Anyang-anyangan Saat Puasa? Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Anyang-anyangan Saat Puasa? Ini Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta – Anyang-anyangan adalah kondisi yang sering terjadi ketika sering menahan buang air kecil. Dalam istilah medis, anyang-anyangan disebut disuria. Kondisi ini meningkatkan frekuensi buang air kecil, biasanya mencapai dua kali dalam waktu satu jam. Anyang-anyangan ditandai dengan rasa tidak nyaman saat buang air kecil, urine berwarna gelap, bertekstur lebih pekat, hingga bercampur darah.

Baca Juga: Anyang-Anyangan Jadi Tanda Infeksi Saluran Kemih?

Berbagai Penyebab Anyang-Anyangan

Anyang-anyangan bukan hanya disebabkan karena sering menahan buang air kecil, melainkan juga karena infeksi bakteri, iritasi di saluran kemih, hingga penggunaan sabun, parfum, atau produk perawatan organ intim yang tidak cocok.

Infeksi pemicu anyang-anyangan meliputi cystitis, infeksi ginjal, prostatitis, serta peradangan atau pembengkakan pada bagian uretra. Anyang-anyangan juga bisa menandakan penyakit menular seksual.

Baca Juga: Susah Buang Air Kecil, Mungkin Kena Penyakit Ini

Pengobatan Anyang-Anyangan Saat Puasa

Anyang-anyangan bisa terjadi kapan saja, termasuk saat puasa. Pengobatan anyang-anyangan saat puasa sebenarnya tidak jauh berbeda dengan hari biasa. Hal yang perlu diperhatikan adalah waktu konsumsi obat karena harus menyesuaikan waktu makan saat puasa. Lantas, bagaimana pengobatan anyang-anyangan saat puasa?

Konsumsi Obat

Obat pereda nyeri bisa dikonsumsi untuk mengatasi anyang-anyangan seperti paracetamol dan ibuprofen. Selain itu, kamu juga bisa konsumsi antibiotik dan antijamur sesuai anjuran dokter. Antibiotik dikonsumsi jika anyang-anyangan disebabkan oleh infeksi seperti uretritis dan vaginitis.

Sedangkan obat antijamur dikonsumsi jika penyebabnya adalah pertumbuhan jamur abnormal di Miss V atau saluran kencing. Obat antijamur bisa diberikan secara oral, serta berbentuk supositoria atau krim yang dioleskan secara langsung ke area Miss V.

Selama puasa, kamu bisa menanyakan dokter terkait waktu konsumsi obat yang tepat. Namun secara umum, obat bisa dikonsumsi saat sahur, berbuka, atau makan malam. Apabila muncul efek samping setelah konsumsi obat, sebaiknya segera bicara pada dokter.

Penanganan Mandiri di Rumah

Berikut beberapa penanganan mandiri di rumah untuk mengatasi anyang-anyangan saat puasa:

  • Segera buang air kecil. Hindari menahannya karena bisa memperburuk gejala yang muncul. Berendam dalam air hangat. Tindakan ini membantu mengurangi rasa tidak nyaman di area intim saat terjadi anyang-anyangan.
  • Jaga kebersihan organ intim. Setelah buang air kecil, bersihkan saluran kencing dari arah depan ke belakang untuk mengurangi perpindahan bakteri (belakang) dari anus ke saluran kencing (depan). Bagi wanita, hindari membersihkan Miss V dengan menyemprotkan cairan ke dalamnya (douching).
  • Perbanyak minum air putih. Selama puasa, kamu bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan pola 2-4-2, yakni: minum dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas air putih saat makan malam, dan dua gelas air putih saat sahur.

Baca Juga: Adakah Efek Berpuasa Bagi Pengidap Infeksi Saluran Kemih?

Itulah cara mengatasi anyang-anyangan saat berpuasa. Kalau kamu punya keluhan salurah kemih saat puasa, jangan ragu berbicara dengan Halodoc. Kalau kamu punya keluhan sakit saat puasa, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!