Ad Placeholder Image

Apa Itu Penyakit Lato-Lato pada Sapi? Kenali Gejala dan Penyebabnya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Maret 2026

Penyakit lato-lato adalah sebutan populer untuk Lumpy Skin Disease (LSD), yaitu penyakit virus yang menyerang sapi dan kerbau.

Apa Itu Penyakit Lato-Lato pada Sapi? Kenali Gejala dan PenyebabnyaApa Itu Penyakit Lato-Lato pada Sapi? Kenali Gejala dan Penyebabnya

DAFTAR ISI


Pernahkah mendengar istilah penyakit lato-lato?  Istilah penyakit lato-lato sempat ramai dibicarakan, terutama di kalangan peternak. 

Nama ini sebenarnya merupakan sebutan populer untuk Lumpy Skin Disease (LSD), yaitu penyakit virus yang menyerang hewan ternak seperti sapi dan kerbau. Meski namanya unik, penyakit ini dapat menimbulkan dampak serius pada kesehatan hewan dan kerugian ekonomi bagi peternak.

Lantas, seperti apa penyakit lato-lato ini? Mari simak penjelasan lengkapnya agar tidak salah paham.

Apa Itu Penyakit Lato-Lato?

Penyakit lato-lato, atau Lumpy Skin Disease (LSD), adalah penyakit infeksius yang menyerang sapi dan kerbau. Penyakit ini disebabkan oleh virus LSDV (Lumpy Skin Disease Virus), yang termasuk dalam genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae. 

Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa penyakit ini dapat menular ke manusia. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.

Penyebab Penyakit Lato-Lato

Penyakit LSD disebabkan oleh virus LSDV. Penularan virus ini terutama terjadi melalui serangga penghisap darah, seperti lalat, nyamuk, dan kutu. 

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan darah atau air liur hewan yang sakit, serta melalui peralatan kandang yang terkontaminasi virus.

Gejala Lato-Lato pada Hewan Ternak

Gejala penyakit lato-lato pada sapi dan kerbau meliputi:

  • Demam tinggi, ditandai dengan peningkatan suhu tubuh secara drastis.
  • Munculnya benjolan keras (nodul) di kulit dengan ukuran 2–5 cm. Benjolan ini dapat tersebar di berbagai bagian tubuh, seperti kepala, leher, tungkai, dan ekor.
  • Pada kasus yang parah, benjolan dapat pecah dan menjadi luka bernanah (ulserasi).
  • Keluarnya air mata dan ingus berlebihan, serta hewan terlihat lemah dan lesu.
  • Kehilangan nafsu makan, penurunan produksi susu, dan bahkan kematian pada kasus yang serius.

Dampak dan Penanganan Lato-Lato

Penyakit lato-lato dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak. Penurunan produksi susu, biaya pengobatan, hingga kematian hewan ternak dapat berdampak besar pada pendapatan peternak.

Penanganan penyakit ini meliputi:

  • Isolasi hewan yang sakit untuk mencegah penyebaran infeksi.
  • Pemberian pengobatan suportif untuk mengurangi gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh hewan.
  • Pencegahan penularan melalui pengendalian vektor (serangga) dan sanitasi kandang yang baik.

Virus juga dapat menyebar melalui luka terbuka pada kulit, cairan tubuh hewan yang terinfeksi, atau melalui alat peternakan yang tidak disterilkan dengan baik.

Memiliki ternak belut? ini Kandungan Nutrisi Belut dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Pencegahan Penyakit Lato-Lato

Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi hewan ternak dari penyakit lato-lato. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Vaksinasi: Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit LSD. Vaksin akan merangsang sistem kekebalan tubuh hewan sehingga mampu melawan infeksi virus.
  • Pengendalian vektor: Mengendalikan populasi serangga penghisap darah, seperti lalat dan nyamuk, dapat membantu mengurangi risiko penularan virus. Caranya dengan menjaga kebersihan kandang, menggunakan insektisida yang aman, dan memasang kelambu pada kandang.
  • Sanitasi kandang: Menjaga kebersihan kandang sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Lakukan pembersihan dan disinfeksi kandang secara rutin.
  • Biosekuriti: Menerapkan protokol biosekuriti yang ketat, seperti membatasi akses orang dan kendaraan ke area peternakan, serta melakukan karantina terhadap hewan yang baru datang.

Apakah Penyakit Lato-Lato Menular ke Manusia?

Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa Lumpy Skin Disease (LSD) dapat menular ke manusia. Virus penyebab penyakit ini hanya menyerang hewan ternak, terutama sapi dan kerbau.

Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Produk hewani seperti daging atau susu dari hewan sehat tetap aman dikonsumsi jika telah melalui proses pengolahan yang benar.

Kapan Harus ke Dokter Hewan?

Jika peternak menemukan gejala-gejala yang mencurigakan pada hewan ternaknya, seperti demam tinggi dan benjolan di kulit, segera konsultasikan dengan dokter hewan. 

Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah penyebaran penyakit dan mengurangi dampak kerugian ekonomi.

Penyakit lato-lato adalah penyakit kulit yang menyerang sapi dan kerbau, disebabkan oleh virus LSDV. Penyakit ini tidak menular ke manusia, tetapi dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak. Pencegahan melalui vaksinasi, pengendalian vektor, dan sanitasi kandang adalah langkah terbaik untuk melindungi hewan ternak dari penyakit ini.

Ketahui juga 9 Manfaat Kesehatan Memiliki Hewan Peliharaan

Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!

Pernah merasakan gangguan kesehatan yang bikin nggak nyaman tapi malah makin stres karena bingung harus konsul ke mana? Berhenti scrolling gejala di internet yang cuma bikin panik, ya!

Kenalin HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten AI pintar yang siap jadi “pintu pertama” perjalanan sehatmu di Halodoc. HILDA bukan cuma asisten biasa; dia bakal bantu kamu:

  • Kasih Gambaran Awal: Jawab pertanyaan kesehatan umum kamu dalam sekejap.
  • Navigasi Spesialis: Bingung mau ke dokter apa? HILDA bakal arahkan ke dokter spesialis yang paling pas.
  • Solusi Cepat: Mulai dari cari obat sampai layanan kesehatan yang tepat, semua dibantu HILDA.

Gak perlu bingung lagi, ada HILDA yang selalu siaga. Download Halodoc sekarang!

Referensi:
World Organisation for Animal Health. Diakses pada 2026. Lumpy skin disease: Technical disease card. 
Food and Agriculture Organization of the United Nations. Diakses pada 2026. Lumpy skin disease: A manual for veterinary services. 
National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Lumpy skin disease virus: Epidemiology, clinical signs, and control measures. 
European Food Safety Authority. Diakses pada 2026. Lumpy skin disease: Clinical presentation and risk assessment.