersingkir sepenuhnya dan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Selain itu, ibu perlu memastikan bahwa Si Kecil yang mengalami demam scarlet mendapatkan cairan yang cukup, supaya mencegah terjadinya dehidrasi.

Ibu juga perlu disiplin dalam mengubah gaya hidup selama Si Kecil dirawat di rumah. Ibu juga harus memastikan supaya demam scarlet tidak menular pada anggota keluarga lainnya. Caranya adalah:

  • Gunakan obat yang telah diresepkan.

  • Jagalah anak agar tetap nyaman. Berilah makanan cair yang lebih dan berilah anak-anak air minum yang banyak. Gunakan humidifier untuk menghasilkan udara dingin.

  • Jauhkan anak dari anggota keluarga lain dan dari anak-anak lain, sejak mengalami sakit tenggorokan 2 hari setelah minum antibiotik. Anak-anak dapat kembali ke sekolah setelah 2 minggu.

  • Gunakan cangkir dan peralatan makan secara terpisah, serta cuci dengan air panas dan sabun.

  • Cuci tangan sesering mungkin.

  • Potonglah kuku Si Kecil untuk mencegah mereka menggaruk ruam yang gatal

Baca juga: Jangan Diabaikan, Demam Scarlet Bisa Sebabkan Komplikasi

Menghindari Demam Scarlet

Beberapa strategi pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari demam scarlet, hampir sama dengan strategi kewaspadaan terhadap infeksi secara umum, yaitu:

  • Mencuci tangan secara rutin. Mencuci tangan secara rutin dengan air mengalir dan sabun dapat membantu mencegah infeksi

  • Tidak berbagi alat makan. Alat makan seperti sendok, garpu, pisau, dan juga gelas minum sebaiknya tidak digunakan oleh lebih dari satu individu sebelum dibersihkan. Berbagi alat makan justru dapat menunjang penularan infeksi

  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin. Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dapat mencegah penularan kuman kepada individu lain yang berada di sekitar.

Jika ibu menyadari adanya gejala gangguan demam scarlet ini pada anak, segeralah tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, ibu akan mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!