• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anemia Pada Ibu Hamil, Apa Perlu Dirawat di Rumah Sakit?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anemia Pada Ibu Hamil, Apa Perlu Dirawat di Rumah Sakit?

Anemia Pada Ibu Hamil, Apa Perlu Dirawat di Rumah Sakit?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 Maret 2022

“Anemia yang terjadi pada ibu hamil bisa berbahaya jika tidak diperiksakan terlebih dahulu. Jika masalah yang terjadi ringan, mungkin tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit. Namun jika parah, ada baiknya langsung mendapatkan perawatan dari dokter.”

Anemia Pada Ibu Hamil, Apa Perlu Dirawat di Rumah Sakit?

Halodoc, Jakarta – Anemia bisa menyebabkan berbagai dampak buruk pada beberapa orang, terutama ibu hamil. Jika dibiarkan, masalah ini tentu dapat memengaruhi kesehatan janin. Namun, apakah anemia pada ibu hamil harus mendapatkan perawatan di rumah sakit? Ketahui jawabannya di sini!

Perawatan yang Tepat saat Anemia Terjadi pada Ibu Hamil

Pada ibu hamil, pemenuhan nutrisi adalah satu hal yang perlu dipastikan,  termasuk pemenuhan zat besi. Pasalnya, saat kehamilan terjadi, ibu membutuhkan lebih banyak asupan karena perlu “berbagi” dengan janin yang dikandung.

Kekurangan zat besi adalah satu penyebab utama terjadinya penyakit anemia alias kekurangan zat darah merah. Jika anemia terjadi pada ibu hamil, kemungkinan dapat berdampak buruk. Beberapa dampak buruknya seperti bayi lahir prematur, berat badan bayi rendah, kecacatan, hingga keguguran. 

Lantas, apakah ibu hamil yang mengalami anemia harus dirawat secara khusus di rumah sakit?

Meski berisiko, tidak semua ibu hamil yang mengalami anemia harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Sebab, ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan sebelum memberi penanganan medis pada ibu hamil.

Jika anemia yang terjadi pada ibu masih tergolong ringan dan dapat diatasi dengan pengobatan, biasanya rawat inap tidak terlalu diperlukan. Pada kondisi ini biasanya ibu akan diberikan obat-obat penambah darah serta anjuran untuk mengatur pola makan, terutama anjuran untuk mengonsumsi makanan penambah darah.

Sementara jika anemia yang terjadi cukup parah, untuk menghindari hal yang tak diinginkan, ibu harus dipantau secara penuh oleh dokter. Artinya, rawat inap di rumah sakit menjadi pilihan terbaik jika hal ini sampai terjadi. 

Hal ini juga berlaku pada anemia yang sudah mulai mengganggu kehamilan, pada beberapa kasus mungkin saja dibutuhkan transfusi darah untuk menambah sel darah merah atau hemoglobin pada ibu hamil.

Mengapa Anemia Bisa Berbahaya bagi Ibu Hamil?

Anemia adalah penyakit yang bisa membahayakan kandungan. Sebab, anemia dapat menyebabkan sirkulasi oksigen pada tubuh terhambat. Padahal, kekurangan oksigen dapat menyebabkan gangguan dalam penyerapan vitamin yang dibutuhkan janin.

Anemia yang tak ditangani pada ibu hamil pun dapat menyebabkan masalah serius lainnya. Salah satunya adalah lemahnya kemampuan kontraksi pada tubuh. Saat terjadi, hal ini tentu akan berdampak pada proses persalinan. 

Lemahnya kontraksi dapat menyebabkan persalinan semakin sulit dan berisiko. Ibu hamil yang mengalami anemia juga berpotensi mengalami stres dan depresi selama hamil, bahkan sampai setelah melahirkan.

Cara Mencegah Anemia pada Ibu Hamil

Ada beberapa cara yang dianjurkan untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Salah satunya dengan banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti kacang-kacangan, daging, dan ikan.

Ibu perlu waspada dan super hati-hati dan tak mengalami anemia. Pasalnya gejala-gejala anemia terkadang tidak dapat dibedakan dengan gejala kehamilan yang biasa terjadi.

Biasanya jika anemia mulai memburuk, akan muncul beberapa gejala seperti cepat lelah dan merasa lemah. Ibu hamil mungkin juga akan terlihat pucat saat mengalami anemia.

Gejala lain yang mungkin terjadi adalah denyut jantung yang tidak teratur serta sesak napas, mual dan muntah, sakit kepala, gatal-gatal, rambut rontok, sariawan, dan perubahan pada indra perasa.

Jika ibu mencurigai beberapa gejala yang muncul adalah anemia, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Cara paling umum untuk memastikan anemia pada ibu hamil adalah menjalani tes darah. 

Biasanya, pemeriksaan ini akan dilakukan pada masa awal kehamilan. Pemeriksaan USG juga diperlukan untuk memastikan kondisi kehamilan cukup sehat dan baik-baik saja untuk dijalani.

Jika ibu ingin melakukan pemeriksaan kehamilan, gunakan saja aplikasi Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu tidak perlu antre dan hanya datang pada waktu yang telah kamu tentukan sebelumnya.

Referensi:
UCSF Health. Diakses pada 2022. Anemia and Pregnancy.
WebMD. Diakses pada 2022. Anemia in Pregnancy.