01 March 2019

Apa Itu Gagal Jantung Kongestif?

gagal jantung

Halodoc, Jakarta - Jika jantung sebelah kiri gagal untuk menjalani fungsinya, sistem jantung sebelah kanan akan terasa sesak karena darah yang menumpuk. Lalu jantung akan tersumbat akibat dari kontraksi yang berlebih untuk mendorong darah. Kondisi inilah yang akan menyebabkan gagal jantung.

Gagal jantung bukanlah kondisi ketika jantung seseorang berhenti bekerja atau berhenti berdetak. Gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kuantitas darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Nah, kondisi inilah yang dinamakan dengan gagal jantung kongestif. Yuk, baca penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: 3 Pengobatan Gagal Jantung

Gagal Jantung Kongestif, Kondisi saat Otot Jantung Melemah

Gagal jantung kongestif merupakan kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Kondisi ini biasanya disebabkan karena adanya kelainan pada otot-otot jantung, sehingga jantung tidak bisa berfungsi dengan normal. Beberapa masalah kesehatan bisa jadi pemicu terjadinya gagal jantung kongestif, antara lain:

  • Aritmia atau gangguan pada ritme jantung.
  • Diabetes.
  • Kardiomiopati atau gangguan pada otot jantung.
  • Anemia atau kekurangan sel darah merah.
  • Hipertiroidisme atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Mengidap cacat jantung sejak lahir.
  • Miokarditis atau radang otot jantung.
  • Adanya kerusakan pada katup jantung.

Gagal jantung kongestif merupakan kondisi yang bisa terjadi pada semua usia, bahkan anak-anak. Di samping itu, anak-anak dengan kelainan jantung bawaan punya risiko lebih besar untuk mengidap kondisi ini. Pada lansia, gagal jantung kongestif terjadi karena lansia lebih berisiko untuk mengalami kerusakan katup jantung dan otot jantung.

Baca juga: Ini Faktor Risiko Gagal Jantung Kongestif

Gagal Jantung Kongestif Ditandai dengan Gejala Ini

Gagal jantung kongestif bisa dikatakan parah, apabila pengidap kondisi ini sudah mengalami gejala berupa kulit berwarna kebiru-biruan. Kondisi tersebut terjadi karena paru-paru kekurangan oksigen, tarikan napas yang pendek dan cepat,  serta menjalarnya rasa nyeri di dada melalui bagian tubuh atas yang menandai adanya serangan jantung dan pingsan.

Gejala utama dari gagal jantung, yaitu tubuh terasa lelah sepanjang waktu, sesak napas ketika beraktivitas maupun beristirahat, pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki, kenaikan berat badan yang signifikan, dan sering ingin buang air kecil terutama saat malam hari.

Jika gejala ini terus-menerus terjadi, akan muncul gejala seperti napas berbunyi, batuk-batuk karena adanya pembengkakan pada paru-paru, denyut jantung tidak teratur, tubuh akan menjadi semakin cepat lelah, dan sesak napas karena paru-paru dipenuhi oleh cairan.

Pada pengidap gagal jantung bisa saja tidak ditemui gejala sama sekali. Gejala yang timbul bisa saja ringan atau berat, tergantung pada masing-masing individu. Gejala juga bisa datang dan hilang dalam jangka waktu tertentu.

Baca juga: Beda Gagal Jantung dan Gagal Jantung Kongestif

Jangan Sampai Mengidap Gagal Jantung, Ini Pencegahannya

Gagal jantung terbagi menjadi dua berdasarkan waktu perkembangan gejalanya, yaitu kronis dan akut. Pada gagal jantung kronis, gejala berkembang secara bertahap dalam waktu yang lama. Sedangkan pada gagal jantung akut, gejala berkembang secara cepat.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kondisi ini, yaitu menjaga berat badan agar tetap ideal dengan berolahraga secara rutin, berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol, menjaga kolesterol dalam darah pada batas sehat, dan batasi asupan garam, lemak, dan gula.

Jika kamu punya masalah dengan kesehatanmu, lebih baik diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!