• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Antisipasi Penyumbatan Pembuluh Darah dengan Tes Kolesterol

Antisipasi Penyumbatan Pembuluh Darah dengan Tes Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Tes kolesterol merupakan tes darah yang bertujuan untuk mengukur kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Melalui tes ini, dapat mengantisipasi penyumbatan pembuluh darah karena terbentuknya plak dalam pembuluh darah arteri. Tingginya kadar kolesterol juga menjadi salah satu faktor utama terjadinya penyakit jantung koroner. Berikut penjelasan selengkapnya!

Baca juga: Ini 8 Tes Kesehatan yang Rutin Dilakukan Lansia

Tes Kolesterol Berguna untuk Melihat Kondisi 4 Jenis Lemak Ini

Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh umumnya tidak menimbulkan gejala klinis. Karena hal tersebut, tes kolesterol perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyumbatan pembuluh darah, serta mengurangi risiko penyakit jantung. Tes kolesterol sendiri berfungsi untuk melihat kondisi empat tipe lemak dalam darah:

  1. Kolesterol total, yaitu gabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat, dan trigliserida dalam setiap desiliter darah. 

  2. High-density lipoprotein (HDL) kolesterol atau biasa disebut sebagai kolesterol baik, yaitu kolesterol yang bertugas dalam mencegah terjadinya ateroma atau penyempitan pembuluh darah akibat lemak.

  3. Low-density lipoprotein (LDL) atau yang biasa disebut sebagai kolesterol jahat, yaitu kolesterol yang memberikan kontribusi untuk plak, penebalan, deposit keras yang dapat menyumbat arteri dan membuatnya kurang fleksibel

  4. Trigliserida, yaitu salah satu jenis lemak dalam darah, yang dibentuk melalui kalori makanan yang tidak digunakan, kemudian diubah menjadi trigliserida dan disimpan di dalam sel lemak. 

Tes kolesterol sendiri sebaiknya dijalani oleh golongan berikut ini:

  • Seseorang yang memiliki risiko mengidap penyakit jantung koroner. Pada seseorang dengan kondisi tersebut, tes kolesterol dilakukan setiap 5 tahun, sejak usianya menginjak 18 tahun.

  • Seseorang dengan riwayat penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau stroke.

  • Seseorang yang mengonsumsi obat-obatan penurun lemak.

  • Seseorang dengan berat badan berlebih, kurang bergerak, mengidap diabetes, perokok aktif, serta menjalani diet yang tidak sehat

Baca juga: Seberapa Penting Tes Kolesterol saat Program Hamil?

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Tes Kolesterol

Sebelum tes dilakukan, peserta akan diminta untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman apapun kecuali air putih selama 9-12 jam. Namun, ada beberapa jenis tes yang sama yang tidak mewajibkan pesertanya untuk menjalani puasa sebelum prosedur dilakukan. Sebaiknya diskusikan terlebih dulu dengan dokter di aplikasi Halodoc mengenai hal-hal apa saja yang harus dijalani sebelum dan sesudah prosedur dilakukan. Tanyakan pula apa yang menjadi efek samping prosedur ini.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Cek Kolesterol?

Apakah akan Terasa Sakit saat Menjalani Prosedur?

Prosedur ini akan memakan waktu selama beberapa menit, dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Darah sebagai sampel akan diambil melalui pembuluh darah vena yang terletak di lengan. Sebelum jarum disuntikkan, tim medis akan membersihkan area kulit yang akan disuntik dengan alkohol atau antiseptik. Kemudian, tim medis akan membalut lengan dengan penahan pembuluh darah yang disebut dengan tourniquet, agar pembuluh darah vena terisi dengan darah. 

Kemudian jarum suntik akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan tim medis melepaskan tourniquet agar aliran darah kembali lancar, sehingga darah dapat dengan cepat masuk ke dalam tabung darah. Setelah jumlah darah cukup, maka jarum akan diambil, dan area bekas penyuntikan ditutup dengan perban.

Setelah prosedur dilakukan, biasanya akan ada rasa nyeri dan perih pada area pengambilan darah. Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi bisa saja dialami oleh peserta. Tidak ada larangan aktivitas sebelum menjalani prosedur ini. Jadi, kamu bisa beraktivitas seperti biasa sebelum menjalani tes kolesterol.

Referensi:

Medline Plus. Diakses pada 2020. Cholesterol Levels.

Healthline. Diakses pada 2020. Cholesterol Test.

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cholesterol Test.