Kolesterol Tinggi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Kolesterol Tinggi

Kolesterol merupakan suatu komponen tipe sterol (lemak) yang dapat ditemukan di kebanyakan jaringan tubuh. Kolesterol dan turunannya merupakan komponen penting dari membrane sel dan merupakan prekursor dari komponen-komponen steroid. Namun, peningkatan salah satu jenis kolesterol yaitu low-density lipoprotein (LDL) dikaitkan dengan naiknya risiko penyakit jantung koroner.

Ketika seseorang mengidap kolesterol tinggi, maka deposit lemak akan tertimbun di pembuluh darah. Deposit ini akan menyebabkan obstruksi, sehingga aliran darah menjadi tidak lancar sehingga pasokan darah ke jantung berkurang. Hal ini meningkatkan risiko serangan jantung. Pasokan darah yang kurang ke otak akan mengakibatkan stroke.

Baca juga: Awas! Kolesterol Tinggi Picu Berbagai Penyakit

 

Faktor Risiko Kolesterol Tinggi

Berikut adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kolesterol tinggi:

  • Diet yang tidak sehat

Mengonsumsi lemak jenuh yang banyak ditemukan dalam produk hewani, dan lemak trans yang ditemukan di beberapa kue kering dan biskuit, dapat meningkatkan kadar kolesterol kamu.

  • Obesitas

Memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30 bisa membuat kamu berisiko mengalami kolesterol tinggi.

  • Kurang Berolahraga

Olahraga bisa membantu meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh kamu (HDL), sekaligus meningkatkan ukuran partikel yang membentuk LDL kamu atau kolesterol jahat, yang membuatnya kurang berbahaya.

  • Merokok

Rokok bisa merusak dinding pembuluh darah kamu, sehingga membuatnya lebih rentan untuk menumpuk lemak. Merokok juga bisa menurunkan kadar HDL atau kolesterol baik kamu.

  • Usia

Karena kimiawi tubuh kamu berubah seiring bertambahnya usia, risiko kamu mengalami kolesterol tinggi pun akan meningkat.

  • Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi berpengaruh pada kolesterol berbahaya yang lebih tinggi yang disebut lipoprotein densitas sangat rengah (VLDL) dan menurunkan kolesterol HDL.

 

Penyebab Kolesterol Tinggi

Kolesterol dibawa oleh darah dan menempel pada protein. Kombinasi dari protein dan kolesterol disebut lipoprotein. Kolesterol dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  • Low Density Lipoprotein (LDL)

LDL atau kolesterol jahat membawa kolesterol ke seluruh tubuh. LDL dapat menumpuk pada dinding arteri menyebabkan dinding arteri menjadi kaku dan sempit.

  • High Density Lipoprotein (HDL)

HDL atau kolesterol baik mengangkat kelebihan kolesterol dan mengangkutnya kembali ke hati.

Faktor yang dapat dimodifikasi seperti gaya hidup sedentary (tidak aktif), obesitas, dan diet yang tidak sehat berkontribusi dalam peningkatan LDL dan penurunan HDL. Faktor yang tidak dapat dikontrol juga memengaruhi keadaan ini, contohnya faktor-faktor genetik.

 

Gejala  Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi tidak memiliki gejala. Pemeriksaan darah adalah satu-satunya cara mendeteksi kolesterol tinggi.

 

Diagnosis  Kolesterol Tinggi

Tes laboratorium untuk mendeteksi kolesterol disebut profil lipid dan mencakup:

  • Kolesterol total.

  • LDL.

  • HDL.

  • Trigliserida.

Kadar kolesterol total dalam darah diukur dengan satuan yang disebut miligram per desiliter, atau biasa disingkat dengan mg/dL. Bagi orang dewasa dengan kondisi tubuh yang sehat, tingkat kolesterol total yang disarankan adalah 200 mg/dL atau kurang. Sementara kadar kolesterol jahat (LDL) yang masih normal adalah kurang dari 100 mg/dL, dan kadar ideal kolesterol baik adalah lebih dari 60 mg/dL. Tidak hanya kadar kolesterol, kadar trigliserida juga akan diperiksa. Kadar trigliserida yang disarankan adalah di bawah 150 mg/dL.

 

Komplikasi Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi bisa menyebabkan akumulasi kolesterol berbahaya dan endapan lain di dinding arteri kamu (aterosklerosis). Penumpukan tersebut (plak) dapat menghambat aliran darah melalui arteri kamu dan menyebabkan komplikasi, seperti sakit dada, serangan jantung, dan stroke.

 

Pengobatan Kolesterol Tinggi

Perubahan gaya hidup seperti berolahraga dan makan makanan sehat merupakan lini pertama penanganan kolesterol tinggi. Jika gaya hidup sudah diubah, tetapi kolesterol tetap tinggi, dokter dapat memberikan obat sebagai berikut:

  1. Statin, contohnya atorvastatin dan rosuvastatin

  2. Bile-acid-binding resins, contohnya cholestyramine dan colesevelam

  3. Inhibitor absorpsi kolesterol, contohnya ezetimibe

Baca juga: Punya Kolesterol Tinggi, Atasi dengan Cara Ini

 

Pencegahan Kolesterol Tinggi

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kolesterol tinggi:

  • Diet rendah garam, makan buah, sayuran dan biji-bijian yang banyak.

  • Batasi konsumsi lemak hewani.

  • Raih berat badan ideal.

  • Berhenti merokok.

  • Olahraga rutin.

  • Batasi konsumsi alkohol.

Baca juga: 6 Makanan untuk Turunkan Kolesterol Tinggi

 

Kapan Harus ke Dokter?

Tanyakanlah pada dokter apakah kamu perlu menjalani tes kolesterol. Anak-anak dan dewasa muda tanpa faktor risiko penyakit jantung biasanya perlu tes kolesterol sekali di antara usia 9 dan 11, serta sekali lagi di antara usia 17 dan 19. Tes kolesterol ulang untuk orang dewasa tanpa faktor risiko penyakit jantung biasanya dilakukan setiap lima tahun.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. High cholesterol - Symptoms and causes.
NHS. Diakses pada 2019. High cholesterol.

Diperbarui pada 12 September 2019